
❤️❤️❤️❤️❤️❤️
pencet like atau ❤️ Kaka setelah membaca terimakasih 🙏🙏
" ayah sudah berangkat kerja Bun." tanya litha sambil mengikuti langkah bunda ke dapur . bukannya menjawab pertanyaan litha bunda malah memukul lengan anaknya dan mengomelinya . " untung saja ayah ada kerjaan ke luar kota , kalau ngga , kamu sudah di marahi habis habisan , ayah telepon beberapa kali nanyain kamu, sudah pulang atau belum , bunda sampai berbohong sama ayah karena kamu , jangan di ulangi lagi . bunda sebenarnya marah sama kamu . " ucap bunda cemberut , litha hanya diam dan mengedipkan matanya beberapa kali agar matanya menahan agar air matanya tidak jatuh.
Litha belum sempat menjawab , bunda sudah memberinya secangkir teh hangat agar di berikan ke Damian " kasihkan tehnya ke nak Damian ." sahut bunda berjalan ke belakang rumah meneruskan pekerjaan yang tertunda tadi .
Litha ke depan membawa secangkir teh hangat untuk di berikan ke Damian , Litha meletakkan teh itu ke meja tepat di depan Damian duduk dan berseru " silakan di minum tehnya " Litha menunduk karena ngga berani menatap Damian.
" kenapa tadi bilang kalau saya kakak sepupunya siwi ." tanya Damian sambil menatap Litha secara dalam mencoba mencari kejujuran di dalam mata bening itu.
Litha menunduk mendengar pertanyaan Damian. " apa kamu tidak ingin aku bertanggung jawab ." ucapnya lagi .
__ADS_1
Litha sendiri juga bingung harus menjawab seperti apa, setiap dia berhadapan langsung dengan Damian mulutnya terasa kelu ngga bisa mengucapkan sepatah kata pun entahlah itu karena apa .
" aku pikir setelah kejadian kemarin malam kita akan menjalin sebuah hubungan , pengenalan, pendekatan, pacaran atau menikah mungkin .kalau perlu aku akan meminta kamu langsung sama kedua orang tuanya mu tapi ternyata pikiran ku salah . " tanya Damian to the point.
Litha yang hendak mengambil roti di depan meja otomatis kaget mendengar pertanyaan Damian yang langsung pada intinya.
haisshh laki laki ini sama sekali ngga bisa basa basi dulu kek pikir Litha . jujur di dasar hati yang paling dalam Litha belum siap menjawab pertanyaan itu , sebab sampai detik ini pun Litha belum menemukan jawabannya.
Damian yang melihat bagaimana reaksi kaget Lith jadi tercengang sesaat . tak lama Damian meletakkan teh hangatnya ke atas meja dan mulai menatap lurus pada gadis yang sedang duduk di hadapannya.
" apa kamu menyesal ? " tanya Damian lirih. litha melirik sekilas ke arah Damian lalu mengangguk berlahan kemudian menundukkan wajahnya lagi . Litha ngga berani menatapnya langsung sejak laki laki itu menatap lurus ke arahnya.
Damian masih menatap gadis itu selama beberapa detik dan akhirnya dia berdiri " hubungi aku kalau ada apa-apa , mana ibumu aku harus pergi sekarang ! " ucap Damian dengan wajah kesalnya.
__ADS_1
" sebentar aku panggilkan " ucap litha sambil berdiri dan menghampiri ibunya yang masih ada di belakang rumah.
" kenapa buru buru nak , tehnya juga belum di habiskan " tanya ibu menghampiri Damian.
" masih ada kerjaan Bu , insyaallah kalau ada waktu Damian mampir lagi , terimakasih tehnya , saya pamit undur diri . pamit Damian mencium punggung tangan wanita paruh baya itu yang kebetulan hari ini memakai baju berwarna navi dengan takzim .
Satu bulan setelah kejadian itu baik litha maupun Damian tidak ada yang saling menghubungi karena kesibukan mereka masing-masing .
Di sebuah apartemen seseorang memandang sendu kamarnya, dia sedang memikirkan gadis yang satu bulan lalu telah tidur di situ. dan satu bulan ini pula pikiran laki laki itu selalu di penuhi dengan bayangan n!kmat itu sampai sampai dia tidak fokus dalam bekerja .
" ok , nanti malam aku harus temui dia , harus " tekat laki laki itu setelah itu dia bersiap untuk berangkat kerja sebelum ada komplain dari papanya .
terimakasih yang sudah mampir jangan lupa pencet like nya .
__ADS_1
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️