Aku Dan Anakku

Aku Dan Anakku
Bab Tiga Belas


__ADS_3

❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...


Selamat membaca...


Bismillahirrahmanirrahim...


Sedangkan di kampus Litha fokus mendengarkan dosennya tapi tiba tiba perutnya sakit seperti di remas remas sampai berkeringat dingin.


"Loe kenapa ! " Tanya temannya yang ada di sebelah.


"Ngga tahu perut gue sakit banget. "


"Apa perlu gue izinin!" Tanya temannya lagi.


"Ngga perlu, bentar lagi juga kelar kan pak Rudi ngajarnya ."


Tak lama kemudian terdengar pak Rudi berucap " Ok anak anak sampai ketemu Minggu depan dan jangan lupa tugasnya di kumpulkan." Sambil beranjak meninggalkan kelas.


" Ta ke kantin yuk , laper gue !" Tanya Siwi menghampiri nya .


" Loe kenapa! , muka loe pucat banget !. Tanya nya lagi dengan cemas.


Litha tidak menjawab pertanyaan Siwi jangan kan untuk menjawab untuk mengerak kan badan nya saja ia tidak bisa seperti badan nya sudah tidak bertulang sama sekali. Dan tidak lama kemudian dia sudah tidak sadarkan diri.


"Litha kenapa !." Tanya teman teman nya yang mengerumuni.


"Ngga tahu , tolong bantu gue bawa dia ke dalam mobil." Ujar Siwi.


Setelah di rasa Litha sudah duduk di kursi mobil Siwi menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi dan menuju Rumah sakit terdekat. Sesampainya di rumah sakit Litha di angkat ke Brangkal langsung di bawa ke UGD untuk di periksa. Tak lama kemudian dokter keluar Siwi yang melihat langsung menghampiri nya dan menanyakan keadaan pasien.

__ADS_1


"Gimana keadaan teman saya dok? Tanya Siwi khawatir.


"Kamu saudaranya? Jawab dokter itu.


"Bukan , saya temannya dok, tadi dia ngga sadarkan diri di kampus, gimana keadaan nya dok." Tanya Siwi lagi karena dokter itu tak kunjung memberi tahu.


"Baik." Jawab dokter itu singkat kemudian berbalik kembali ke ruang UGD dan Siwi mengekorinya di belakang.


"Gue kenapa! " Setelah tahu Siwi ada di sampingnya.


"Alhamdulillah loe udah sadar." Mengucap syukur karena teman nya ternyata baik baik saja.


Dokter menghampiri nya dan memeriksa keadaan pasien.


" Saya sakit apa dok! " Tanya Litha.


"Janin!!! maksud dokter saya hamil ? Tanya Litha kaget.


" Ya , nona hamil , kalau mau lebih detail lagi nona bisa periksa ke dokter kandungan , saya sarankan untuk melakukan USG untuk lebih memperjelas kemungkinan kehamilan anda nona.


" Tapi beberapa waktu lalu saya masih ingat, masih mendapat menstruasi kok dok , walaupun cuma dua hari dan hanya berupa bercak darah, bukan menstruasi normal seperti biasanya." Litha mencoba berkilah . Berharap semua diagnosa itu hanya kesalahan analisa sang dokter.


" Kemungkinan munculnya bercak darah itu menandakan bahwa embrio hasil pembuahan telah berhasil menempel di dinding rahim . Jadi menurut saya itu bukan darah menstruasi. Itu juga kondisi normal bagi dua puluh tujuh persen wanita hamil di trimester pertama kehamilan mereka." Terang dokter masih dengan sabar nya.


Litha maupun Siwi hanya bengong mendengar kan penjelasan dari dokter itu.


" Ehh nona , anda mendengar penjelasan dari saya kan ." Ucap dokter itu setelah tahu kalau gadis yang ada di depan nya itu terlihat melamun.


"Oh iya dok saya mendengar nya ." Setelah sadar dari lamunannya.

__ADS_1


" Terimakasih banyak dokter." Ucap Siwi .


Setelah dokter meninggalkan ruangan UGD Siwi langsung menatap Litha seperti nya Siwi akan mengintrogasi Litha. Dengan menatap matanya tajam setajam silet.


" Loe hamil !!" Sambil menggeleng kan kepala tak percaya dengan semua ini. Seorang Talitha Angraeni Siahaan hamil ohmegot gadis rumahan , pendiam dan tidak banyak tingkah sekarang tengah berbadan dua bagaimana ini bisa terjadi pikir nya memegang kepalanya yang terasa pening .


" " Nyokap bokap loe tahu ! " .


Litha menggeleng kan kepala nya.


"Siapa laki laki itu ta!!! ."


Namun di detik berikutnya Siwi malah melihat Litha menangis sesenggukan, kemudian Siwi mendekat dan memeluk Litha berusaha untuk menenangkan dengan cara mengelus punggung nya .


Di dalam mobil entah sudah berapa kali Siwi mengambil dan menyodorkan tissue pada Litha yang masih betah menangis.


Sampai di rumah Siwi mengajak nya ke kamar. Siwi memaksa Litha untuk menceritakan semuanya. Dan dengan terpaksa Litha pun mengurai kembali semua yang terjadi di pesta ulang tahun Niken pada sahabat nya, itu pun hanya sesuai apa yang dia ingat.


Siwi berkali kali menarik nafas panjang mendengar kan pengakuan Litha yang jauh di luar dugaan nya.


Siwi tak pernah menyangka diantara sekian banyak teman perempuan nya yang bergaya hidup bebas di sekitarnya, kenapa harus Litha yang sangat polos lugu dan jauh dari kata liar itu yang harus mengalami cobaan ini.


" Loe harus kasih tahu cowok itu !! Ucap Siwi tegas. Badannya menghadap Litha dan matanya menatap lurus kedalam bola mata Litha yang masih menundukkan kepalanya.


Terimakasih yang sudah mampir 🙏🙏🙏 tetap dan tidak pernah bosan jangan lupa tinggalkan jejak ya...


Ketemu lagi di update selanjutnya 😊


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2