AKU MASIH MENJAGA CINTAMU SAMPAI DI BAWAH BATU NISAN

AKU MASIH MENJAGA CINTAMU SAMPAI DI BAWAH BATU NISAN
serpihan ingatan


__ADS_3

" dika kamu kenapa?" tanya ana yang tiba-tiba saja muncul di belakangnya


"keluar" ucap dika sambil memegang kepalanya.


"loh,kok..sayang ini aku,pacar kamu.." ucap ana kembali.


"keluar..aku bilang keluar kamu..wanita setan" teriak dika.hingga membuat seisi rumah menuju kamar dika


"dika,ada apa ini??" tanya antoni


"dia..dia belum cukup menghancurkan hidup aku kak, belum cukup" teriak dika dengan suara keras.


"apa maksudmu nak.." tanya pak broto dengan lembut dan memegangi tubuh anaknya.


"dia dulu menghancurkan harapanku. dia yang telah menghianatiku. dia tidur dengan orang lain,memberikan kesuciannya pada orang lain hingga membuat aku merusak hidupku. hidup dika pa..dikala dika benar-benar mencintainya,dia menjual cintanya. dan sekarang,dia ada disini?" jelas dika sambil menahan rasa sakit


semuanya kaget.terutama mama dika.


"ja,jadi.. yang dulunya kamu frustasi dan berani make obat-obatan terlarang karena dia?" tanya nyonya mina tak percaya.


"iya..aku tan. kenapa? bukankah Tante yang telfon aku dan menyuruh aku agar membuat hubungan anak dan menantunya sendiri jauh?" ucap ana sambil tertawa cengengesan.


"keluar kamu,atau akan aku panggilkan satpam" teriak antoni dengan nada kasar dan telunjuk mengarah ke pintu.


akhirnya ana pun melangkahkan kakinya keluar. nyonya mina berlutut di kaki dika dan menangis tersedu-sedu meminta maaf.


"maafin mama nak,mama berbuat dosa yang begitu besar. mama telah membawa masuk ular ke dalam rumah kita.."tangis nyonya mina.


"tutup mulutmu mina, aku sudah muak. sejak dika meminta restu padamu,kau bahkan tidak merestuinya dan malah membuat kebodohan ini" pak broto geram.

__ADS_1


"pa,udah pa,jangan saling menyalahkan. dika sekarang kesakitan,ayok kita bawa kerumah sakit" pinta sang kakak.


akhirnya pak Broto menuruti ucapan anak sulungnya.ia berlalu mengambil kunci mobilnya dan membawanya ke rumah sakit.


***


"walau tidak semuanya ia ingat, setidaknya itu serpihan ingatannya mulai kembali walau hanya sedikit. jangan terlalu dipaksakan agar tidak menggangu syaraf-syaraf positif di otaknya. bisa berbahaya" jelas sang dokter pada keluarga dika.


"baik dok, sebelumnya terima kasih" sahut pak broto.


"baiklah saya permisi dulu" jawab sang dokter.


dika hendak di bawa pulang oleh mereka,namun sesampainya di halaman rumah sakit,mereka melihat hany turun dari becak dengan perut buncitnya.


"hany.." ucap antoni.


hany tak melihat mereka,ia terus berjalan hendak masuk ke rumah sakit itu,namun pak Broto memanggilnya.


hany menoleh.setelah tau siapa yang ia lihat,ia langsung melangkahkan kakinya mendekat. hany langsung mencium tangan mereka semua, terlebih tangan dika. saat tanganmya dicium oleh hany,ia teringat sedikit dengan adegan saat ijab qobul dengan hany,walau samar-samar.


"Aw..." rintih dika.


"dika..kenapa nak" tanya mamanya


"gapapa ma" ucap dika


"beneran gapapa?" tanya antoni khawatir


"iya kak,gapapa" sahutnya.

__ADS_1


hany agak khawatir juga dengan keadaan suaminya itu,namun ia menahan diri,karena ia masih ingat apa yang telah dika lakukan kala itu.


"kamu..kamu sedang apa disini nak?" tanya nyonya mina canggung


"sedang kontrol kandungan ma,hari ini jadwal kontrol,sekalian usg" ucap hany sambil tersenyum karena merasakan perubahan mama mertuanya.


"apakah tiap kontrol kamu selalu sendiri nak?" tanya nyonya mina kembali


"yah,memang sendiri ma,memangnya mau sama siapa,tiap kali emak sama babe bertanya,hany selalu bilang kesini sama bang dika." ucap hany lalu menundukkan kepalanya.


"maafin mama ya nak..mama banyak dosa sama kamu" ucapnya lagi pada menantunya, disertai dengan air mata mengalir.


"gapapa ma..gapapa..hany udah maafin dari lama kok" jawab hany sambil memegang tangan mama mertuanya.


"kalian sendiri kenapa ada disini?" tanya hany


"dika.. sedikit mengingat ingatannya yang dulu" ucap antoni.


hany yang mendengarnya beranggapan bahwa ingatannya itu tentang kemesraannya bersama ana. hanya menundukkan wajahnya kembali. pak broto yang mengerti dengan ekspresi itu, langsung menjelaskannya


"dia mengingat bahwa dulu ana lah yang menghancurkan hidupnya dan bahkan membuat kami berada di masa sulit untuk memulihkan dika. dia merasakan sakit dikepalanya jadinya kami bawa kesini" ucap broto.


"yah,dia mengingat hanya sampai disitu,maaf karena mama malah menyebabkan semua iini terulang lagi" sesal nyonya mina.


"maaf ya nduk,dika belum bisa mengingatmu" kata pak broto lagi.


"gapapa pa..bukan salah papa kok" hany berusaha mencairkan keadaan


"pa,ma, dika..dika mau menemaninya dirumahnya. kasian dia. dia hanya sendiri di rumah itu,apalagi sedang hamil besar. siapa tau aku bisa mengingatnya kembali" ucapan dika membuat hany tersentak.

__ADS_1


*jangan lupa like dan komen teman-teman,agar aku bisa menambah wawasanku dalam menciptakan novel-novel lainnya


terimakasih


__ADS_2