Aku Kau Dan Dia

Aku Kau Dan Dia
Nekat


__ADS_3

Keyra semakin dalam menangis, membayangkan Rama dan rina yang selama ini sudah pasti menghianatinya. Dari awal ia memperkenalkan mereka berdua, keyra mengingat semuanya, membuatnya berdiri lemas dan akhirnya terduduk di lantai tak berdaya.


Berulang kali keyra mengecek ponselnya menunggu panggilan edo, namun tak kunjung datang juga "Edo ********" umpat kesal keyra mengingat edo bilang akan segera datang namun nyatanya tidak


Keyra semakin kesal dengan itu, ia berpikiran yang tidak-tidak tentang edo, ia merasa Edo juga bagian dari rina dan rama. Keyra masih menangis, ia terus terisak bahkan sudah sesenggukan, dan air matanya juga tidak mau mengering, itu membuatnya semakin gila dan berteriak-teriak gak jelas untuk melonggarkan hatinya yang sesak itu.


Keyra berjalan mendekati nakas di kamarnya, ia teringat harus melakukan sesuatu yang penting supaya sakitnya tidak terlalu dalam, ia melihat disana ada tempat buah dan lengkap dengan pisau yang menantang mengkilap sudah mengarah kepadanya.


Dengan gelap mata, keyra mendekat kesana, ia melangkah dengan berat dan masih dengan isakan tangisnya. Ia masih berusaha menepis air matanya namun sia-sia saja, air matanya terus meleleh


"Apa iya, harus gue akhirin semua dengan ini" gumam key lirih dia hampir dekat ke arah meja dan melirik ke arah benda diatas nakas.


Ia terduduk pelan diranjang samping nakas, ia mengamati benda itu dengan seksama, ia berpikir berulang-ulang untuk melakukannya, saat ia sudah membulatkan tekatnya, ia mulai meraih benda yang ada di nakas tersebut.


Dengan sesenggukan, ia meraihnya dan mulai menggoreskan tinta diatas kertas putih yang dia ambil dari nakas tepat dekat tempat buah itu, ternyata keyra tidak segelap mata itu, ia meraih pena dan kertas disana bukan pisau yang menatap tajam


Keyra berpikiran akan pergi menjauh dari Bandung dan Jakarta untuk sementara waktu sampai pernikahan rama dan rina selesai, ia menulis surat buat Edo, ia yakin Edo akan datang kesana menyusulnya, karna ia tau edo pasti ada hal mendesak yang harus dilakukan, karna Edo adalah sahabatnya yang tidak akan membiarkannya menangis sendirian

__ADS_1


Keyra telah siap menulis suratnya, kemudian ia mengangkat kopernya keluar rumah, ia mengunci pintu dan menemui tukang kebun


"Pak, saya mau pulang dulu ke tempat papa saya, nanti teman saya namanya Edo datang kesini, bapak kasih surat ini ya pak, tolong" ucap keyra tersenyum manis dihadapan tukang kebunnya


"Baik neng" sahut mang didi dan keyra ingin pergi dan kemudian tersadar sesuatu lalu berbalik lagi ke arah mang didi


"Ehh pak, bapak ada ponsel tidak?" Tanya keyra penasaran menatap mang didi


"Hehe tidak neng" jawab mang didi "


"Yaudah pak, ini buat bapak aja, kartu nya udah yang baru saya tarok" ucap keyra menyodorkan ponselnya


"Enggak kok pak, ini itung-itung bonus buat bapak karna mau bantuin saya sampein suratnya hehe" jawab keyra kembali dengan senyum manisnya


"Baik neng, terima kasih banyak" ucap pak didi tersenyum senang ke arah keyra dan keyra membalas senyuman itu dengan iklas


"Sama-sama pak, saya permisi dulu" ucap keyra pergi meninggalkan mang didi

__ADS_1


"Dengan begitu, gak ada satu orang pun yang bisa hubungin gue" gumam keyra lirih dan tersenyum dengan terluka seraya berlalu pergi dari perumahannya.


..


.


.


.


.


Halo readers kesayangan, pantengin terus yaa ceritanya.


.


Semakin lama, semakin dalam sakitnya, tapi percayalah akan ada obat di setiap lukanya.

__ADS_1


.


Jangan lupa vote, like dan komen ya guys😉


__ADS_2