Aku Kau Dan Dia

Aku Kau Dan Dia
RINA


__ADS_3

Suara deruh hujan membasahi jalanan dan gemuruh petir terdengar jelas membuat keyra merasa sedikit takut seraya menunggu taksi di halte dekat kampusnya, hari ini keyra sedikit terlambat pulang karna ada pertemuan dengan dosen pembimbingnya yang sangat jarang bisa ditemui, bahkan lebih sulit daripada bertemu dengan Justin Bieber, bahkan Justin Bieber sering masuk ke mimpi keyra namun dosen pembimbingnya bahkan enggan untuk dimimpikan


"Taksi gak ada yang lewat, mau pesan ojol kuota gak ada, nelpon Rina dan edo gak ada jawaban, mungkin mereka lagi bobok cantik atau masak mi instan kan enak pas ujan gini" gumam keyra sambil mengeratkan pelukan tangannya di dada untuk mengurangi rasa dinginnya.


"Kok belum pulang?" Suara berat lelaki yang tak dia kenal mengagetkan keyra


"Eh iyaa, hujannya lebat makanya belum pulang" jawab keyra masih mengeratkan pelukannya di dada


"Ini pakai" kata lelaki itu menyodorkan jaket dan berlalu begitu saja


"Makas.." keyra hendak menjawab tapi lelaki itu langsung berlari menerobos hujan namun ia tak terlalu memperdulikannya


"mungkin saja hanya seseorang yang merasa ibah melihat gadis cantik sepertiku kedingan" batin key narsis



Lumayan lama menunggu ternyata berbuah yang manis pula, akhirnya hujan mereda sepertinya bumi tak lagi menangis


"Akhirnya dewa hujan kasian juga padaku" kata keyra sambil melangkah kan kaki untuk pulang


__ADS_1


Malam hari keyra menghabiskan detik menit dan jammya di kamar, ia menyelesaikan banyak revisian dari dosen pembimbingnya hingga akhirnya dia tertidur di meja belajar dengan buku yang berserakan


"Keyy, kau didalam?" Seseorang menggedor pintu depan rumah key semakin lama gedorannya semakin keras


"Keyy? Keyraaa?" Mengeraskan ketukannya


"Ehh non Rina? Non keyra ada di kamar silahkan masuk non" bik mia mempersilahkan Rina masuk


"Makasih bi mia" jawab Rina dengan senyum sumringah ke arah bik Mia


"Nak edo gak ikut non?" Tanya bik Mia


"Enggak bik, malam ini cukup aku aja yg ganggu keyra" teriak Rina sambil berlari menuju kamar keyra



"Key? Kebo banget sih key, gue panggilin juga" kata Rina membaringkan tubuhnya di kasur key.


Key tak memjawab Rina samasekali, membuat Rina merasa kesal dan akan membangunkan nya secara brutal


"KEEYYYY BANGUNNNN" teriak Rina mendekat menggebrak meja key

__ADS_1


"Ganggu aja lu Rin" jawab key santai seakan sudah terbiasa dengan kegilaan temannya itu


"Lu sih gue panggil gak bangun-bangun" kata rina dengan cengirannya


Sepanjang malam Rina dan key bercerita hal yang tidak jelas dan ngawur kemana mana namun mereka berdua tertawa lepas, walaupun mereka sering saling usil itu hanya pemanis persahabatan mereka saja, sebenarnya mereka sangat membutuhkan satu sama lain dan saling menyayangi.



Malam sudah semakin larut dan sepertinya mata mereka sudah mengantuk


"Rin, besok gue ketemu doi di kampus, bangunin gue ya jam 6" keyra


"Sok doi lu, paling juga pembimbing lu yang super sibuk itu" ceplos Rina sambil memejamkan matanya


"iya, pokoknya bangunin gue" ketus key


"Kalo gue bangun" rina


"Yakan lu biasa cepet" key


"Lagian mami gak disini Rin, gak ada alarm gue kalo mami gak ada" lanjut key

__ADS_1


"Rinn?" Key menoleh ke arah rina alhasil Rina sudah nyaman dengan mimpi nya, key memutar bola matanya kesal dan akhirnya terhanyut dalam mimpi indahnya menyusul Rina


__ADS_2