
" tidak perlu lek, insyaallah dia akan menghidupi putrimu dan akan mencukupi semua kebutuhannya.bahkan jika lek tidak keberatan,hany akan hidup berdua hanya dengan suaminya . istilahnya rumah sendiri lek" ucap heru.
kembali pak suroso diam.heru pun ikut diam.
"han...hany...sini ndok" panggil pak suroso pada putrinya itu.
"dhalem be.." sambil melangkah hany keluar dari kamarnya menuju ruang tamu.
"loh ada mas heru?" ucap hany.
"sini duduk di sebelah babe." ucap pak suroso sembari menepuk kursi kayu di sebelahnya.
"ningsih...ning...sini sebentar,ada yang mau di rembuk" kembali pak suroso memanggil.yang ia panggil tak lain adalah istrinya
"dhalem..ya Mas,ada apa" ibu ningsih muncul dari dalam.lalu ia duduk
"gini,heru menyampaikan amanat seseorang kemari.ia ingin mempersunting putri kita, insyaallah rezekinya besar,hanya saja,tugas kita telah sampai saat ini.ia akan ikut suaminya dan memiliki rumah sendiri.menurutmu bagaimana ning?" jelas pak suroso.
hany terkejut.campur aduk dalam hatinya.antara ingin menolak,atau mengikuti kemauan orang tuanya.ia tidak dapat membantah ke dua orang tuanya.
__ADS_1
"apakah kita tidak terburu-buru mas?" tanya bu ningsih.
" buru-buru bagaimana ning? umurnya sudah berapa. kalo tetep di pesantren,bapak tidak punya biaya lagi sekarang.apalagi Hutang kita makin bertambah" ujar pak suroso masih dengan suara bijaknya.
"bagaimana menurutmu han? apa kamu bersedia mengurangi sedikit tanggung jawab kami saat ini?" tanya bu Ningsih pada anaknya.
"jika untuk kembali ke pesantren saja sudah tidak mungkin,hany bisa apa mak,hany tidak mau menambah angka hutang kalian.toh nantinya hany bisa sambil lalu sekolah dari luar saat sudah menikah,itu pun jika suami hany bersedia" ucap hany dengan suara menahan tangis.
"syukurlah..." ucap kedua orang tuanya.
"kira-kira siapa gerangan pemuda yang ingin mempersunting putriku ru?" tanya bu ningsih.
"owalah...nak dika toh?" ucap pak suroso bahagia
hany terkejut.ia seketika berdiri dari duduknya. ia tidak menyangka bahwa ia baru saja menerima lamaran dari orang yang benar-benar ia benci.bahkan menyentuhnya pun ia tidak mau. kedua orang tuanya yang melihat hany kaget, langsung bertanya padanya.
"kenapa ndok? " tanya pak Suroso
"pak dika? beneran pak dika?" tanya hany spontan
__ADS_1
"iya han,emang kenapa" tanya heru.
hany melihat wajah kedua orang tuanya,seketika ia mengubah sikapnya.
"oh gapapa kok mas...yasudah hany masuk dulu" jawab hany.
heru langsung pamit undur diri dan pulang kerumahnya.disana bu Ningsih merasakan ada hal lain yang terlihat pada wajah putrinya barusan.ia langsung bergegas menuju kamar hany.
"kamu kenapa?" tanya bu ningsih
" hany gak suka sama pak dika mak,hany benci semenjak baru masuk pesantren.dia menjengkelkan,dia keras mak." jelas hany.
"sudahlah,ini sudah kesepakatan kita tadi. lagian dulu emak juga gak suka sama babemu,bahkan emak dulu enggan melihatnya tapi,cinta tumbuh dengan sendirinya.cobalah mengerti keadaan kami ndok..emak sama babe sedang terpuruk karena Hutang" jelas ibu Ningsih.
hany hanya menangis. karena ia harus berkorban untuk orang tuanya.
***
heru langsung mengabari dika.begitu senangnya dika mendengar penjelasan dari heru.
__ADS_1
"tenang ru,aku akan mengizinkan dia sambil melanjutkan sekolah kok" jelas dika.