
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
beberapa saat kemudian terdengar bel pintu, Damian berdiri setelah membersihkan mulutnya dengan tissu, dan melangkah keluar.
" pakai ini, abis itu kita harus bicara ." ucap Damian setelah menyerahkan paper bag dia melenggang keluar meninggalkan litha yang masih bimbang dengan pikirannya sendiri.
" apa kamu akan berdiri di situ saja ? " ucap Damian setelah mengetahui litha membuka pintu kamarnya, litha menghampiri Damian dan duduk di hadapan laki-laki itu.
" ini kartu nama ku , kalau terjadi apa-apa sama kamu tolong hubungi aku ! aku akan bertanggung jawab. ucapnya lagi.
litha hanya mengangguk sambil membetulkan letak duduknya yang di rasa kurang nyaman dan itu tidak luput dari penglihatan Damian.
" tubuhmu baik baik saja kan , ngga ada yang sakit ! ucapnya lagi.
setelah menunggu lama tak juga mendengar jawaban litha, Damian menghela nafas kasar, entah dengan cara apa lagi ia menyakinkan gadis yang ada di hadapannya ini. bahwa dia akan bertanggung jawab. akhirnya Damian berdiri dan berlutut di hadapan litha.
" look at me ! and listen to me , semua sudah terjadi dan kita tidak bisa memutar waktu,ada hikmah di balik musibah dan kamu harus percaya itu ucapnya .
__ADS_1
setelah sekian lama mereka terdiam dengan pikirannya masing-masing . akhirnya litha memberanikan diri menatap Damian dan berucap.
" gue takut pulang , ayah pasti marah karena kemarin malam gue ngga kasih kabar . litha nampak mengedipkan matanya beberapa kali agar matanya tidak semakin mengembun Damian yang melihat itu langsung berdiri, duduk di sebelah gadis itu dan langsung memeluknya dengan penuh sayang.
" percayalah , semua akan baik-baik saja, percaya padaku." sahut Damian menyakinkan litha
di kediaman rumah Siahaan tepatnya di depan rumah orang tua litha terparkir mobil sedan mewah. " ayo turun , tunggu apalagi ! ini rumah mu kan ? " tanya Damian melirik gadis yang ada di sebelahnya itu.
" ya " jawabnya singkat hampir tidak terdengar karena seperti gumaman.
" kita turun , semua akan baik-baik saja , hm ! ucap Damian Sambil mengelus punggung tangan gadis itu dan berusaha menguatkannya.
" waalaikumsalam . " sahut seseorang dari dalam rumah dan terdengar pintu terbuka.
" ya Allah litha kamu kemana aja , ! tidur dimana semalam,? kenapa ngga kasih kabar ! ucap wanita paruh baya itu beruntun yang tak lain Bu Dina ibunya litha.
" maaf bu handphone litha mati , pulangnya kemalaman litha terpaksa tidur di rumah siwi, Karena kecapekan litha langsung tidur ngga sempet kasih kabar ke ibu atau ayah ." sahut litha sambil memeluk wanita paruh baya itu.
__ADS_1
Bu Dina yang melihat anaknya pulang tidak sendiri langsung melepas pelukannya dan melihat litha setelah itu menghampiri laki-laki yang masih berdiri di depan pintu.
" ini siapa sayang." tanya Bu Dina , baru Damian akan menjawab tapi litha sudah mendahuluinya.
" Damian bunda , kakak sepupunya siwi , "
jawab litha sambil melirik Damian.
" maaf ya, ibu sampai ngga sadar kalau litha bawa teman ." sambil mempersilakan Damian duduk.
" mau kopi atau teh biar ibu buatkan." ucap bunda Dina halus sebelum melangkah ke arah dapur .
" tidak usah repot-repot Bu , kebetulan tadi saya sudah minum sebelum mengantar litha ke sini ." ucapnya
" tidak merepotkan sama sekali kok nak , sebentar ibu buatkan." ayo litha sambil menarik tangan litha agar mengikutinya.
" ayah sudah berangkat kerja Bun." tanya litha sambil mengikuti langkah bunda ke dapur. bukannya menjawab pertanyaan litha bunda malah memukul lengan anaknya dan mengomelinya, " untung saja ayah ada kerjaan ke luar kota, kalau ngga kamu sudah di marahi habis habisan,ayah telepon beberapa kali nanyain kamu, sudah pulang atau belum bunda sampai berbohong sama ayah karena kamu, jangan di ulangi lagi,bunda sebenarnya marah sama kamu ." ucap bunda cemberut litha hanya diam dan mengedipkan matanya menahan agar air matanya tidak jatuh.
__ADS_1
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️