
Jakarta
Rama kaget mendengar bahwa ada undangan pernikahan yang diterima oleh Keyra atas namanya dan Rina. Ia berpikir bagaimana undangan itu bisa sampai disana. Rama meremas kepalanya keras, seakan tidak sakit ia secara berulang-ulang melakukannya dengan sangat brutal
Ia terduduk lemas di kursi kerjanya, lagi-lagi ia meremas rambutnya Kasar kemudian meremas batang hidungnya hingga memerah dan kembali mengacak-acak rambutnya
Ia berusaha memejamkan matanya untuk berpikir jernih akan apa yang harus ia perbuat. Rama langsung menelepon Keyra namun sama sekali tidak diangkat
Kemudian Rama teringat akan persiapan pernikahan yang diatur sepenuhnya oleh rina dan pasti ini juga telah diatur oleh Rina
Seketika rahangnya mengeras dan wajahnya memerah, kemudian dengan tergesa-gesa ia mengambil jasnya yang tergantung. Rama berlalu untuk menemui rina di ruang kerjanya yang letaknya pas di sebelah ruangan Rama
Brakkkk
Rina terkejut melihat kedatangan Rama yang seperti kesetanan, ia pucat pasi melihat sifat Rama yang berbeda dari biasanya.
"Ada apa sayang?" Tanya rina panik
"Jelaskan" ucap Rama penuh penekanan
"Apa yg harus dijelasin? Haa?" Tanya rina pelan
"Kenapa undangan pernikahan itu bisa sampai dibandung padahal aku tidak tau sama sekali" jelas Rama
__ADS_1
"Memang sudah seharusnya undangan disebar sayang" jawab rina santai
"Sinting, kamu gak mikirin Keyra apa" bentak Rama tepat di wajah Rina
Hiks
Hiks
Hiks
Rina tidak bisa berkata-kata lagi mendengar bentakan kasar dari kekasihnya Rama, ia hanya bisa menundukkan kepalanya dan berusaha menahan tangisnya supaya tidak meledak
"Sekarang Keyra sudah tau segalanya, dan kamu tau Stevan tidak pernah mendekatinya, Stevan bohong, dan yang pasti Keyra sangat terluka sekarang, kau begitu egois" ucap Rama
"Kemana kamu? Heii" teriak Rama
Rama mengeram, ia menendang kursi yang diduduki oleh rina tadi, ia mengacak-acak ruangan Rina dan teriak
"Sinting"
"Gila"
"Bangsat"
__ADS_1
Teriak rama brutal dengan mata yang kesetanan, ia mengacak rambutnya sendiri kasar, ia sangat frustasi melihat keadaan ini
Ia merogoh kantongnya dan mengambil ponselnya, ia menelepon Rina namun langsung di reject oleh rinaa
"Anjing" teriak Rama melemparkan ponselnya ke sofa
Ia mendudukkan badannya kasar di atas sofa, ia berusaha berfikir jernih. Kemudian ia memutuskan untuk mencari Rina ke tempat biasa
Ia bernafas legah mendapati Rina ada di taman belakang kantor, Rama merasa bersalah karna telah membentak Rina, ia tau betul ia lah yang sangat berperan aktif atas luka yang di terima Keyra dan Rina
Perlahan ia melangkah mendekati Rina, ia mendudukkan pantatnya di kursi taman tepat di sebelah Rina.
Rina tertunduk dengan air matanya yang terus mengalir, rama begitu tidak tega melihat rina menangis seperti itu
Tanpa membuka suara, rama langsung menarik rina jatuh ke dalam pelukannya, ia mengelus lembut rambut rina kemudian menepis air mata di pipi rina, sedangkan rina ia hanya terdiam dan merasa nyaman akan tindakan rama, rina semakin mengeratkan pelukannya menikmati rasa nyamanya.
"Maafin aku, sayang" ucap rama membuka suara setelah rina mulai tenang
Rina tak bergeming, ia semakin memeluk rama erat seakan menyatakan bahwa rama memang miliknya seutuhnya
Jangan lupa vote, like dan komen ya guys😍 karena itu sangat berharga buat kelanjutan episode yang akan diterbitkan oleh author😄
Terimakasih sebelumnya karna sudah sabar menunggu 😘
__ADS_1