Aku Kau Dan Dia

Aku Kau Dan Dia
Kemarahan Edo


__ADS_3

"Kak rama darimana aja?" Tanya rina seraya memberikan teh kehadapan calon suaminya itu dan menggenggam tangan Rama lembut


"Ohh itu, tadi ada acara reuni kampus kecil-kecilan di restoran x" ucap rama seraya menarik rina untuk duduk di pangkuannya dan menyembunyikan wajahnya di tengkuk rina mencoba mencari kenyamanan disana


"Kok aku gak diajak?" Tanya rina manja dengan mengerucutkan bibirnya membuat rama sedikit kesal namun mencoba tenang


"Yakan, namanya juga acara kecil-kecilan, laki-laki semua lagian" jawab rama santai dan raut wajahnya berubah dingin membuat rina diam tak membalas lagi, mereka kembali berpelukan dan berucap sepatah kata pun


Brakk


Ruangan rama terbuka lebar, rina dan rama spontan melepas pelukan mereka, rina kembali berdiri dari pangkuan Rama dan melihat seksama siapa yang dengan berani lancang membuka pintu ruangan direktur utama dengan tidak sopan


"Kenapa dilepas pelukannya? Silahkan dilanjut aja, gue cuman wakili perasaan sahabat polos gue aja, keyra" Edo sarkasme


"Edo, lu.." ucap rina terputus


"Kenapa? Masih mendalami peran sok polos? Gak cocok amat" ucap edo mendecih melihat kelakuan sahabatnya itu

__ADS_1


"Diemm lu" teriak rama berdiri kehadapan edo


"Berani sekali kau berteriak dihadapanku bahkan dengan segala kesalahanmu yang sempurna itu" ejek edo dan tersenyum miring


"Keluar deh do, gak penting amat, lagian semua udah selesai juga kali" ucap rina santai seraya memainkan kukunya


"Selesai? Huhh, hebat sekali anda" ucap edo dingin


"Selesai lu bilang? Sementara keyra entah kemana, dia resign, dia gak ada di rumahnya, dan tante Ika nanyain keadaan keyra, yang lo maksud, selesai itu, selesai menghancurkan hati Key? Iyaa?" Ucap edo marah dan penuh penekanan, mereka hanya terdiam mendengar penuturan edo. Rama seperti tenggelam dalam pikirannya sendiri


"Lu tau enggak sekarang dimana ha? Gak ada hati kalian berdua, heran gue sama ciptaan Tuhan" sambung edo kesal


"Selo dong, gak usah pake urat-urat ngomongnya, lo aja bisa selo buat permainin sahabat-sahabat gue, jadi pastinya lo lebih bisa selo berurusan sama gue dong" balas edo santai


"Edo keluarrrrr" teriak rina


"Lo sama berengsek nya sama dia Rin, gak percaya gue, lo berubah dratis gini hanya karena si keparat itu" ucap edo menunjuk ke arah rama

__ADS_1


Rama dan rina hanya terdiam dan menatap tajam ke arah edo, namun edo tak memperdulikan hal itu, ia kembali berjalan mengelilingi ruangan Rama, menyentuh semua barang-barang yang ada disana


"Kalau ada apa-apa sama keyra, gue gak bisa maafin kalian berdua" lanjut edo dingin masih menyentuh barang-barang disana


"Oh iya, gue berani nekat buat berlaku lebih buruk, yang gue pikirin hanya keyra keyra dan keyra, gadis polos itu benar-benar hancur" ucap edo sedih dan buliran bening hampir terjatuh dari pelupuk matanya namun ia mencoba menepisnya


"Bukan gue yang kalian hianati, tapi gue yang merasa sakit, bahkan wajah sedih keyra selalu menghantuiku setiap saat, sebelum aku melihat senyumnya, aku tidak akan membiarkan kalian hidup damai" ancam edo


Rina terlihat gemetar dengan pernyataan edo


"Gue juga sahabat lu do" ucap rina memberanikan diri


"Hahahaha sahabat lu bilang rin" tawa edo memenuhi ruangan itu


"Gue rasa gak ada yang namanya sahabat Rin, bahkan keyra pasti merasa dihianati sama yang namanya persahabatan buruk ini" ucap edo terdengar lirih


Edo ingin sekali rasanya memborbardir kantor Rama dan menghantam wajah polos Rama saat ini, tapi ia mengurungkan niatnya yang tidak mungkin terjadi. Edo menahan amarahnya, ia hendak keluar dari ruangan itu tapi ia berbalik dan berkata

__ADS_1


"Karma is real, Tuhan gak pernah tidur, apa yang lo tabur itu yang lo tuai, bersiap aja untuk itu, begitu keyra melupakan lukanya, saat itu juga pembalasan itu datang" ucap edo dengan seringai liciknya menatap Rama dan rina bergantian, ia berlalu dengan tatapan dinginnya


__ADS_2