
" ndok,ingat,apa yang emakmu lakukan untuk babe tiap hari,di contoh. suami adalah kepala rumah tangga.dia adalah imammu." nasehat pak suroso.
"iya be" jawab hany.
terlihat dika usai sholat dan melangkah ke teras. ia berbincang dengan mertuanya.
"kamu mau balek rumah seusai sarapan? "tanya pak suroso
"iya be,sekalian mau bersih-bersih rumah baru kami" ucap dika sambil senyum-senyum
"babe mau nanya,itu rumah pemberian siapa?" tanya pak suroso
"saya sendiri yang beli be,dari kuliah,saya sambil lalu bekerja.sebelum jadi guru,saya bekerja serabutan.uangnya saya tabung.dan Alhamdulillah,setelah mendengar kabar kalo hany mau nerima saya,saya langsung nyari rumah yang siap huni" jelas dika.
"mengapa kamu memilih bekerja di luar, sedangkan orang tuamu mampu menghidupi kamu,bahkan menjamin hidupmu. bahkan,kamu bisa masuk ke dunia wartawan jika kamu mau" ucap pak suroso
"saya tidak tertarik be,wartawan itu, mencari-cari kesalahan orang lain.mempublikasikannya,dan dibalik itu,saya juga ingin mencari pengalaman sebagai orang biasa .saya tidak mau bergantung pada orang tua" ucap dika.
__ADS_1
"subhanallah...babe gak salah pilih padamu le" ucap pak suroso.
"ayo sarapan dulu,kita sarapan bareng. biar gak terlalu siang nak dika pulang" tiba-tiba bu ningsih datang.
mereka pun makan bersama.walau lauk sederhana,namun dika begitu nyaman dengan suasana itu.ia begitu lama tidak merasakan kehangatan keluarga.bahkan,1 meja dengan orang tuanya pun,hanya mimpi dikala ia masih bocah.
jam menunjukkan pukul 7 pagi hari,hany beberes baju-bajunya untuk ia bawa pergi ke rumah barunya.ia sesekali sesenggukan menahan air mata agar tidak keluar. ia akan meninggalkan rumah yang menjadi saksi bagaimana ia tumbuh dewasa hingga saat ini,dan ini adalah kali terakhirnya ia menghuninya.
terlihat kedua orang tuanya menunggunya di luar,sambil berbincang pada dika.
"nak dika,babe titip hany yo le,jangan sakiti dia,bahkan hatinya. jika ia nakal,tolong nasehati dia. jika kamu sudah bosan,tolong antar kemari, kembalikan pada babe. ia memang di didik dengan keras,tapi bukan dengan kekerasan fisik. tolong jaga dia baik-baik,tugas kami sudah sampai saat ini" ucap pak suroso.
terlihat bu ningsih mengelap air matanya saat melihat putrinya keluar.
"ingat,jadi istri penurut ya ndok.jadi istri sholehah" ucap bu Ningsih.
"iya mak." jawab hany,sembari langsung memeluk ibunya.
__ADS_1
"tenang dek,nanti seminggu sekali kita main kesini. aku gak bakalan misahin kamu sama ke dua orang tua kita" ucap dika pada hany.
"beneran?" tanya hany tak percaya.
"iya.."
kedua orang tua hany terlihat sangat bahagia.hingga tak terasa pak suroso memeluk menantunya.
"babe sangat berterima kasih padamu le" ucapnya terharu.
"iya be.. sama-sama.tidak mungkin saya membuat jarak antara hany dengan babe.toh kalian Sekarang adalah orang tua saya juga" ucap dika.
"bener-bener gak salah kita milih mantu mas..." ujar bu ningsih.
akhirnya mereka pamit,mencium tangan ke dua orang tua itu.lalu berlalu pergi dengan menaiki sepeda motor.terlihat hany sama sekali tidak berpegang tangan pada dika.dika juga mengetahui hal itu.namun ia tidak berani juga menyuruh hany. saat melintas d depan rumah heru,dika pamit dengan suara teriak.
"kami pulang dulu ya ru..." ucap dika setengah berteriak.
__ADS_1
"iya..samawa ya bro... hati-hati di jalan" jawab heru..
"amin..."