
hany mengikuti instruksi dari dika. setelah beberapa kali salah, akhirnya ia lihai juga.
"sa-sayang,apakah kamu siap?" tanya dika
"i-iya sayang" jawab hany dengan terengah-engah.
akhirnya dika memberanikan diri melakukannya. saat dika berusaha masuk,begitu sulit,karena hany selalu menjerit kesakitan.
"abang hati-hati kok sayang,gak bakalan keras-keras,sabar ya..emang sakit kok kalo pertama kali." ucap dika terengah-engah menahan nafsunya.
"iya bang" jawab hany.
jam terlihat sudah menunjukkan pukul 2 dini hari. dika kewalahan karena belum bisa. hany juga merasa kasihan pada dika karena melihat dika kecapean.hingga akhirnya,hany memberanikan diri mendorong dika dengan ke dua tangannya,hingga akhirnya..
"ah..." teriak hany. ia merasakan sakit dan perih yang tak tertahankan. terasa panas dan tidak enak.
dika terkejut dan langsung memeluk hany.
"kenapa kamu dorong sayang,abang gak mau buat kamu sakit" ucap dika.
"gapapa sayang,aku pengen jadi istri kamu seutuhnya." jawab hany dengan air mata mengalir di pelipisnya.
"aku lanjutin ya" tanya dika
__ADS_1
"iya sayang, gapapa,aku kuat" ucap hany.
akhirnya Dika melanjutkannya.
***
dika kembali melanjutkan pekerjaannya, setelah hany tertidur pulas. dika meneteskan air matanya karena bahagia.akhirnya hany mencintainya. ia juga merasa kasihan dengan istrinya yang kesakitan.
ia menghampiri hany dan mencium keningnya. ia berjanji akan terus menjaga cintanya untuk sang istri
adzan subuh telah berkumandang.dika mengirim berkas-berkas itu lewat online,hingga akhirnya pekerjaannya selesai.
terlihat hany sempoyongan turun dari tempat tidurnya.ia menuju kamar mandi.ia mandi dan membersihkan badannya.ia menoleh ke kaca wastafel.terlihat di sekujur tubuhnya banyak tanda ****** disana.
"itu.. kenapa ada darah bang," tanya hany dengan polos.
"punyamu keluar darah dek" jabad dika salting
"loh,apa aku mens?" tanya hany masih dengan kepolosannya
"nggak sayang..." jawab dika malu.
hany hanya diam.ia belum mengerti.
__ADS_1
" keperawanan seorang wanita,kalo sudah di masuki,pasti keluar darah." jelas dika yang mau tidak mau harus menjelaskannya.
"oh..maaf adek gak tau bang" ucap hany dengan malu-malu.
"yaudah tunggu sebentar,abang mandi dulu habis itu sholat subuh berjamaah" pinta dika
"iya bang," jawab hany.
***
usailah mereka sholat subuh. kebetulan hari itu hari libur.hany membuat sarapan di barengi oleh dika.hany yang ketika itu mengiris bawang,dika memeluknya dari belakang.
"a-abang duduk aja disana" ucap hany
"nggak,abang pengen disini nemenin adek" jawab dika manja.
"bang,adek mau tanya,kenapa abang gak pernah ngajak adek untuk mengunjungi keluarga abang?" tanya hany
"sedari dulu,abang hidup mandiri. bahkan abang mengingat,abang jarang sekali makan semeja dengan keluarga abang sendiri." ucap dika
"kenapa bisa begitu bang?" tanya hany
"abang punya seorang kakak lelaki namanya antoni. ia sangat menyayangi abang. awalnya kami bahagia-bahagia saja. hingga suatu hari,kakak bertemu dengan seorang wanita yang begitu sangat dicintai oleh kak antoni. tidak ada yang tau dengan asal usul asli dari wanita itu. hingga akhirnya melakukan pertunangan di rumah kami" jelas dika
__ADS_1