Aku Dan Anakku

Aku Dan Anakku
Bab Enam belas


__ADS_3

assalamualaikum selamat pagi siang atau malam maaf baru nongol 🙈


" Iya bawel, hari hati nyetirnya."


Damian hanya berdeham kemudian menutup teleponnya ia menyandarkan punggungnya sebentar sambil menggelengkan kepalanya sebelum menyalakan mesin mobil menuju bandara Zainuddin Abdul Madjid.


Sedangkan Litha setelah menutup teleponnya ia berjalan keluar kamar menghampiri bunda.


" Pagi bun ? "


" Pagi juga sayang."


" Masak apa Bun ?


" Soto Makasar kesukaan kamu dan ayah."


Litha yang mendengar Soto langsung berlari ke kamar mandi yang ada di dekat dapur.


" Huwekk !!" Ibu yang melihat ikut berlari mengekor dan membantu memijat tengkuknya.


" kamu kenapa sayang.!" Ucap bunda khawatir.


" Gak tahu Bun , tiba-tiba perut Litha mual."


" Kayaknya kamu sakit , kita ke rumah sakit ya.?!" Ajak bunda.


" Gak usah Bun, Litha baik baik saja, mungkin hanya masuk angin." Jawab Litha menolak ajakan bunda.


" Ya sudah kalau begitu, kita sarapan sekarang." Bunda menuntun Litha ke kursi untuk sarapan.

__ADS_1


" Litha sarapan pake telur ceplok aja bunda."


" Telur ceplok !!" Tanya bunda sambil mengernyitkan dahinya bingung."


" Iya Bun."


" Tumben.. biasanya Litha gak suka."


" Lagi pengen." Sambil nyengir menampilkan gigi putihnya.


" Sebentar bunda bikinkan."


Setelah menyelesaikan sarapannya Litha langsung berangkat ke kampus.


" Litha berangkat Bun." Meninggalkan ibunya yang belum selesai dengan sarapannya.


Jarum jam menunjukkan di angka sepuluh empat puluh lima menit Litha melangkah keluar dari kelas. Hari ini ia akan bertemu dengan Damian dan akan membicarakan masa depan bersama.


" Litha!!!". Terdengar panggilan dari seseorang yang sudah menunggunya di samping pintu kelas. Siwi melambaikan tangannya dan tersenyum lebar kepada Litha . Senyum yang menurut Litha semanis madu pas tidak kemanisan, tidak juga bikin mual , sesuai anjuran 🤗


" Siwi." Litha berlari menghampiri Siwi .


"Jangan lari lari, lupa kalau loe lagi isi". Ujar Siwi mengingatkan .


" Jangan keras-keras ". Jawab Litha melotot.


" Iya maaf lupa ".


" Ok dimaafkan ".

__ADS_1


" Gimana keadaan kamu, udah kabari tuh cowok". Tanya Siwi beruntun.


" Sudah, dia sekarang lagi perjalanan pulang dari Lombok , mungkin sebentar lagi sampai."


" Syukurlah kalau begitu, yuk ke kantin gue tahu loe laper." Sambil menggandeng tangan Litha.


Litha berulang kali melihat ponselnya, sudah dua jam lebih perjalanan yang di tempuh kalau menurut perkiraan seharusnya Damian sudah sampai bandara bahkan sudah sampai rumah tapi Damian belum memberikan kabar . " Gue telepon aja kali ya." Pikirnya.


Tapi sudah beberapa kali Litha menghubunginya selalu gak aktif. nomor yang anda telepon sedang berada di luar jangkauan itu yang Litha dengar setiap menghubungi Damian.


Karena lelah akhirnya ia tertidur. Dering telfon membangunkan Litha dia meraba dan mencari dimana letak telfon genggamnya setelah menemukan ia mengangkat dan meletakkan di telinganya dengan suara serak khas bangun tidur.


" Ta , loe udah bisa hubungi laki laki itu ! ". Tanya Siwi dengan nafas memburu.


" Belum, memang kenapa , tadi sudah gue coba hubungi berkali-kali tapi masih belum aktif ponselnya.


" Coba loe nyalain televisi !."


Litha turun dari ranjang dan mengambil remote tivi dan menyalakan.


" Prannkkk."


Ponsel dan remote yang masih di pegang Litha jatuh secara bersamaan ia membekap mulut dan tangannya, jantungnya berdebar kencang dalam hati ia berharap kalau semua ini hanyalah mimpi.


Siwi yang mendengar isak tangis Litha langsung berucap " Ta .. Litha loe baik baik saja kan , gue ke tempat loe sekarang." dan sambungan telepon pun terputus.


Tubuh Litha melemas saat itu juga air matanya mengalir deras.


jangan lupa tinggalkan jejak ya man teman maaf baru bisa update. terimakasih 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2