
"Keyra makan dulu sayang sebelum berangkat, gak sabaran amat mau ketemu calon suami " teriak mama Ika melihat Keyra sudah berjalan santai menuju pintu keluar
Keyra membalikkan badan menoleh ke belakang, melihat mamanya sedang sibuk di dapur membantu bibi beres-beres kulkas
Keyra sangat cantik dan anggun menggunakan dress selutut dan sepatu hillsnya yang ia beli kemarin malam berwarna pitch pink dan lembut menyatu dengan kulit putih bening Keyra, membuat semua mata yang memandangnya akan terhipnotis
"Key, kamu cantik banget sayang, pasti calon mantu mama mengira kalo kamu bidadari yang turun ke bumi" ucap mama Ika berlebihan dan membuat Keyra risih melihat kelakuan mamanya itu sehingga ia tak menanggapi pernyataan mamanya kali ini dan langsung kembali ke topik awal
"Ma, Key ini janjiannya di restoran, kalo makan sekarang bisa-bisa keyra gak makan disana, gak enak sama anak teman papa" ucap Keyra tak habis pikir dengan mamanya yang menyuruhnya makan sebelum berangkat
Mendengar hal itu mama Ika hanya menepuk jidat atas kebodohannya yang hakiki, "yaudah sayang, hati-hati ya, salam buat calon mantu mama, semoga kalian cocok" ucap mama Ika sumringah
"Iya ma, Key pamit, byee ma" teriak Keyra dan melenggok menuju garasi mobilnya dan segera beranjak dari rumahnya menuju restoran X
__ADS_1
Keyra perlahan meninggalkan rumahnya, ia sengaja berangkat lebih awal karna ada suatu hal yang akan dilakukannya, mobilnya akhirnya memasuki sebuah gedung mewah yang bertuliskan Restoran X dan tempat itu tak terlalu ramai
Ia bergegas memarkirkan mobilnya di parkiran basement kemudian ia keluar dari kursi kemudi dan beralih ke kursi belakang untuk membawa sebuah paper bag disana dan menentengnya santai
Keyra berjalan perlahan meninggalkan parkiran dan menuju ke lantai 3, ya mereka bertemu di tempat vip sesuai keinginan papa Gary, sebelumnya ia terlebih dahulu singgah di kamar mandi, setelah agak lama ia pun keluar darisana
Penampilan Keyra seakan berubah drastis, dress anggun yang tadi ia pakai berubah menjadi celana jeans neavy dengan motif sobeknya dan juga atasan yang sesuai dengan celananya, sepatu hillsnya berubah menjadi kets putih bersih, make up nya yang tadi soft dan tampak natural sedikit berbeda, ia memoleskan make up ala bad girl yang tomboi, namun karena Keyra sangat cantik, ia masih terlihat cocok dengan yang ia kenakan
Keyra merogoh kantongnya dan mendapati sebuah permen karet disana, ia memakannya santai seraya berjalan dengan senyuman tanpa arti itu
"Papa tau darimana ya tentang kak Rama?" Gumam Keyra seraya sibuk mengemudi mobilnya keliling daerah rumah saat ia dibentak papa Gary
"Apa Edo yang bilang ya?" Lanjut Keyra bertanya-tanya
__ADS_1
"Trus kenapa jodohin aku sama anak temannya, gak asih ah, maunya kan artis aja" lanjut seraya sibuk menatap lurus jalanan di depannya
Kemudian ia berhenti disebuah tempat, ya tempat itu adalah area perbelanjaan, Keyra berniat pura-pura mengikuti kemauan ayahnya saja dan membeli dress cantik dan sepasang baju berbahan jeans namun masih tampak sedikit girly dan menawan
"Papa, kita lihat siapa yang menang, Keyra bakalan ikutin kemauan papa" ucap Keyra tersenyum sinis, ia ingin menunjukkan ke papa Gary kalau pilihan papanya pasti salah
Flasback off
Keyra celingak-celinguk melihat ke sekitar dan sepertinya belum ada yang datang, ruangan itu memang sengaja dipilih ruangan privat
Keyra mendudukkan dirinya di sofa single yang tersusun rapi di dekat jendela menunjukkan jalanan yang ramai pejalan kaki, ia mengangkat kaki kanannya ke atas sofa dan mulutnya dan henti-hentinya menguyah peremen karetnya
Keyra sudah tidak sabar melihat bentuk calon suaminya dan pasti akan menolaknya karena tingkahnya sekarang yang tampak seperti preman pasar, ia menghilangkan rasa gak sabarannya dengan memainkan ponselnya sesekali bersenandung ria
__ADS_1
"Haii, happy banget mau ketemu aku" ucap lelaki itu yang tiba-tiba datang tanpa Keyra sadari karena ia terlalu sibuk dengan pikirannya
Tanpa menjawab Keyra melihat ke arah lelaki itu, ia memandang sangat lama seakan ia mengenal lelaki itu, ia memastikan sekali lagi supaya tidak salah lihat, namun yang ia lihat memang dia yang pernah dia lihat.