Aku Kau Dan Dia

Aku Kau Dan Dia
Marah


__ADS_3

Stevan sangat marah, marah pada Rama dan khususnya pada dirinya sendiri, semenjak saat itu ia menjadi sering uring-uringan dan moodnya selalu buruk. Dulu dia memang tidak peduli dengan orang sekitar setidaknya ia tidak pernah marah-marah gak jelas, namun sekarang ia akan marah walau hanya masalah kecil


Stevan menghubungi Dimas sekretaris nomor satunya sekaligus sahabatnya sejak kecil, Dimas adalah anak dari sahabat orang tua Stevan, namun karena kecelakaan, menewaskan kedua orang tua Dimas dan juga ayah Stevan dimalam yang mengerikan itu.


Dan semenjak saat itu Dimas diasuh oleh ibu Stevan dan ia tinggal bersama ibu Stevan, kakak Stevan dan Stevan. Mereka sudah seperti layaknya saudara kandung.


Dimas juga tau perihal Keyra sejak dulu karena dari kecil Stevan lebih terbuka kepadanya daripada kakak dan ibunya, dan ia paham betul bagaimana kekecewaan Stevan sekarang yang membuatnya berubah.


"Pesankan tiket Bali-Singapura, mulai saat ini aku akan menetap di sana" Perintah stevan dingin


"Kamu yakin van?" Tanya Dimas memastikan Stevan tidak salah ambil keputusan


"Lakukan apa yang kuperintahkan" ucap Stevan penuh penekanan

__ADS_1


"Baik, akan kulakukakan" jawab Dimas menuruti permintaan sahabatnya yang sedang galau itu dan memutuskan panggilannya


"Kau benar-benar sudah gila van" gumam Dimas geleng-geleng kepala


Setelah lama menghabiskan waktunya di Bali tanpa hasil yang memuaskan, ia hanya berbaring di ranjangnya seharian hingga ia memutuskan seperti semula sebelum mengetahui Keyra yang terluka


"Ra, Keyra, aku akan balik ke Singapura, aku akan menunggu saja disana, ternyata pilihanku selama ini untuk menunggu salah, karena seharusnya kita sudah bertemu kalau dari awal aku sudah mencarimu, dan sekarang aku akan menunggu lagi karena aku cuman yakin, gimana berusahanya aku cari kamu ke belahan dunia manapun kalau kita tidak ditakdirkan bersama kita tidak akan pernah bertemu ra, nanti sekalinya aku menatapmu dengan kedua mataku sendiri maka aku tidak akan pernah melepaskanmu sedikitpun, itu janjiku ra" batin Stevan sangat sedih


/Korea Selatan /


"Papa" "mama" teriak keyra kencang hingga membuat rumah itu penuh akan suara keyra namun tidak ada sahutan dari papa dan mama keyra


Sedangkan di dalam kamar, papa Garry sangat ketakutan untuk menghadapi amukan keyra, ia tidak berani keluar saat mendengar teriakan keyra yang sangat keras

__ADS_1


"Ma, nasib papa ma" rengek papa Gary


"Tenang pa, key anak baik kok" ucap mama Ika mengurangi rasa cemas papa Gary


"Iya ma, doakan papa, mama disini aja dulu, nanti kalo papa teriak, mama tolong papa ya" ucap papa Gary merasa parno


"Santai pa, yaudah papa keluar dulu aja, mama segera nyusul" ucap mama


Papa Gary membuka pintu kamar dan langsung mendapat tatapan manis dari keyra membuat papa Gary terkejut, keyra berlari kecil ke arah papanya dan memeluknya erat membuat papa Gary semakin keheranan, bukannya ngamuk ia malah mendapat pelukan dari putri kesayangannya, papa Gary segera membalas pelukannya erat.


"Loh, ada apa ini?" Tanya mama Ika heran saat baru membuka pintu kamar ia melihat ayah dan anak itu berpelukan di depan pintu padahal baru saja suaminya itu merasa cemas


"Gak papa kok ma hehe" ucap keyra melepas pelukannya dari papa

__ADS_1


"Pa, ma, keyra laper, makan diluar yok" ajak keyra manja


"Ayok" jawab papa mama serentak mengucap syukur atas terhindarnya dari amukan keyra


__ADS_2