
dika sampai di rumah orang tuanya.disana ia berpapasan dengan papanya.
"loh,kenapa kamu kesini nak,mana istrimu?" tanya pak broto.
dika hanya diam dan langsung masuk ke kamarnya yang dulu.
"dika,jawab pertanyaan papa,mana istrimu" tanya pak broto dengan suara lantang.hingga istrinya mendengarnya.
"ada apa sih pa teriak-teriak" tanya nyonya mina.
"anakmu pulang,tapi gak sama istrinya. dia juga bawa koper." jelas pak broto.
"palingan juga udah bangkrut dia karena ulah wanita desa itu" celoteh nyonya mina.
"jaga omonganmu ma" tegas pak broto.
dika keluar lagi dari kamarnya. ia dicegat oleh pak broto.
"mana istrimu dika?" tanya lagi
"dia sudah mempermainkan dika pa,dia bermesraan dengan lelaki lain" ucap dika dengan nada keras.
" gak mungkin itu,pasti kamu salah paham.coba ada masalah apa pun bicarakan baik-baik,jangan kesusu memutuskannya dengan amarah" nasehat pak broto.
"halah..mama kan udah bilang, wanita desa tuh gak bakalan punya otak" celoteh nyonya mina lagi.
__ADS_1
dika masuk kembali ke kamarnya.
***
"saya kenapa dok?" tanya hany
"selamat nyonya,anda akan menjadi seorang ibu" ucap dokter yang menanganinya.
"oh benar kah?" tanya hany bahagia.
"iya" ucap dokter tersebut sambil tersenyum.
"Alhamdulillah..." ucap syukur hany.
hanafi memutuskan untuk memesan ojek, sedangkan hany tetap menaiki becak. sesampainya di rumah,ia kaget melihat pintu rumahnya terbuka lebar.
"nggak kok han,aku bener-bener ingat kalo aku menguncinya.ini kuncinya" jawab hanafi sambil memperlihatkan kunci di tangannya.
hany langsung berlari kecil masuk ke dalam rumahnya.ia melihat keadaan rumahnya,tidak ada satupun yang hilang. lalu ia mengecek lemarinya,disana ia melihat pakaian suaminya raib. tak ada yang tersisa satu pun.
"fi, baju-baju bang dika kok gak ada yah,dan juga gak ada yang hilang di dalam.hanya baju bang dika yang habis." ucap hany
"kok bisa" tanya hanafi.
hany langsung menelfon suaminya. 2x tidak di angkat. dan ia terus menerus menelfon suaminya.namun di rijek.
__ADS_1
"gak biasanya bang dika rijek panggilanku.apa dia begitu sibuk?" tanya hany
"coba kamu telfon pak heru,mungkin dia bisa bantu telfonkan ke pak dika" ucap hanafi memberi solusi
"oh iya.." ucap hany.
ia langsung menelfon heru dan meminta tolong padanya.heru juga bersedia membantu nya. tidak lama kemudian,hany mendapat notif chat dari heru. hany membukanya, sebuah foto? lalu hany klik foto itu,ternyata....
"fi...habislah.." tangis hany meluap setelah melihat foto itu..
"ke kenapa han..kenapa" tanya hanafi bingung
"bang dika udah datang,yang bawa baju-bajunya bang dika sendiri.." ucap hany sambil terisak.
"loh dibawa kemana?" tanya hanafi masih tidak mengerti
" bang dika melihat aku dan kamu dikiranya berpelukan" ucap hany sambil memperlihatkan foto yang heru kirim
"yaallah han..pak dika salah faham ini..aku akan jelasin ini sama dia" ucap hanafi
"gak perlu fi, mending kamu pulang saja. biar aku yang selesain ini semua..kamu jangan masuk terlalu jauh agar bang dika tidak membenarkan masalah perselingkuhan aku sama kamu" jawab hany masih dengan air mata yang mengalir.
"maafin aku ya han,aku hanya niat membantu kamu karena takut terjadi apa-apa" jawab hanafi
"iya aku ngerti kok fi" ucap hany.
__ADS_1
hanafi mengangguk dan mulai berjalan pulang.
hany tak henti-hentinya menelfon dika,namun kali ini berubah tidak aktif. hany pun meminta heru mengirimkan alamat mertuanya padanya.