
Kring
"Hi do, lu gak usah susulin gue ke Bandung, gue udah gak di Bandung lagi, gue udah di jalan ke tempat papa" Edo menerima pesan dari Keyra
Edo heran dengan isi chat Keyra, kemudian ia menelpon untuk menanyakan maksudnya namun tak diangkat samasekali oleh Keyra
Edo yang kemarin bilang langsung terbang ke Bandung harus ditunda dulu karna saat pulang dari kantor Rama, ia terkena sedikit kecelakaan dan menyebabkan ia harus dirawat selama beberapa hari
Edo merasa sangat bersalah karna tak menepati janjinya akan segera tiba dihadapan sahabatnya itu, ia berusaha menghubungi nomor Keyra namun tidak diangkatnya.
"Kemana kamu Key? Angkat dong" gumam edo sembari mengemudikan mobilnya
"Apa aku ke bandung aja yaa, siapatau Keyra cuman bohong aja" batinnya
Dengan perban yang masih melekat di jidatnya, ia tetap nekat mengemudi sendiri ke Bandung, ia hanya memperdulikan sahabatnya itu sekarang.
Telah lama edo di perjalanan, ia beristirahat sebentar di sebuah cafe, ia mengecek ponselnya mungkin Keyra telah menghubunginya namun hasilnya nihil
Ia ingin memasukkan ponselnya kembali ke sakunya, namun tiba-tiba ada panggilan masuk, ia berharap Keyra yang menghubungi tetapi bukan, malah mamanya yang menelepon
"Halo tante" jawab edo ramah
"Halo nak, nak edo lagi dimana?" Tanya mama Keyra
__ADS_1
"Emmm, saya lagi di jalan tante, ada apa ya tan?" Tanya edo penasaran
"Gini nak, beberapa hari ini hp Keyra gak diangkat padahal tersambung, tapi barusan tante telpon udah gak aktif, tante jadi khawatir, takut terjadi apa-apa nak" keluh tante Ika
Edo gelabakan mendengar tante Ika, ia merasa ada yang gak beres
"Hmm eh iya tante, sekarang edo lagi jalan ke bandung, nanti edo kabarin tante deh, paling juga ia sibuk" ucap edo tenang meyakinkan mama Keyra
"Baiklah nak, cepat hubungi tante ya kalo udah ketemu Keyra" ucap tante Ika
"Baik tan"
Edo langsung memutuskan sambungan telepon nya dan mencoba menelpon Keyra dan benar Keyra menonaktifkan nomornya
Dengan kecepatan maksimal, ia melesat menuju perumahan Keyra tinggal dan yaa rumahnya tertutup rapi
Edo mengetuk-ngetuk pintu namun tak ada yang menjawab sama sekali.
"Sangat tidak mungkin Keyra pergi ke tempat papanya, harusnya tante Ika tau kalo Keyra disana tapi ini enggak, dasar Keyra, masih suka main petak umpet kek gini" gerutu edo sembari mengemudikan mobilnya ke kantor Keyra untuk mengorek sedikit informasi
Kantor stevan
"Permisi mbak, pak stevan ada?" Tanya edo di meja resepsionis
__ADS_1
"Ada mas, sebentar ya saya sambungkan dulu kepada sekretaris nya" ucap resepsionis baru itu tidak mengetahui sekretaris direktur sudah mengundurkan diri beberapa hari yang lewat
"Baik mbak" balas edo, edo membalikkan badannya seraya menunggu resepsionis
Saat ia berbalik, ia melihat sesosok pria yang dilihat dari penampilannya pasti direktur perusahaan ini
"Apakah dia?" Gumam edo penasaran
"Kamu tolong cancel semua jadwal saya hari ini, saya ada urusan penting. Kamu boleh pergi" ucap Stevan kepada asistennya sambil berjalan tergesa-gesa
"Baik pak Stevan" jawab asistennya kemudian berlalu begitu saja meninggalkan Stevan ke arah yang berlawanan
"Benarkan itu stevan" batin edo
"Stevan" panggil edo
Sosok yang merasa namanya stevan pun berhenti melangkahkan kakinya, stevan merasa tidak nyaman namanya dipanggil oleh orang yang tidak ia kenal bahkan ia mengira ia dipanggil nama oleh karyawannya sendiri
Ia mengerutkan dahinya, ia menunjukkan ketidaknyamanan dengan kehadiran edo, merasa menyadari keadaan itu edo tetap saja tidak peduli, ia hanya peduli terhadap keadaan Keyra sekarang
"Maaf, saya cuman mau tanya Keyra dimana?" Tanya edo to the point
Jangan lupa vote, like dan komentar ya guys 😍 karna apresiasi dari kalian sangat berpengaruh, timacih 😘
__ADS_1