
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Bismillahirrahmanirrahim....
Selamat membaca....
"Baiklah besok pagi aku pulang, tunggu aku." Ucap nya dengan bahagia.
" Oh ya, kenapa ngga bilang tadi pagi kalau kamu hamil ! "
"Aku juga ngga tahu kalau hamil, tadi di kampus pingsan.
Damian yang mendengar kata pingsan langsung kaget bukan main.
"Tapi kamu dan baby ngga papa kan, baik baik saja kan, apa kata dokter ! " Tanya Damian antusias.
"Alhamdulillah, semua baik baik saja, dokter cuma bilang kalau mau lebih jelas suruh periksa ke dokter kandungan."
"Kita akan periksakan besok sama sama, tunggu aku."
" Ya aku akan menunggu mu ."
"Ini sudah malam, lebih baik kamu istirahat, jaga bayi kita."
" ya aku akan menjaganya sampai kamu datang."
__ADS_1
"Bye sayang good night, mimpi indah."
Setelah sambungan telepon terputus Litha merebahkan tubuhnya di tempat tidur mencoba untuk memejamkan mata nya dan tak lama mata itu terpejam menuju ke alam mimpi.
Sedangkan Damian. Sambil bersandar di sandaran ranjang tempat tidur pikiran nya menerawang jauh, dia tersenyum bahagia membayangkan sebentar lagi dia akan menikahi Litha gadis pujaan hati yang selama satu bulan ini selalu mengisi hari nya .
Damian berharap malam cepat berlalu dan pagi pun datang.
Damian masih tidak menyangka kalau sebentar lagi dia akan menjadi seorang ayah. Ingatan Damian kembali pada satu bulan lalu. Dimana ia menghadiri pesta ulang tahun adik temannya, seandainya ia tidak datang mungkin ia juga tidak akan bertemu dengan Litha dan menemukan jodohnya di sana.
Tak terasa hari sudah berganti pagi, Litha menggeliatkan tubuhnya ketika matahari mulai menyembul dan membawa terangnya sinar matahari pagi. Mata Litha terbuka. Ia mendesah sesaat, pelan pelan berusaha mengumpulkan kesadaran nya kemudian ia melangkah kan kakinya menuju kamar mandi.
Jarum jam baru saja menunjukkan pukul enam pagi tetapi Damian sudah rapi dengan kemeja yang melapisi turtle neck berwarna hitam ia bergegas turun menemui pak Agus.
Setelah berbicara dengan pak Agus bahwa dia masih belum bisa kerja hari ini, Damian melangkahkan kakinya kearah mobil nya , saat hendak membuka pintu mobil gerakan nya terhenti saat dering ponsel nya berbunyi. Ia merogoh ponsel di saku celana nya senyum terbit di wajah nya saat mendapati nama yang tertera di layar ponsel nya.
"Iya halo, sayang."
Sudah berangkat? " Tanya perempuan itu lagi.
Damian terdiam sejenak. Ia membuka pintu mobil nya yang sudah berada di depan nya kemudian menutup nya kembali saat ia sudah duduk di kursi mobil.
"Ini baru keluar dari rumah mau ke bandara, kenapa sudah kangen ya! , gimana keadaan kamu hari ini ? baby nya ngga nyusahin mommy nya kan ."
"Alhamdulillah tidak semua baik baik saja, jam berapa sampai Surabaya!."
__ADS_1
"Kenapa, mau jemput !" Tanya Damian sambil tersenyum senang.
"Kenapa kalau di tanya selalu balik nanya, nyebelin."
"Iya maaf, jangan ngambek ntar cantik nya hilang, satu jam lebih nanti kalau pesawat nya sudah mau lepas landas aku kabari lagi.
Untuk beberapa saat Damian terdiam. " Taa, apapun yang terjadi nanti aku mohon kamu tetap jaga anak kita darah daging kita, buah cinta kita aku mohon ." Ujar Damian memohon.
"Kenapa ngomong kayak gitu aku ngga suka, kayak mau pergi jauh aja."Jawab Litha ketus .
" bukan gitu, kita ngga tahu apa yang terjadi kedepannya, aku takut kedua orang tua kamu ngga merestui hubungan kita, tetap lah di samping ku apapun yang terjadi nanti aku mohon pertahankan nak kita ,kita berjuang bersama sama."
"Iya , aku akan mempertahankan nya demi kamu."
"Demi kita." Tambah Damian.
"Aku tutup telfonnya, takut nya terlambat nanti sampai bandara, kalau mau ke kampus hati hati ingat kamu lagi hamil sekarang, jangan lari lari."
"Iya bawel, hati hati nyetirnya."
Damian hanya berdeham kemudian menutup teleponnya ia menyandarkan punggungnya sebentar sambil menggeleng kan kepala nya sebelum menyalakan mesin mobilnya menuju bandara internasional Zainuddin Abdul Madjid.
Terimakasih yang sudah mampir 🙏🙏🙏 tetap dan tidak pernah bosan jangan lupa tinggalkan jejak ya..
Maaf kalau up nya lama ketemu lagi di update selanjutnya 😊
__ADS_1
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️