Aku Dan Anakku

Aku Dan Anakku
Episode 20


__ADS_3

POV Ranti


Betapa kagetnya aku membaca pesan dari Lala, katanya tadi malam Rania resmi di lamar oleh Bramudya Erlangga pengusaha muda yang sukses dan kaya di kota ini, tak lain dia adalah bos dari Bella. sebuah video yang di kirim Lala juga memperlihatkan pergelaran pertunangan yang sangat mewah dan di hadiri kalangan sosialita, sebuah gang yang sangat aku impikan.


Ku lihat di video tersebut Rania menerima cincin berlian dari seorang Bramudya yang tampil begitu tampan, aduh kenapa harus wanita si*lan itu yang beruntung, grutuku.


Kalau begini aku harus mendekatinya lagi, biar aku menjadi dekat juga sama nyonya Hanna wanita sosialita itu, terlebih-lebih dia adalah ketua dari gang arisan tersebut, aku pasti akan cepet terkenal bila ada di dekatnya, apa lagi Arman bisa ku jadikan senjata untuk mendekatinya, walaupun hatiku rasanya enggan tetapi dia adalah cucuku juga.


Aku harus cari akal memulai mendekati Rania dan Arman, supaya mereka berdua memaafkan aku terlebih-lebih setelah peristiwa itu rasanya aku malu juga sama mereka, apa lagi nyonya Hanna memberikan ganti rugi pada bajuku waktu itu saja tiga kali lipat, aku sangat senang sekali kala itu, hingga rasa maluku meluap begitu saja akibat peristiwa tersebut.


Pov Bayu


" Bella aku mau bicara sama kamu?" ucapku dengan tatapan dingin kepadanya.


" Bicara apa mas? kamu selama ini hanya menganggap aku ini apa, boneka saja atau pajangan?! kamu ga pernah kasih nafkah batin kepadaku, sikapmu jauh berubah semenjak aku keguguran,mau kamu apa mas?!, jujur aku juga lelah dengan sikapmu" serunya berapi-api.


" Aku mau kamu tidak menganggu Rania dan anakku Arman, jangan pernah kamu mengancam mereka lagi, Arman adalah anakku satu-satunya, ingat itu! kamu membuat aku kehilangan dia lagi, kamu sengaja menyuruh mereka berdua untuk mengganti nomor ponsel dan pindah rumah kan! kamu sungguh keterlaluan Bella, mau kamu apa hah!?" bentakku.

__ADS_1


" Aku mau kamu lebih perhatian sama aku mas, kamu acuh sama aku! aku punya hati mas,dan perasaan dan ingin di cintai dan di manja juga" Serunya


" Huh... bagus kamu masih punya perasaan bella, aku pikir kamu wanita yang sudah mati rasa, dan sekali lagi aku peringatkan jangan pernah menganggu anakku dan Rania lagi," Ujarku dengan ketus.


" Kamu pikir aku takut dengan ancaman kamu mas, silahkan lakukan apapun yang kamu inginkan, aku sudah tidak peduli lagi, aku," serunya.


" Baik kamu menantang aku ya,! kamu tahu apa yang kamu lakukan terhadap Rania, membuat posisi aku jadi sulit, kamu kenal pak Bram tunangan Rania, dia memperingatkan kepadaku, bila aku tidak bisa mengendalikan kamu, maka dia akan bertindak sendiri terhadapmu!, camkan itu Bella, tentu saja posisimu sebagai pegawai baru juga akan terancam, jangan main-main dengannya bila kamu ingin aman, pikirkan baik-baik Bella" Seruku dan akupun pergi meninggalkan Bella sendirian di sofa tamu.


Dia akan mencerna setiap kata yang aku ucapkan bawah semuanya tidak harus sesuai dengan kemauan dia, dia pikir siapa sinisku.


Masalah Bella sudah selesai tinggal aku harus menasehati mama, cukup susah dengan mama yang dia begitu benci terhadap mantan istri ku padahal Rania adalah sosok wanita idaman bagi pria baik, yang lebih menyakitkan lagi kenapa mama begitu membenci anakku Arman, padahal Arman adalah darah daging ku sendiri, artinya itu juga keturunannya juga ada apa dengan mama.


Belum lagi aku harus menahan sakit hati telah di tinggal Rania menikah dengan seorang pria yang lebih dari pada aku, aku tak ada apa-apanya di bandingkan dengan pak Bram, ' Rania kamu berhak bahagia, tapi aku tidak rela kamu di miliki orang lain' tapi apa dayaku, aku hanya remahan rengginang saja bagi keluarga Erlangga.


POV Rania.


Hari yang di nantikan pun tiba dan acara akad nikah ini sangat mewah menurutku, sebab pertama kalinya mama Hanna menggelar hajatan ini, terlebih-lebih anaknya adalah seorang pengusaha sukses di kota ini, acara pernikahan kami di gelar di sebuah hotel dengan tamu yang tentunya di hadiri oleh pengusaha-pengusaha dan rekanan bisnis mas Bram maupun mama Hanna.

__ADS_1


" Tenang Rania, jangan gugup Santai saja, kamu terlihat cantik sekali sayang dan lihatlah Arman begitu bahagia sekali dia," ujar mama di sebelahku tak henti-hentinya memberikan semangat buat aku yang selalu minder dengan segala kekuranganku.


" Ibu, ibu tambah cantik saja " ucap Arman ketika berada di sebelahku sambil menggandeng tanganku.


" Kamu juga tampan nak, pakai setelan jas itu" Ujarku menimpali.


Setelah beberapa saat acara kamipun di mulai dengan inti dari acara yaitu ijab kabul dan Sah... itulah yang membuat aku bernafas lega. walaupun bukan yang pertama tetapi bagiku ini amat istimewa sebab di saksikan oleh banyak orang-orang penting di sini.


Setelah selesai acara para tamu undangan berjajar mengucapakan selamat kepada kami. hingga pada akhirnya ada sosok pria yang tak asing lagi buatku berjalan ke arah kami dan mengucapakan selamat atas pernikahan kami dan ucapan dia tulus terucap dari bibirnya. dia adalah sang mantan, " terimakasih mas Bayu" seruku


" Sama-sama Rania" balasnya dengan senyum yang tulus dan tatapan mata yang sayu.


Mas Bram yang melihat kami berinteraksi seketika menggenggam jemari ku dengan erat sekali, "udah ya reuninya" ucap mas Bram dengan suara lirihnya.


" Maaf mas, aku cuma membalas menyapa saja kok, aku kan sudah hak milikmu"lirihku sembari ku sematkan senyum di hadapannya.


" Awas ya Rania nanti malam kamu harus begadang sampai pagi, karena kamu aku hukum untuk ini," ujarnya

__ADS_1


" Alamak Jang baru sejam jadi istri sudah dapat hukuman" balasku merajuk.


Dan kamipun tersenyum bersaman, terakhir kami foto ber empat bersama Aku dan suamiku, Arman dan mama Hanna yang terlihat sekali sangat bahagia.cekrek cekrek beberapa pose keluarga bahagia sudah di ambil.Tak henti-hentinya aku mengulas kan senyum bahagia itu, dan tak peduli ada sepasang mata yang terlihat tak suka dengan kebahagiaan kami ini.


__ADS_2