
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Bismillahirrahmanirrahim..
Selamat membaca...
"Loe harus kasih tahu cowok itu ! " Ucap Siwi tegas. Badannya menghadap ke arah Litha dan matanya menatap lurus kedalam bola mata Litha yang masih menundukkan kepalanya.
Litha menutup wajahnya dengan kedua tangannya sejujurnya ia sangat malu menceritakan aibnya kepada Siwi meskipun Litha percaya bahwa Siwi ngga akan mengumbar aib orang lain apalagi aib sahabat nya sendiri.
"gue sebenarnya masih penasaran, siapa laki laki yang ngasih obat luknut itu ke minuman kamu." Ucap Siwi lalu menyentuh keningnya yang mulai pening.
" Gue juga ngga tahu ." ucap Litha kemudian.
Tak berselang lama kemudian Siwi berucap " jangan jangan loe minum minuman yang di kasih cowok yang dansa sama gue itu." sambil menggeleng tak percaya.
"berarti cowok itu mau ngejebak gue tapi kena loe." sambil menepuk jidatnya
Keduanya terdiam untuk beberapa saat.
" Tapi dia mau kok bertanggung jawab kalau terjadi apa apa sama gue." Ucap Litha lirih.
" Sekarang loe hubungi tuh cowok, minta dia datang ke sini sekarang juga." Titah Siwi ngga bisa di bantah.
" Ngga bisa!! sekarang dia lagi ke luar kota perusahaan nya lagi membutuhkan dia ." katanya.
" Terus kapan loe hubungi dia ? nunggu bokap nyokap loe tahu! " Ucap Siwi melotot.
" Nanti malam gue hubungi dia." Jawab nya pasrah. Setelah melihat Siwi yang ingin mengeluarkan taringnya.
Litha terpaksa menurut sebab hatinya masih kalut hingga pikiran nya tidak bisa berjalan lurus jadi bergantung pada seorang Siwi mungkin adalah hal yang paling tepat untuk ia lakukan saat ini.
__ADS_1
Waktu sudah menunjukkan pukul setengah delapan ketika ia sampai rumah.
Setelah membersihkan diri ia menyandarkan punggungnya pada sandaran tempat tidur dengan mata merah nya. Ia menatap langit langit kamar nya dengan tatapan kosong. Gadis itu memusatkan perhatiannya ke satu titik di mana ponsel nya berada. pikiran nya melayang entah kemana, apa dia akan menghubungi Damian atau tidak. Akhirnya ia beranjak duduk ke tepi tempat tidur nya ia menjangkau nakas dan meraih ponselnya dan menghubungi laki laki itu.
" Semoga saja dia tidak sibuk." Pikirnya.
Litha mencari nama Damian di kontak ponselnya setelah menemukan dia menghubungi nya.
Tut tut tut suara telepon tersambung.
Pintu terbuka lalu tertutup kembali saat seorang laki laki keluar dari ruangan. Damian berjalan dengan tangan yang masih memegang handuk di kepala, mencoba mengeringkan rambut basahnya sehabis mandi.
Drrt....drrt....drrt...
bunyi notifikasi terdengar dari ponsel Damian, tapi laki laki itu sedang tidak tertarik untuk menggubris berbagai hal dia ingin cepat tidur badan nya lelah dan dia butuh istirahat untuk esok harinya. Saat ia hendak merebahkan tubuhnya matanya tak sengaja menatap layar ponsel yang masih menyala. Sambungan telepon itu berhasil mengalihkan fokus nya yang ingin tidur cepat.
Hilang sudah rasa lelah dan ngantuk nya yang beberapa saat lalu menghinggapinya.
" Ya, kangen ya ." Ucap Damian senang.
"Assalamualaikum." Ucap seseorang dari seberang sana.
"Waalaikumsalam, maaf saking senangnya aku kamu telepon."
"Iya ngga papa."
Beberapa saat keduanya terdiam. Akhirnya Litha memberanikan diri untuk ngomong.
"Ada yang ingin gue bicarakan sama loe, ini penting!
" Bisa ngga ngomong nya jangan loe gue , ngga enak banget denger nya .
__ADS_1
" Ya , bisa." Ucapnya pelan.
" Ada apa! ini sudah malam kenapa belum tidur! apa ada sesuatu yang kamu pikirkan? Tanya nya beruntun.
"Gu aku baik, aku...aku..." Ucap Litha gagap
" Kamu kenapa! , kamu baik baik saja kan!." Jawabnya dengan khawatir.
" Taa ...Litha!!! kamu dengar kan aku ngomong."
" ak aku hamil." Ucapnya cepat setelah mengucapkan tiga kata itu Litha menghembuskan nafasnya merasa lega.
"Kamu tadi bilang apa! hamil... aku ngga salah dengar kan taa ."
Ya, gu aku hamil." Ucapnya.
" Tunggu aku, aku pulang sekarang."
" Mau ngapain!." Ucap Litha cepat.
" Kok nanya mau ngapain , ya nikahin kamu lah , emang kamu ngga mau aku bertanggung jawab ." Jawab nya dengan nada naik satu oktaf.
" Bukan gitu maksud gu aku, kamu mau nikahin anak orang ini ngga semudah membalikkan telapak tangan. Lagi pula ini sudah malam, besok pagi aja kalau mau balik ke Surabaya."
"Baiklah besok pagi aku pulang, tunggu aku." Ucapnya dengan bahagia.
Terimakasih yang sudah mampir 🙏🙏🙏 tetap dan tidak pernah bosan jangan lupa tinggalkan jejak ya.....
love you all ketemu lagi di update selanjutnya 😊😊
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
__ADS_1