
selamat membaca......
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
" ok , nanti malam aku harus temui dia , harus . " tekat laki laki itu .Setelah itu dia bersiap untuk berangkat kerja sebelum ada komplain dari papanya.
Malam harinya tepatnya pukul 19.00 mobil sedan yang di kendarai Damian sudah terparkir cantik di depan rumah keluarga Siahaan.
Tok ! tok ! tok!
Damian sudah mengetuk pintu beberapa kali tapi tidak ada sahutan dari dalam . apa tidak ada orang gumamnya .
ketukan tiga kali di pintu ruang tamu membuat fokus litha yang sedang mengerjakan tugas di kamar miliknya langsung buyar .
"Assalamualaikum." terdengar seseorang dari luar pintu.
" Waalaikumsalam." balas Litha dari dalam rumah. Pintu yang terbuat dari kayu jati itupun terbuka menampakkan sosok gadis cantik.
__ADS_1
" Loe ." ucap Litha dengan kagetnya.
" Ada perlu apa loe ke sini." tanya Litha lagi dengan ketus seakan kedatangan laki laki itu sangat tidak di harapkan nya.
" Apa aku tidak di suruh masuk , kaki ku capek berdiri dari tadi ." ucap Damian menampilkan senyum lembut nya.
" Tidak ada yang menyuruh mu ke sini juga ." balas Litha dengan bibir manyunnya sambil memberi jalan buat laki laki itu masuk.
" Ada perlu apa sebenarnya loe kemari, kalau cuma perlu sama gue kita bisa ketemu di luar, besok habis kuliah gue hubungi loe ." ucap Litha mengusir secara halus laki laki ini agar cepat keluar dari rumahnya sebelum kedua orang tuanya turun dari lantai atas untuk makan malam bersama.
" Siapa yang datang sayang ?" tanya bunda menuruni anak tangga.
" Livia bunda ." jawab Litha asal sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal menandakan bahwa dia sedang berbohong.
" Makan malam sudah siap Bu , Non ." ucap bi Atun dengan membawa semangkuk sayur sop di tangannya dan meletakkan di atas meja.
" Ya , terimakasih bik ." sahut bunda dan Litha bersamaan.
__ADS_1
" Ayah kemana , kok ngga ikut makan Bun." tanya Litha melihat ke lantai atas .
" Ayah lagi ngga enak badan, nih bunda lagi nyiapin makan malam buat ayah! , kamu makan sendiri ngga papa kan sayang." sahut bunda lagi.
" Ayah sakit apa Bun." bukannya menjawab Litha malah balik bertanya mengkhawatirkan ayahnya.
"Ayah cuma kecapekan sayang!, sudah ngga usah mengkhawatirkan ayah kamu cepet makan habis itu naik dan istirahat, maaf ya bunda ngga bisa nemenin Litha makan , bi !! temenin non Litha makan." sahutnya sambil berlalu meninggalkan Litha yang makan sendiri.
Setelah makan Litha masuk ke kamar nya duduk bersandar dekat jendela . " apa sih maunya tuh cowok , heran gue , seharusnya seneng dong kalau gue ngga minta pertanggungjawaban, kayak dia aja yang di rugikan." pikir Litha sambil merebahkan tubuhnya di atas sofa , karena lelah memikirkan laki laki yg ngga jelas itu ( itu menurut Litha ya bukan menurut author 😂 kalau menurut author sih Damian laki ****laki**** SEMPURNA ) akhirnya dia tertidur pulas di atas sofa.
tengah malam Litha terbangun dan bergerak tidak nyaman pantesan gue tidur di sofa gumamnya. gadis itu bangkit dari tidurnya kemudian berjalan menuju balkon. matanya memandang sendu ke arah langit yang indah karena kebetulan cuaca lagi cerah malam ini sangat mendukung dengan hati Litha yang sedang galau.
Terimakasih yang sudah mampir salam sayang dari aku author recehan 🤭🤭
please pencet jempolnya ya , terimakasih 🙏
❤️❤️❤️❤️❤️❤️
__ADS_1