
Setelah kepulangan Keyra dari kencan butanya, sang mama dan papa langsung menginterogasi Keyra bak intel internasional. Keyra bilang bahwa pilihan papanya tidak terlalu buruk dan ia suka. Tapi kalau pihak cowoknya tidak menyukai Keyra, Keyra tidak masalah, perjodohan bisa dibatalkan. Mendengar penuturan Keyra, papa Gary merasa senang karena ia tidak tau apa rencana Keyra yang sebenarnya. Dan juga menurutnya Stevan tidak akan pernah menolak putri kesayangannya.
Tringgg...tring... tringgg
Ponsel Keyra sangat berisik dan itu sangat menggangu tidur cantiknya padahal ini bukan lagi pagi, dengan mata yang mengantuk tanpa memperhatikan si penelepon ia mengangkatnya dengan sangat malas.
"Halo" ucap Keyra malas khas bangun tidur tanpa membuka matanya
"Sekarang kamu siap-siap, kita kencan perkenalan diri sesama pasangan hari ini, aku jemput ke rumah 1 jam lagi" ucap si penelepon
"Ohh kencan" ucap Keyra santai masih dibawah alam sadarnya
"Haaa? Kencannn? " Teriak Keyra tiba-tiba mencerna kata kencan dari lelaki yang menelponnya dan segera beranjak duduk sedangkan diseberang lelaki itu tersenyum mendengar keterkejutan Keyra
"Iya, aku sungguh-sungguh menerima perjodohan ini" ucap lelaki itu dengan lembut disertai senyum manis di pipinya
"Baik" ucap Keyra malas dan segera mengakhiri teleponnya sepihak
"Selamat berjuang" ucap Stevan menyemangati dirinya sendiri
Keyra belum juga berpindah tempat dari posisinya, rasanya ia begitu malas harus bertemu dengan Stevan, apalagi untuk masalah perjodohan. Menurutnya itu sangat menyebalkan dan sangat sangat kuno
Keyra segera mencari nama Edo di ponselnya dan mengetikkan pesan untuk sahabatnya itu
"Edo pacar pura-pura ku, misi kita berjalan hari ini, Stevan ngajak gue jalan, nanti gue kirimin lokasi gue sama Stevan terus lo susulin gue, ini kesempatan emas bagi kita supaya dia muak liat gue dan batalin perjodohan, gue tunggu dan jangan telat" isi pesan Keyra
Setelah mengirimkan pesannya, ia segera menyambar handuknya dan masuk ke kamar mandi, dia sengaja berlama-lama supaya Stevan lebih lama menunggu nya.
Satu jam telah berlalu, penampilan Keyra masih dibalut Kimononya dan belum melakukan persiapan apapun Keyra memang sengaja melakukannya. Keyra tersenyum devil membayangkan raut wajah Stevan yang kebosanan dan akhirnya pulang
Tok.tok.tok
Suara ketokan pintu kamarnya menghentikan lamunan indah Keyra
"Sayang, ada nak Stevan tuh dibawah, cepetan turun jangan buat mantu mama nunggu kelamaan" teriak mama Ika dari balik pintu
"Iya ma" teriak Keyra jengah mendengar ucapan mama Ika, namun ia sama sekali tidak bergerak dari posisinya dan ia malah tertawa terbahak-bahak
__ADS_1
Keyra berpindah dari meja riasnya menuju tempat tidur empuknya, ia segera merebahkan badannya dengan posisi kaki yang bergelantung, matanya perlahan terpejam dan segera masuk ke dunia mimpinya
"Key" seseorang memanggilnya dari luar kamar namun tidak ada sahutan
Suara itu semakin kencang memanggil nama Keyra namun tidak ada pertanda Keyra muncul, ia perlahan memutar knop pintunya dan segera melihat Keyra yang tertidur pulas di tempat tidur.
Ia berjalan mendekat ke arah Keyra, ia tersenyum seraya memandangi wajah cantik Keyra yang polos tanpa adanya polesan make up ya walaupun biasanya Keyra tidak menggunakan make up tebal, namun pemandangan kali ini benar-benar membuat jantung Stevan menghangat.
Stevan perlahan duduk di sisi Keyra, ia makin menatap lekat wajah cantik Keyra, ia ingin menyentuh wajah itu namun ia urungkan, takut Keyra akan berteriak dan memarahinya
"Key" bisik Stevan pelan di telinga Keyra
Yang dipanggil merasa geli karena hembusan nafas hangat Stevan mengenai kulitnya. Keyra segera bergeliat namun belum membuka matanya, ia malah tersenyum dibalik tidurnya membuat Stevan makin gemas ingin memeluk gadis itu
"Sayang" panggil stevan kembali seraya mengelus lembut rambut Keyra
Keyra langsung membuka matanya setelah mendengar suara itu agak asing, begitu terkejutnya ia melihat seseorang yang ia tidak suka ada di hadapannya, apalagi dengan kondisi seperti itu, hanya menggunakan kimono, ya walaupun sudah menggunakan dalamanan, namun tetap saja itu membuatnya canggung
"Pak Stevan" ucap Keyra terkejut
//BIOSKOP//
"buat apa pak?" tanya Keyra malas
"tadi aku lancang masuk ke kamarmu dan.." ucap Stevan pelan
"stop pak, tidak usah dibahas, maaf tadi saya mendorong bapak" ucap Keyra pura-pura merasa bersalah padahal ia merasa puas telah mendorongnya
Flashback
"Pak Stevan" teriak Keyra
Stevan hanya tersenyum menanggapi teriakan Keyra, Keyra segera duduk dari tidurnya dan mendorong Stevan hingga terjungkang ke bawah tempat tidur Keyra.
Karena masih terkejut, Keyra tidak menyadari Stevan yang terjatuh ia malah semakin kencang berteriak mengusirnya
"Maaf Key, tante yang nyuruh." ucap Stevan terpotong dengan ucapan Keyra
__ADS_1
"KELUAR PAK" ucap Keyra pelan namun terdengar tegas dan tajam
Stevan pun segera berlalu dari sana meninggalkan kamar Keyra
Flashback off
Mengingat kejadian tadi membuat Keyra menahan senyumnya namun ia tetap tak sanggup menahannya dan senyuman itu tertangkap oleh mata Stevan
"kamu senang jalan samaku sampai senyum-senyum gitu" ucap Stevan percaya diri
Mendengar ucapan Stevan, Keyra terkejut dengan tingkat kepercayaan diri mantan bosnya itu namun ia hanya menanggapi nya dengan senyuman, ia telalu malas menanggapi ucapan Stevan
"Dih, percaya diri sekali dia" batin Keyra mencemooh
Sesampainya di ruangan bioskop ia segera mengirimkan lokasinya kepada Edo. Sepanjang film di putar, Keyra hanya melamun dan tak melihat filmnya sama sekali bahkan keberadaan Stevan tidak dianggap.
"Key" panggil Stevan supaya Keyra menghadap kearahnya
"Hmm" ucap Keyra masih sibuk dengan ponselnya
Melihat hal itu, Stevan sedikit kesal dan ingin sekali berteriak " lihat aku" namun ia tak sebodoh itu untuk membuat Keyra semakin tidak menyukainya.
Stevan perlahan menyentuh tangan Keyra, sontak Keyra melihat Stevan dengan wajah kesalnya.
"kamu gak suka film-nya?" Tanya Stevan
"Gak" jawab Keyra malas seraya menarik tangannya dari genggaman Stevan
"Dimas ****, saran Dimas benar- benar tidak berguna" batin Stevan
Benar sebelum Stevan memutuskan untuk mengajak Keyra kencan, ia meminta saran kepada sekretaris pribadi nya sekaligus sahabatnya itu dan saat Dimas baru menyebutkan nama bioskop diantara tempat-tempat romantis lainnya, Stevan sudah memutuskan panggilan nya. otomatis ini bukan kesalahan Dimas melainkan buah dari ketidaksabaran Stevan
"Yaudah yuk keluar" ajak Stevan
Keyra berpikir sejenak, tiba-tiba bunyi ponselnya mengalihkan perhatiannya. setelah membacanya, Keyra mengiyakan ajakan Stevan
Saat di pintu keluar Keyra langsung berlari kecil menghampiri seseorang tak jauh dari posisinya dan segera memeluknya manja
__ADS_1
"sayangggg" ucap Keyra menggandeng lengan Edo manja dan hal itu semua tidak lepas dari pandangan Stevan
Jangan lupa vote, like dan komen ya sahabat. Demi keberlangsungan jalannya cerita ini heheh