
"kepalamu bocor loh han" jawab dika,si guru killer tersebut.
akhirnya dika meminta izin pada ketua asrama hany,bahkan pada ibu nyai pengasuh pondok tersebut.dan mengantarkan hany pulang. hanafi merasa bersalah padanya,ia mulai menceritakan kerisauannya pada sahabatnya.
" gimana ya dim, sebenarnya aku suka sama hany,cuma aku gak tau caranya mencuri perhatian dia.jadi aku lempar dia pake penghapus" ucap hanafi pada dimas.
"loh,kok bisa sih fi..." ejek dimas sambil tertawa.
"kok malah ketawa sih kamu dim.aku lagi bingung nih" hanafi tersipu malu pada sahabatnya itu.
"rin,sini dulu rin" panggil dimas pada sahabat hany itu.
rini menoleh lalu menghampiri dimas.
"ada apa dim?" tanya rini.
"ini, sahabatku lagi kasmaran sama sahabatmu." goda dimas pada hanafi.
"loh,kamu kok gitu dim, bisa-bisanya kamu sebarin ke dia." sentil hanafi pada dimas.
__ADS_1
"oh maaf-maaf.aku minta maaf bro..tenang, aku gak bermaksud jelek kok,kalo rini tau, otomatis cintamu lewat rini tersampaikan ke hany." jelas dimas.
"iya juga sih" sahut hanafi.
\*\*\*
hany akhirnya sampai di rumahnya dengan di antarkan dika. hany merasa jengkel dengan guru killer tersebut. dika guru termuda di sekolah hany,ia baru berumur 24 thn. ia jadi guru sambil lalu kuliah. kecerdasannya dalam bidang pelajaran matematika,patut di acungi jempol. namun,dika tidak disukai banyak siswa karena ia keras pada siswanya jika tidak mengerjakan tugas yang dika berikan. dika berparas tampan dan postur tubuhnya tinggi dan gagah,namun ia sama sekali belum memiliki pasangan.
"loh,nduk kok pulang?" tanya pria tua tersebut.
"ia be,ini pak dika terlalu khawatir terhadap siswinya hanya karena bekas luka hany keluar darah lagi" sahut hany pada bapak kandungnya itu.sambil bersalaman dan di ciumannya tangan tua itu.
"gak usah be,pak dika mau ngajar di pesantren, buru-buru dia be" ucap hany pada bapaknya, seolah-olah tidak mau jika guru killer tersebut memasuki rumahnya.
"loh iya toh le?" tanya pria tua itu.
"oh nggak pak, kebetulan mata pelajaran yang saya pegang sudah lewat jadwal." jelas dika
dika pun masuk. hany makin jengkel dengan gurunya itu. lama berbincang antara bapak hany dan guru killer tersebut.bahkan ibu hany menyuguhkan kopi untuk dika.
__ADS_1
"oya le,namamu siapa?" tanya bapak hany
"nama saya dika pak,guru matematika nya hany di pesantren" ucap dika
"oh..orang mana le,dan orang tuamu bekerja sebagai apa?" tanya bapak hany kembali
"bapak saya seorang wartawan pak,dan ibu saya seorang perancang busana pengantin" jelas dika.
"owalah...kamu kok gak masuk ke dalam pekerjaan bapak mu nak dika" tanya bapak hany
"saya lebih suka pekerjaan ini dari pada yang lain pak" ucap dika.
setelah beberapa lama,dika akhirnya undur diri.
"saya pamit dulu pak,oya,jangan kembali dulu hany sebelum sembuh total ya pak,takut kenapa-kenapa di pesantren" jelas dika sembari mencium tangan bapak hany.
"iya nak dika sebelumnya terimakasih karena sudah di anterkan ke rumah,sampek merepotkan kamu nak dika." ucapnya.
"gapapa pak.ya sudah saya pamit, assalamualaikum" pamit dika.
__ADS_1
"waalaikumsalam"