
di sebuah desa,terdiri pesantren yang tidak begitu maju sebelumnya.sekolah diniah pun masih berkumpul antara lelaki dan perempuan. hany,mondok di pesantren itu kurang lebih sudah 2 tahun. dan tinggal 9 bulan lagi menuju kelulusan. ia berusia 17 tahun. ia adalah putri dari seorang petani .ia begitu ramah terhadap orang lain,tapi bisa merubah dirinya menjadi seekor singa yang di takuti ketia ia marah. ia tidak manja pada orang tuanya.karena ia tahu keadaan orang tuanya seperti apa .
pada pagi hari,ia mengikuti mata pelajaran aswaja. di jam ke 2,kepsek tiba-tiba membuat pengumuman bahwa guru bahasa arabnya tidak bisa hadir karena udzur. anak-anak sekelas itu,berhamburan karena pelajaran jam ke 2 free.
mereka bergurau sesuka hati,ada yang teriak-teriak,ada yang ngegibah,ada juga yang lempar-lemparan penghapus papan tulis. hany menyukai salah satu lelaki sekelasnya. ia bernama hanafi. ia begitu jago dalam berbahasa arab. hany mengaguminya.namun,sebagai seorang wanita,ia tak mampu mengungkapkan perasaannya.ia hanya curi-curi pandang pada hanafi. kala itu terlihat hanafi sedang badmood karena pelajaran favoritnya tidak dapat berlangsung.naina ikut sedih dengan keadaan itu. hany menyempatkan dirinya untuk mengisi kekosongan pelajaran kala itu,ia mendalami pelajaran hadist. ia lumayan menyukai pelajaran itu,namun ia sangat membenci pelajaran matematika.
entah Berawal dari mana, tiba-tiba saja penghapus papan tulis mendarat di kepala hany. tepat di bekas jahitan kepalanya. ia pernah terjatuh di kamar mandi pesantren 2 minggu lalu. hany menoleh dan bertanya siapa yang melempar penghapus itu padanya. kemarahannya tidak terkontrol.ia lupa,lelaki yang ia idamkan juga ada disana.
"siapa yang berani melempar penghapus ini padaku?" kemarahan hany memuncak karena tidak ada yang menjawab.kembali ia geram dan berdiri.
"jawab siapa yang melempar penghapus ini ke kepalaku.?" teriak hany kala itu.
"A-a-aku han" suara lembut itu membuat hany menoleh.
"ka-ka-kamu fi?" seketika hany gerogi dengan suaranya sendiri.yang awalnya lantang, seketika ia ciut dan langsung duduk.
"ciee...cie..." sorak kawan sekelasnya itu.
__ADS_1
"maafin aku yah,aku gak sengaja" jawab hanafi.
"i,iya fi gapapa" jawab hany
hanafi berumur 18 tahun lebih tua dari hany.ia dikenal dengan sebutan si cowok pecinta bahasa arab.
hany memegang kepalanya.ia merasa sakit yang amat luar biasa.ia meminta teman sebangkunya untuk melihatnya.
"rini,tolong liatin kepala aku dong,kok sakit banget ya." pinta hany.
"oh iya coba kamu nunduk han,buka jilbabnya dulu" jawab rini
"iya han" jawab rini.
ketika rini melihat kepala hany,rini terkejut.
"han,kena bekas jahitannya.terus..." rini tidak melanjutkan omongannya karena ia meringis
__ADS_1
"terus kenapa atuh rin,jangan setengah-setengah ngomongnya" pinta hany
"a-anu han,kepalamu keluar darah." jawab rini.
"beneran kamu rin?" tanya hany tak percaya
"iya han,nih coba liat jilbabmu." kata rini sembari memperlihatkan warna merah di hijab hany.
hany terkejut dan langsung jalan keluar.ia menuju ruangan kesehatan.seketika kawan-kawan hany di kelas itu ikut keluar .hanafi kala itu merasa bersalah pada hany.
di luar ia bertemu dengan guru killer.guru matematika yang amat tidak disukai oleh hany.
"kenapa kamu han?" tanya guru killer tersebut
" kepala bocor pak" jawab hany jengkel
"yaudah ayok tak anter pulang" jawab guru killer tersebut.
__ADS_1
"gak usah pak,cuma gini doank" jawab hany