
Bismillahirrahmanirrahim....
Selamat membaca 😘
Damian melihat seseorang keluar dari dalam rumah. Setelah tahu siapa yang keluar dari dalam rumah Damian pun keluar dari mobilnya dan menghampiri Litha.
"Maaf mengganggumu malam malam."
"Ada apa!, apa terjadi sesuatu?" Tanya Litha.
"Tidak ada apa apa, semua baik baik saja.." Jawabnya.
"Terus kenapa malam malam kemari!" Tanya nya lagi.
"Aku harus pergi ke luar kota besok, kita baru saja memulai hubungan ini , aku ngga bisa ninggalin kamu sendiri di sini sedangkan aku di sana..." Ucapnya panjang lebar dengan menatap gadis itu sendu.
"Luar kota mana! Sahutnya seperti ada sesuatu yang hilang dari dirinya.
"Lombok." meraih tangan Litha agar bisa ia pegang.
"Lombok ya, berapa lama di sana! Ucapnya lagi sambil melihat tangannya yang masih di genggam Damian.
__ADS_1
"Aku juga ngga tahu berapa lama! , tapi aku akan usahakan secepatnya kembali..."
Mereka sama sama diam selama beberapa menit . Damian melihat gadisnya.
"Boleh aku memelukmu, aku pasti merindukan pelukan ini selama di sana." Ucap Damian penuh sayang.
Litha sempat ragu karena ini ada di sekitar rumah nya, takutnya ada yang melihat mereka bi Atun atau kedua orang tuanya mungkin. Namun ketika melihat tatapan Damian yang terlihat tulus memohon itu membuatnya menganggukkan kepalanya.
Tanpa menunggu lama Damian segera menarik Litha kedalam pelukannya. Laki laki itu menarik nafas dalam dalam menghirup aroma sampo milik Litha yang terasa menyegarkan, dagunya tertumpu di atas kepala gadis itu tangan kanannya mengusap usap punggung Litha dengan lembut.
"Aku pergi besok ! jaga diri baik-baik, makan makanan yang sehat, jangan tidur terlalu malam dan jangan sampai sakit." Bisiknya pelan di telinga Litha.
Keduanya mengurai pelukan.
"Masuklah, maaf mengganggu kamu malam malam, aku pergi dulu, jangan merindukan ku ." Ucap Damian dengan senyum lembutnya.
Namun entah mengapa itu tidak membuat Litha ikut tersenyum, gadis itu merasakan sesuatu yang aneh dalam perasaan nya seperti rasa kehilangan yang sangat begitu besar.
"Hati hati di jalan, besok gue ngga bisa nganterin." Ucap Litha sebelum Damian menutup pintu kaca mobilnya dan meninggalkan Litha sendiri.
Dalam diam Litha memandang kepergian mobil Damian yang semakin menjauh dengan sorot mata sendunya. Ada rasa aneh yang tidak bisa ia mengerti dan itu entah apa ia pun tidak bisa menjabarkan nya , semoga saja itu bukan pertanda buruk pikirnya.
__ADS_1
Kemudian melangkahkan kakinya menuju rumah menaiki tangga dengan pikiran entah kemana dan merebahkan dirinya di atas tempat tidur melihat langit langit kamar.
Matahari pagi yang masuk melalui celah celah jendela kamar Litha membuatnya terbangun dan mengerjapkan matanya beberapa kali sebelum dia benar benar sadar , setelah itu ia bangun dan beranjak ke kamar mandi.
Setelah selesai dengan ritual mandi nya ia memilih pakaian yang akan ia kenakan, setelah itu ia mengikat rambut hitam panjang nya agar tampilan nya terlihat lebih rapi. setelah itu Litha mengambil handphone nya yang ada di meja samping tempat tidur nya dan membolak-balikkan nya.
"Kenapa dia ngga hubungi gue! , apa udah berangkat ! , masak gue harus hubungi dia dulu..." Pikirnya.
Akhirnya dengan mananggalkan egonya Litha mengirim pesan ke Damian.
"Udah berangkat belum, kenapa ngga hubungi gue."
Isi pesan itu yang ternyata masih bercentang satu yang berarti dia masih dalam pesawat pikirnya.
Sedangkan di tempat lain tepatnya di bandara Juanda , Damian sedang duduk menunggu di ruang tunggu dan dia ingat kalau sejak dari rumah Litha kemarin handphone nya belum di aktifkan kembali. Setelah mengaktifkan ponsel nya kembali banyak sekali notif yang masuk dan dia tersenyum melihat salah satu notif dari seseorang yang memenuhi pikirannya.
Terimakasih yang sudah mampir 🙏🙏🙏 tetap dan tidak pernah bosan jangan lupa tinggalkan jejak ya....
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
love you all ketemu lagi di update selanjutnya 😊😊
__ADS_1