AKU MASIH MENJAGA CINTAMU SAMPAI DI BAWAH BATU NISAN

AKU MASIH MENJAGA CINTAMU SAMPAI DI BAWAH BATU NISAN
keinginan menyerah


__ADS_3

semua berkumpul dalam satu meja makan. begitupun ana. hany membuat masakan ikan gurame dengan saos tiram asam manis. ada kangkung dan sambal. nyonya mina hanya menumis udang. entah mengapa, udang itu di taruh agak jauh dari hany olehnya.


"em..kok kayak gak asing sama masakan ini ya? mama yang masak?" tanya dika


nyonya mina hanya diam,lalu melihat ke arah hany,ia menghela nafas dalam lalu berkata


"bukan..itu masakan hany,mama cuma masak tumis udang" jawabnya.


hany kaget dengan suasana itu,mengapa? tumben sekali mertuanya tidak membohongi dika.


"ehem..tante,aku mau makan udang yang tante masak,pasti enak" rengek ana pada nyonya mina.


"ah,ini..kamu makan aja" jawabnya sembari menyodorkan udangnya.


"gak nyangka kamu pinter masak ya han..pasti tambah gemuk dika kalo seandainya dia gak hilang ingatan dan tetap berada di rumah kalian sendiri" ucap antoni.


seketika Suasana jadi hening. hany berusaha mencairkan suasana.


"makasi kak sudah memuji masakan hany,tapi semua yang hany hidangkan hanyalah masakan kampung. maaf karena hany gak bisa masak masakan restoran berbintang" jawab hany seolah menyindir mertuanya.


ana yang melihat suasana itu, berusaha mengambil hati nyonya mina. ia mengambil tissue,lalu menyeka mulut dika.

__ADS_1


"ada kotoran di bibir kamu sayang," ucapnya


"ah iya makasi ya sayang" ucap dika


tiba-tiba pintu terbuka, ternyata pak Broto baru pulang kerja. terlihat ia membawa sesuatu di tangannya.


"apa itu pa," tanya antoni.


"hayo..papa bawa apa?" tanya pak Broto sembari mengangkat oleh-oleh di tangannya.


"wah duren" kata dika.


refleks hany berlari ke kamar mandi. ia muntah-muntah disana.


"dia hamil" nyonya mina bersuara dengan cepat


"a-apa?" pak broto dan ana kaget.


"benarkah ma" tanya pak broto.


"ya sepertinya begitu,waktu masak juga begitu" ucapnya.

__ADS_1


***


semua telah kembali ke kamar masing-masing. hany berbaring di atas kasurnya. ia terlihat gelisah, karena suaminya tak kunjung datang. ia bangkit kembali dari tempat tidurnya,lalu ia keluar untuk mencari dika. ia menyusuri lorong atas,lalu turun menuju halaman. terlihat disana ada sesosok bayangan dua orang di balik tembok pagar. hany menghampirinya. dan ia begitu terkejut, dimana ia melihat seseorang yang begitu ia kenal tengah berdiri disana. DIKA dan ANA. refleks hany berteriak.


"bang Dikaa....apa yang tengah kamu lakukan bang.." teriak hany.


mereka berdua sontak kaget. mereka tengah berciuman. hany lari menuju kamarnya. disana antoni,pak Broto,dan nyonya mina tengah memandang hany yang berlari. mereka berkumpul karena mendengar teriakan hany.


"han,jangan lari,kamu sedang hamil" teriak pak broto.


nyonya mina melihat ke arah dika dan ana. ia tak bisa berkata-kata. nyonya mina melangkahkan kakinya menuju kamar hany. terlihat disana hany menangis tersedu-sedu sambil memegangi perutnya.


"nak...kenapa ujian ini begitu besar..bunda gak kuat,bunda bertahan demi kamu,tapi.." isak tangis hany begitu menyayat


nyonya mina melangkah mendekati hany. ia pegang pundak hany.hany menoleh.


"kenapa ma? sekarang mama bahagia bukan? melihat anak kesayangan mama bercumbu dengan wanita pilihan mama? dengan wanita yang terhormat dan tidak kampungan? selamat ma..selamat. mama sudah berhasil . jika anak ini telah lahir,mama bisa tes DNA, apakah hany benar-benar wanita hina sehina ucapan dan fikiran mama" teriak hany.


nyonya mina hanya berkaca-kaca.pak broto tanpa sengaja mendengar ucapan demi ucapan yang hany lontarkan pada mama mertuanya itu.


"apa? jadi selama ini?" ucap pak broto.

__ADS_1


akhirnya semua terdiam.


__ADS_2