Aku Dan Anakku

Aku Dan Anakku
Bab Delapan


__ADS_3

Bismillah selamat membaca tulisan recehan aku 🤭...


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


Tengah malam Litha terbangun dan bergerak tidak nyaman pantesan gue tidur di sofa gumamnya.


Gadis itu bangkit dari tidurnya kemudian berjalan menuju balkon . Matanya memandang sendu ke arah langit yang indah karena kebetulan cuaca lagi cerah malam ini sangat mendukung dengan hati Litha yang galau. Segalau hati author nya memikirkan Litha yang ngga peka dengan perhatian Damian 🤭


Pagi pun datang seperti biasa Litha melakukan rutinitas paginya karena hari ini Litha ada kuliah pagi dan sudah janji sama Damian, Dia pun bergegas ke kamar mandi dan bersiap untuk berangkat kuliah.


Litha mematut dirinya di depan cermin. Baju berwarna coklat s u s u menjadi pilihan nya hari ini yang membalut tubuh litha membuat dirinya terlihat semakin cantik.


Setelah di rasa sempurna gadis itu mengambil ponselnya yang ada di atas nakas dan tas selempang nya kemudian berjalan keluar dari kamar. Kedua kaki Litha melangkah cepat turun menuju ke lantai dasar menghampiri bunda yang lagi sibuk di dapur bersama bi Atun .


"Pagi bunda Ayah." Ucap Litha sambil duduk di kursi meja makan.


"Ayah sudah sehat." Ucapnya lagi

__ADS_1


"Kemaren Ayah cuma kecapekan sayang." jawab ayahnya sambil mengacak rambut anak gadis nya.


"Ahh ya , Bunda Ayah nanti siang Litha ijin mau ke Gramedia,Ada buku yang harus Litha beli, boleh ya." Tanya Litha meminta ijin.


"Ya, boleh, pulang nya hati hati jangan terlalu malam, ingat kamu cewek sayang, harus bisa jaga diri,dan kehormatan kedua orang tua kamu !" Jawab ayahnya.


"Iya Ayah." Sahut Litha menundukkan wajahnya seperti menyembunyikan sesuatu.Dan setelah itu dia melanjutkan makannya dengan malas sudah tidak berselera makan lagi.


"Litha berangkat dulu Ayah Bunda, assalamualaikum." Sambil mencium punggung tangan wanita paruh baya itu dengan takzim.


"Kok ngga di habiskan makanannya." Ujar Bunda melihat di atas piring Litha masih banyak makanan mungkin cuma di makan beberapa sendok saja.


"Udah siap berangkat, yuk aku antar ." Ucap Damian dengan santainya .( sesantai author kalau lagi nulis ngga Nemu ide cuuuussss rebahan. 😂)


"Loe." Ucap Litha dengan rasa kagetnya.


"Iya , aku, ayo tunggu apa lagi. ntar keburu macet di jalan." Ucap Damian lagi dengan senyum renyah nya .Serenyah kerupuk kulit yang di jual di pinggir jalan. 😄

__ADS_1


Damian membukakan pintu mobil untuk Litha dan Litha duduk di sebelah kemudi. Setelah itu Damian mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang. Damian tahu kalau Litha dari tadi memperhatikan nya cuma dia diam saja . Sampai dimana gadis ini akan meninggikan egonya pikir Damian.


"Apa sebenarnya yang loe inginkan dari gue." Ucap Litha melirik Damian yang duduk di sebelah nya karena sedari tadi Damian hanya diam saja dan fokus mengendarai.


"Jam berapa kamu selesai ngampusnya ." Ucap Damian tidak menjawab pertanyaan litha malah mengajukan pertanyaan balik.Itu malah membuat Litha jengah dengan laki laki yang ada di samping nya itu menyebalkan pikir Litha memanyunkan bibirnya sambil memalingkan wajahnya ke samping lebih baik melihat gedung pencakar langit di luar dari pada melihat muka tuh laki laki.


"Dari mana loe tahu gue kuliah di sini ?" Tanya Litha dengan sedikit meninggikan suaranya memberanikan diri menatap lurus pada laki-laki itu.


"Jangankan kampus kamu , semua yang ada pada diri kamu aku tahu , luar dalam." Jawabnya dengan senyum.


Mobil berhenti tepat di depan pintu gerbang kampus. sebelum Litha sempat membuka pintu mobil, tangan litha di pegang Damian "Kalau sudah selesai, cepat hubungi aku !" Ucapnya. Setelah itu Litha langsung keluar dari mobil dan tidak lama mobil yang di kendarai Damian meninggalkan area kampus .


"


"


"

__ADS_1


Terimakasih yang sudah mampir tetap dan tidak pernah bosan jangan lupa tinggalkan jejak .


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


__ADS_2