
" ana.. Tante mau kamu terus berdekatan dengan dika,kalau bisa kamu balikan atau bahkan kamu menikah sama dika" nyonya mina membuka pembicaraan.
"lah tan, kan dika udah menikah. walaupun mau mengembalikan ingatan dika,ya gak gini juga kan tan,kasian sama istrinya" jelas ana.
"udah,kamu gak usah mikirin dia, wanita murahan itu, gak pantas sama dika. hanya kamu ana,wanita yang cocok bersanding dengan anak tante. pokoknya buat wanita desa itu pergi dari sini,kamu harus mesra sama dika" pinta nyonya mina.
"kok bisa-bisanya Tante meminta aku begitu? dia kan menantu tante sendiri?" tanya ana yang merasa janggal dengan wanita didepannya
"tante dari dulu gak sudi dan gak terima dika menikah dengannya.tapi demi dika,tante bela-belain pura-pura suka.sekarang,dika sendiri pun tidak mengingat wanita desa itu jadi tak ada alasan lagi untuk mengubah sikap tante" jawab nyonya mina.
***
terlihat hany sedang duduk di kasurnya. ia memegangi perutnya.air mata terus mengalir. dika melihatnya dari pintu.
"mengapa aku merasakan sakit di hati,saat melihat ia menangis,ada apa ini?" ucapnya dalam hati.
ia mendekat menghampiri hany. ia pegang pundak hany. hany menoleh.
"apakah kita benar-benar telah menikah?" tanya dika perlahan.
__ADS_1
hany beranjak dari duduknya,lalu menuju pintu dan menutupnya. ia kembali ke arah dika dan duduk di sampingnya.
"itu terserah abang,mau percaya atau tidak.yang jelas, kita adalah pengantin baru. abang yang memilih adek sendiri sebagai pasangan hidup abang,bukan wanita itu. dan juga,adek sekarang sedang hamil anak abang,darah daging abang." jelas hany sambil terisak.
"apa, kamu sekarang sedang hamil?" tanya dika terkejut.
"ya bang."
tiba-tiba pintu kamar terbuka lebar.terlihat nyonya mina dan ana berdiri.
"dika,antar ana ke kamar sebelah,dia akan tinggal disini membantu memulihkan ingatanmu" perintah nyonya mina.
"kenapa dia harus tinggal disini ma,udah ada saya yang bisa jagain bang dika" tanya hany.
"bukan urusanmu" jawabnya cuek.
"ma,hany mau tanya, kenapa mama begitu membenci hany, apa salah hany?" tanya ia pada ibu mertuanya
"salah kamu, harusnya tidak perlu berada disini.tidak pernah masuk ke dalam kehidupan kami" bibir mertuanya meninggi sebelah.
__ADS_1
"bagaimana pun mama gak suka hany,hany tetap akan sabar ngadepin mama" jawab hany.
***
malam pun tiba. semua keluarga berada di rumah. hany menyiapkan makan malam untuk mereka. disana terlihat nyonya Mina juga membantu. namun, siapa yang tahu bahwa ia selalu berkata kasar pada hany.
"sok-sokan masak,seenak apa masakanmu hah?" sindir mertuanya.
hany hanya diam. ia tdk mau melayani omongan kasar mertuanya itu demi menjaga kesehatan kandungannya. nyonya mina menumis udang,namun tiba² hany merasa mual dengan baunya. hingga ia berlari ke arah kamar mandi.
"loh,kenapa tuh anak?" gunam nyonYa mina
terlihat hany kembali masuk ke dapur.namun,saat mendengar bau masakan udang,ia kembali mual. dan kembali ke kamar mandi. disana nyonya mina mulai mengerti. saat hany kembali, nyonya mina langsung menghampiri hany.
"kamu hamil?" tanya ia pada menantunya.
hany hanya diam.
"jika hany menjawab iya,yang pasti mama akan berkata bahwa anak ini hasil perselingkuhan hany dengan lelaki lain,jika hany berkata tidak,mama juga tidak akan tinggal diam dengan keadaan hany, mungkin malah akan membuat hany susah dalam pekerjaan rumah lainnya" ucap hany lantang.
__ADS_1
disana nyonya mina terdiam dan langsung membawa tumis udangnya ke ruang makan.