
Bismillah ....
Selamat membaca tulisan recehan ku 🤭🤭
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Mobil berhenti tepat di depan pintu gerbang kampus. Sebelum Litha sempat membuka pintu mobil, tangan nya di pegang Damian.
"Kalau sudah selesai cepat hubungi aku!" Ucapnya. Setelah itu Litha langsung keluar dari mobil, dan tak lama mobil yang di kendarai Damian meninggalkan area kampus.
Litha melangkahkan kakinya melewati lorong lorong kampus menuju kelas nya . Tumben sekali masih sepi kemana yang lain pikirnya. Tak lama kemudian teman temannya pada datang satu demi satu dan pelajaran pertama di mulai sampai selesai.
Setelah selesai kuliah. Litha langsung menuju cafe yang ada di depan kampus. Gadis yang sekarang mengurai rambut hitam panjang kecoklatan nya itu tersenyum miring ketika melihat layar handphone nya dan siapa yang mengirimi pesan.
" Tunggu aku, bentar lagi aku sampai.." Balas Damian dalam pesan singkatnya.
Beberapa saat kemudian Litha melihat Damian yang berjalan dari pintu masuk menghampirinya dengan langkah panjang.
"Maaf ya menunggu lama!" Ucap Damian duduk di hadapan gadis itu dan beberapa saat kemudian tangannya melambai ke arah pelayan yang kebetulan mau melewatinya.
"Apa yang ingin loe bicarain !" Tanya Litha langsung pada intinya.
Damian menatap gadis yang ada di hadapannya itu dan berucap " Aku takut terjadi apa-apa sama kamu, jadi tolong menikahlah denganku, apa perhatian aku ke kamu selama beberapa hari ini belum bisa membuktikan kalau aku peduli ,apa belum cukup juga buat kamu ngerti? Damian menghela nafas sabar . Tatapan matanya melembut yang masih menatap gadis itu.
__ADS_1
"Kamu perlu bukti apa lagi supaya percaya?"
Litha memandang kedua mata Damian, mencoba mencari kebohongan di mata laki laki itu. Damian tidak berbohong. Litha sama sekali tidak menemukan kebohongan di kedua mata laki laki itu.
"Kasih gue waktu, please ! kalau terjadi apa-apa sama gue , orang pertama yang gue kasih tahu itu loe.." Ucapnya menatap mata bening laki laki itu dan berusaha menyakinkan nya.
"Baiklah! kalau aku hubungi cepat angkat, dan jangan sampai kamu abaikan? Ingat itu!!!.." ujarnya menekankan setiap kata-kata nya .
"Iya..." Jawabnya.
Damian tersenyum lembut. Kedua matanya menyorot penuh kehangatan ke arah gadis itu.
"Jangan makan makanan yang mengandung micin itu ngga baik untuk kesehatan..! Ucap Damian penuh perhatian dia melihat makanan yang ada di piring Litha adalah makanan yang tidak sehat.
Tak terasa hari sudah mulai gelap. Litha benar benar lupa waktu karena Damian mengajak nya ke toko perhiasan tadi.
"Sudah selesai makannya kan." Tanya Damian
Litha mengangguk.
"Kita harus pergi ke suatu tempat!" tanya nya lagi sambil menggandeng tangan Litha menuju ke parkiran dan membukakan pintu mobil untuk Litha. Mobil melaju dengan kecepatan sedang.
"Kenapa kita kemari !" Tanya Litha kaget karena mereka masuk ke dalam basemen salah satu mall terbesar di kota ini . Hingga mereka tiba di sebuah toko perhiasan.
__ADS_1
"Ada yang bisa saya bantu pak?" Sapa salah satu seorang pelayan toko perhiasan itu.
"Saya mencari sebuah kalung, Carikan yang simpel tapi elegan." Sambil melirik Litha yang ada di sampingnya.
"Maaf untuk siapa kalungnya pak!" Tanya pelayan toko itu lagi.
"Kekasih saya ." Damian melirik Litha sambil memeluk pinggang gadis itu dengan erat. Litha yang mendengar jawaban Damian terkejut bukan main kapan dia nyatain cintanya ke gue gumamnya.
"Mari ikuti saya nona, kebetulan kami mempunyai banyak model terbaru." Ajak pelayan toko itu kepada Litha.
Litha menoleh kearah Damian.
"Pilih yang menurut kamu bagus.." Ucap Damian tersenyum.
Pelayan toko itu menunjukkan beberapa kalung kepada Litha. Karena terlalu banyak nya kalung mata Litha sampai keder melihatnya dan bingung harus pilih yang mana. Litha melihat Damian yang berdiri di belakangnya.
"
"
"
"
__ADS_1
Terimakasih yang sudah mampir 🙏🙏 tetap dan tidak pernah bosan jangan lupa tinggalkan jejak ya .....
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️