
Sepergi Dimas dari ruangan itu, membuat keduanya kikuk, Keyra yang merasa bersalah akan kelakuan terhadap mantan bosnya itu, dan degup jantung Stevan yang tak karuan melihat wanita yang ia cintai berada di hadapannya tapi tak bisa ia sentuh.
"Hmmm, Rama apa kabar pak?" Tanya keyra memecah keheningan
Stevan yang mendapat pertanyaan itu sontak merubah wajahnya yang awalnya senyum berubah menjadi senduh, ia kecewa Keyra malah bertanya mengenai Rama
"Buat apa?" Tanya stevan datar
"Penasaran" jawab Keyra singkat dengan senyum kecutnya membayangkan penghianatan Rama
Setelah pembicaraan yang teramat sangat simpel itu, keduanya larut dalam pikirannya masing-masing, tidak ada yang membuka obrolan satupun
"Permisi pak, sepertinya tidak ada hal yang perlu kita bicarakan lagi, saya mohon maaf atas kesalahan saya tadi dan tempo hari di Bandung" ucap Keyra segera berdiri dari duduknya
"Aku anter" jawab stevan dan mengikuti Keyra berdiri
"Ga perlu pak, saya bawa mobil" jawab Keyra tersenyum manis ke arah stevan membuatnya tak berkedip sedikitpun
"Permisi" lanjut Keyra melangkah menjauhi stevan
"Tunggu" teriak stevan saat Keyra hampir memutar knop pintu
"Ada apa pak?" Tanya Keyra berbalik memandang stevan yang mendekat ke arahnya
"Ponsel kamu mana?" Tanya stevan sambil mengulurkan tangannya
"Buat apa?" Tanya Keyra penuh selidik namun ia tetap memberikannya karena melihat ekspresi datar stevan
Stevan menerima ponsel Keyra dengan senang dan ia mengetik beberapa angka disana kemudian menekan tombol call
"Ini nomorku, udah aku call ke kontakku, nanti aku kontak balik kamu" ucap stevan dan mengembalikan ponsel Keyra
"Iya pak, saya permisi pak" kata Keyra pelan dan segera berlalu dari ruangan itu
"Ra, ini baru awal, akan kuukir kisah akhir bahagia untuk cerita kita" gumam stevan penuh arti
__ADS_1
Area Parkir
Keyra terduduk di dalam mobilnya, ia sejenak berpikir bagaimana caranya lari dari perjodohan ini, tidak ada alasannya yang cocok untuk menolak. Dia memutar otak agar perjodohannya dengan Stevan tidak jadi. Seketika ia teringat Edo sahabatnya, satu-satunya lelaki terdekatnya.
Keyra segera meraih ponselnya dan mencari kontak Edo dan menghubunginya. Bagi Keyra tidak masalah berhubungan dengan Edo, bagaimana pun di pikirannya hanya untuk menolak perjodohan bodoh itu
Tutt..tutt..tuttt
"Halo " ucap Keyra cangggung ketika panggilan nya terhubung
Tidak ada sahutan dari seberang, lama Keyra menunggu jawaban Edo hingga ia geram melihat kelakuan sahabatnya itu
"HALO EDO, APA GUE BICARA DENGAN ANGIN?" bentak Keyra dengan nada kesalnya
"Ha..halo Key. Apa kabar?" Tanya Edo terkejut dan canggung berbicara dengan Keyra walaupun tidak tatap muka
"Lo dimana? Bisa ketemuan? Gue ke Jakarta hari ini" Tanya Keyra cepat tanpa membalas pertanyaan Keyra
"Gausah jauh- jauh ke Jakarta kalo mau ketemu aku key, gue di korea sekarang" jawab Edo pelan
Keyra segera mematikan panggilan nya sepihak membuat Edo menghela nafas. Ponsel Keyra berbunyi, pertanda Edo telah mengirim lokasinya saat ini
Suara deru mobil Keyra melesat perlahan meninggalkan area parkir dan menuju lokasi Edo. Di tempat yang sama namun jarak yang lumayan jauh dari Keyra, seseorang terus mengamati Keyra dengan pandangan yang sulit diartikan, orang itu tidak lain adalah Stevan
Apartemen Edo
"EDO ********" teriak Keyra saat sampai di apartemen Edo. Edo telah mengirim kan pesan kepada Keyra password apartemennya dan menyuruhnya langsung masuk saja apabila sudah sampai
Yang dipanggil langsung menoleh kearah Keyra dan segera berdiri dari posisinya kemudian berjalan mendekati Keyra yang terlihat mengamuk
"Ini akan lebih mudah" batin Edo
Dengan cepat Edo menggapai Keyra dan menubrukkannya ke dada bidangnya dengan sekali tarikan, ia memeluk Keyra dengan erat seakan rindunya telah berabad-abad ia pendam
"Maafin gue Key" ucap Edo penuh penyesalan tanpa melepas pelukannya dari Keyra
__ADS_1
Keyra bukannya melawan atau histeris, ia hanya terisak di dada Edo membuat Edo segera melepas pelukannya dan terus memohon maaf dengan menatap mata Keyra
"Maafin gue Key" ucap Edo seraya menghapus air mata Keyra yang jatuh tak jarang dari pipinya
Keyra segera menepis tangan Edo dan malah menatap Edo sangar
"Kenapa lo minta maaf?" Tanya Keyra membuka suara
Edo merengkuh Keyra kembali, ia terisak ditengah pelukannya. Dia terus mengusap-usap rambut lurus nan hitam Keyra dan Keyra tidak menolak sama sekali, jujur Keyra juga sangat merindukan sahabatnya ini
"Gue minta maaf atas perselingkuhan Rama dan Rina" ucap Edo belum melepas pelukannya "maafin gue Key, maaf" ucap Edo terisak ditelinga Keyra
Keyra juga semakin ingin menangis tapi ia buru-buru membuka suara
"Kok lo yang minta maaf? Lo emak bapaknya Kak Rama sama Rina atau lo kuasa hukum mereka atau jubir mereka? " Tanya Keyra dengan nada sengit seraya melepas rengkuhan Edo
Edo terdiam beberapa saat dan ia akan membalas ucapan Keyra dengan kata maaf lagi namun Keyra segera mengucapkan sesuatu
"Gue kesel sama lo, serius gue" ucap Keyra dengan nada lembut dan bersahabat
Mengetahui perubahan mimik sahabatnya Edo ingin memeluk Keyra lagi namun ia segera menghindar
"Edo, ngapain lo bilang ke papa masalah Rina dan kak Rama ke papa, kesalahan lo cuman satu dan itu sangat fatal, lu tau nggak karna lo, karna mulut lo yang ember itu gue dijodohin tau gak sama papa, kesel gue" ucap Keyra panjang lebar dan kembali dengan ekspresi kesal dan galak
"Maaf Key" ucap Edo, hanya kata maaf yang sanggup ia ucapkan saat ini, karena Edo sadar sepertinya Keyra tidak menyalahkan nya atas perselingkuhan Rama dan Rina
"Gue punya syarat supaya lo gue maafin" ucap Keyra dengan senyum devilnya
Mendengar kata dimaafin, edo sangat bahagia "apa key? Bakal gue lakuin" ucap Edo kegirangan
"Sekarang lo pacar gue gak ada bantahan" ucap Keyra datar dan tegas
author berjanji akan up tiap hari ya sahabat:))
Terimakasih buat yang masih setia
__ADS_1