
Berbeda dengan keyra yang mulai sedikit tenang berkat kekehan kedua orang tuanya yang bisa mengurangi beban beratnya, rina sangat panik sesaat ia tidak mendapati rama di kantor, di rumah dan bahkan ponsel rama juga tidak aktif semenjak pertengkaran kemarin, ia berpikiran bahwa rama dengan sengaja menghindari dirinya.
Rina dengan segera mencari dan menghubungi kontak Stevan untuk menanyakan keberadaan Rama yang membuatnya khawatir
"Halo, ini Rina, bisa kita bertemu?" Ucap Rina ramah dan to the point sesaat ponselnya tersambung dengan orang yang ada di seberang sana
"Apa ada hal penting mengenai keyra?" Tanya stevan antusias berharap mereka telah menemukan keyra
"Ah tidak tidak, bukan keyra tapi ini masalah Rama" jawab Rina terdengar tergesa-gesa di telinga stevan dan membuat stevan merasa kesal akan hal itu
"Bukannya membalas pesanku yang bertanya mengenai sahabatmu keyra, kau malah menghubungiku karna mencari Rama tanpa merespon pesanku, lancang sekali kau mengabaikan wanitaku" batin stevan kesal kemudian ia tersenyum kecut jijik akan kelakuan rina yang jelas hanya mementingkan dirinya sendiri
"Sepertinya akan sulit karna saya sedang di luar kota" jelas stevan malas membahas rama yang ia nantikan hanya kabar mengenai keyra
"Oke baik, kita akan bertukar informasi kalo begitu" bujuk Rina untuk menggali informasi mengenai calon suaminya itu
"Benarkah?" Tanya stevan terdengar antusias di telinga Rina
__ADS_1
"Tentu saja" jawab Rina yakin dan berbinar,ia berharap mereka bisa saling bekerja sama
"Tapi maaf saya tidak butuh informasi dari anda, informan saya lebih terpercaya dibanding anda, terimakasih" ucap stevan dingin kemudian memutuskan ponselnya secara sepihak
Rina kesal mendapat perlakuan buruk dari stevan, ia ingin sekali mengubur lelaki tak dikenalnya itu hidup-hidup. Namun rasa khawatir nya terhadap rama lebih besar ketimbang emosi bodohnya itu
"Kak Rama kamu dimana sih, awas aja kalau kamu ketemu lagi sama keyra, tidak akan ada ampun bagimu kak Rama, kalian sudah lama berakhir, tepati janjimu kepadaku kak, jangan berani berpaling " batin Rina cemas
"Oh iya, tante wiwik, pasti ia tau kemana anak kesayangannya pergi" gumam Rina seraya mencari nama tante wiwik di ponselnya dan tak lama kemudian ponselnya terhubung
"Halo tante, ini Rina tan, tante apa kabar?" Ucap Rina menyapa calon mertuanya dengan ramah
"Emm enggak tan, cuman mau tanya kabarnya tante aja hehe" jawab rina santai seolah sudah biasa mendapat perlakuan tidak baik dari calon mertuanya itu
"Oh yaudah" tante wiwik mengakhiri teleponnya sepihak
"Lagi-lagi dimatikan secara sepihak, semua mutusin sambungan telpon gue sepihak, apa sebegitu buruknya takdir guee, aggghhhh" teriak rina kesal hendak melemparkan ponselnya ke sembarang arah
__ADS_1
"Kamu kenapa sayang?" Tanya seorang laki-laki dari arah belakang mengejutkan rina dan membuatnya bernafas legah akan kedatangannya
"Kak rama" ucap rina manja dan berlari ke arah rama dan menenggelamkan wajahnya di dada bidang rama
"Kak Rama, aku sangat cemas kalau kalau kamu pergi ninggalin aku kak, aku benar-benar gak bisa merasa tenang akan hal itu " batin Rina seraya bernafas legah dipelukan Rama
Rama membalas pelukan rina, ia menopang dagunya di kepala rina, lagi-lagi ia merasakan kenyamanan tiap kali memeluk wanitanya itu, sesekali ia mencium puncak kepala rina dan kembali mengeratkan pelukan mereka
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Jangan lupa vote, like dan komentar yaa guys😍