
5 hari sudah hany belum balik pesantren.hanafi merasa rindu dan juga merasa bersalah.ia tidak fokus mengikuti kegiatan di pondok.tiap hari ia menunggu hany balik lagi.
***
di rumah,hany merasa bosan karena tidak bisa beraktivitas seperti di asrama putri. ia memberanikan diri berbicara pada ibunya.
"mak,hany kapan balek ke pondok?" tanya hany.
" tunggu babemu dapet uang han, sekarang kita sedang banyak hutang,panen jagung pun masih lama,kamu balek pondok bukan gratis,emak harus bawa oleh-oleh di tangan untuk ibu nyai" jelas ibu hany.
hany merasa jengkel dengan guru killer itu lagi.mengapa ia berani membawa hany pulang dengan keadaan keluarganya seperti ini.
***
di ruangan guru,dika tengah berbincang dengan heru,guru tajwid di pesantren. heru sudah beristri dan memiliki anak yang baru berumur 4 bulan.rumahnya tidak jauh dari kediaman hany
"ru,aku mau nanya sesuatu sama kamu" ucap dika.
"nanya apa dik" tanya heru.
"kamu kan deket nih rumahnya sama pak suroso,mereka itu keluarga seperti apa?" tanya dika.
"kenapa kamu nanyain hal ini?" tanya heru kembali
__ADS_1
"jawab dulu lah,nanti aku ceritakan apa maksud dari pertanyaanku"ujar dika.
"dia di kenal sebagai seorang bapak yang keras pada hany,yah kerasnya dalam hal mendidik.hany juga anak yang penurut.mereka keluarga yang sederhana,bertani dan jujur. hanya saja sekarang mereka terlilit hutang semenjak buk erna pulang ke rumah pak suroso" jelas heru.
"bu erna siapa ru?" tanya dika penasaran
"dia ibunya bu ningsih.mertuanya pak suroso.alias neneknya hany. waktu itu bu erna sakit-sakitan, semenjak itulah pak suroso kesana kemari berhutang.hingga akhirnya bu erna meninggal." ucap heru.
"hany itu anak tunggal?" tanya dika kembali
"gak,dia punya saudara kok, adeknya laki-laki.dia mondok di pesantren an-nur. umurnya baru 15 tahun." jelas heru.
"oh...gitu.." dika sambil menganggukkan kepalanya
" aku,pengen mempersunting hany ru, kira-kira mau gak ya?" tanya dika tanpa basa-basi
"waduh" heru kaget dengan pernyataan dika.
"kenapa ru?" tanya dika.
"aku gak pernah denger kamu punya pacar,sekarang begitu saja langsung mau mempersunting anak orang" ucap heru sambil tertawa.
"ya dari pada syahwat,haram loh pegangan tangan dengan yang gak muhrim." ucap dika.
__ADS_1
"yaudah butuh bantuanku gak?" tanya heru menawarkan diri.
"emang mau bantuin aku?" tanya dika.
"iya kalo kamu berkenan" kata heru
"baiklah terimakasih ya sob" ucap dika.
***
sore telah tiba, heru telah sampai rumahnya.ia bergegas menuju rumah pak suroso.ia benar-benar menjalankan amanat dari dika. heru mengetuk pintu rumah mungil itu sembari mengucapkan salam
"assalamualaikum" ucap heru
"waalaikumsalam" sahut suara lelaki dalam rumah tersebut.
"oh heru,ayo masuk,tumben sempat kesini " tanya bapak hany.
" tanpa basa-basi ya lek,saya mau menyampaikan amanat. ada seseorang yang benar-benar menyukai putrimu lek, insyaallah amanat dalam menjaganya sampai kelak.dia bahkan tidak mau menyentuh putri lek sedikit pun karena takut dosa." jelas heru
pak suroso diam saja. heru tidak mengerti dengan ekspresi wajah itu.heru menundukkan wajahnya karena takut salah bicara.
"aku masih banyak hutang ru,bagaimana aku akan menghidupi anak orang?" ucap bapak hany dengan suara datar dan bijaksana.
__ADS_1