
"anakku,nanti mama carikan nomer hp ana yah..kamu gak usah sedih" kata nyonya mina sambil mengelur bahu anaknya.
"beneran ya ma" ucap dika
"iya nak. sudah,sana turun ke bawah,bawa jalan-jalan ke halaman depan,biar fikiranmu gak stress" perintahnya.
akhirnya dika meninggalkan mereka berdua.
"asal kamu tahu ya,dari dulu saya gak suka sama kamu,itu sebabnya saya tidak pernah mau memberikan restu untuk kamu dan dika.yah inilah jawaban tuhan,dia menghapus seluruh ingatannya bersama kamu" cibir nyonya mina.
hany kaget dan air mata tambah deras mengalir di pipinya
"ja-jadi selama ini.." hany gugup saat berbicara
"ya..saya tidak mau punya menantu kampungan kayak kamu. karena gara-gara wanita seperti kamu,dulu saya bangkrut" ucap mama mertuanya dengan suara berteriak.hingga antoni,kakak dika,mendengar semua perkataan mamanya.
"ma,hargai perasaan adik ipar. walau mama tidak menyukainya, setidaknya mama pendam sendiri." kata antoni membentak
"kamu gak usah ikut-ikut.ini semua demi kesadaran dia" teriak mamanya.
"cukup ma," teriak antoni.
nyonya mina pun melangkahkan kakinya meninggalkan mereka.antoni yang melihat keadaan hany kala itu, tidak tega.
"kamu gapapa kan han?" tanya antoni.
__ADS_1
"hany pengen sendiri dulu kak..pengen istirahat" ucap hany.
"yaudah.jangan ambil hati omongan mama,dia hanya trauma dengan kejadian masa lalu. lambat laun dia akan menyukaimu" kata antoni berusaha menenangkan hati hany.
"iya kak..hany paham" ucap hany.
hany menutup pintu kamarnya.ia menangis di dalam sana.
"sayang, yang kuat yah..bunda akan bertahan demi kamu nak" ucap hany sambil mengelus perutnya.
***
kruak.. suara pintu terbuka. terlihat dika disana berdiri dan tersenyum. hany merasa lega melihatnya.apakah suamiku telah memaafkan ku? fikir hany.
"bang..." panggil hany sambil tersenyum.
"siapa dia?" tanya wanita itu
"ntahlah. aku juga tidak mengingatnya" jawab dika
"oh.." wanita itu melangkah menghampiri hany.dan mengulurkan tangannya. tangan putih dan kuku berkutek biru, terlihat indah di depan hany. "perkenalkan,namaku ana. kamu?" lanjut wanita itu,yang ternyata adalah ana.
hany merasa sakit, ternyata wanita itu adalah ana,pacar dika yang dulu. dan Sekarang berada di depan matanya. hany mengulurkan tangannya dan berkenalan dengannya. " aku hany.. istri bang dika" jawab hany dengan lantang.
"oh, apakah kamu sudah menikah dika?" tanya ana
__ADS_1
"aku merasa tidak pernah menikah.dan juga tidak pernah ingat benarkah dia istriku. namun wanita ini selalu mengingatkanku bahwa aku suaminya.karena mama kasihan padanya,jadi dia di tampung di rumah ini" jawab dika tanpa berfikir dua kali.
"o-oh..hay hany..salam kenal" ucap ana.
"salam kenal juga,mohon agak menjaga jarak dengan suamiku" kata hany blak-blakan
"oh baiklah.. kalau begitu aku turun dulu" kata ana agak takut.
"baiklah pintunya disana" kata hany sambil mengangkat tangannya menunjukkan pintunya.
"kamu jangan keterlaluan padanya,dia pacarku" ujar dika pada hany.
"bang kita sudah menikah,cukup membuat lelucon seperti ini" teriak hany.
dika menyusul ana keluar. terlihat ana berpapasan dengan mamanya.
"kamu jangan marah ya sayang" ucap dika pada ana.
"gapapa kok,santai saja." kata ana sambil tersenyum
"emang kenapa?" celetuk nyonya mina
"itu,hany berkata kasar pada ana" jawab dika.
"dika,mama mau bicara dulu sama ana,kamu ke atas dulu ya" ucap mamanya.
__ADS_1
dika mengangguk dan meninggalkan mereka berdua.