
akhirnya mereka sampai di rumah baru mereka. hany langsung turun dan mengambil baju-bajunya. dika memarkir sepeda motornya di halaman rumahnya.ia menghampiri istrinya.sebelum memasuki rumahnya,mereka berdoa bersama. lalu melangkahkan kaki kanan terlebih dahulu. dika mengeluarkan kunci rumah itu dan membuka pintunya.hany melongo melihat ruang tamu yang begitu luas melebihi luasnya kamar hany.mungkin kamar hany 2x lipat dari ruangan itu.
dika mengajak hany masuk menelusuri rumah yang akan mereka tinggali. ia menuju ke ruangan untuk bersantai,dan menonton televisi.disana juga ada televisi ukuran 32 inc.
"i- ini beneran rumah yang akan kita tinggali pak?" tanya hany.
"iya" jawab dika.
kembali dika mengajak istrinya melihat-lihat. ada 4 kamar terletak disana.
"tarok disini dulu barang-barangmu dek,ayo kita lihat-lihat dulu" ucap dika.
"iya pak"
hany masih memanggil dika dengan sebutan bapak, seperti di pesantren.namun dika tidak mempermasalahkan hal itu.karena, dengan hany mau berbicara dengannya saja sudah lumayan untuk hubungan mereka. dika pun menuju dapur.
"aduh, dapurnya juga berlantai ya,kalo di rumah hany kan nggak. perabotan juga udah siap,wah ada lumarinya juga di atas. wah,kompornya di tanam di dalam" hany di buat takjub dengan pemandangan itu. ia seakan-akan tidak percaya bahwa ini adalah rumahnya.
__ADS_1
dika bahagia melihat istrinya menyukai rumah itu. ia mengajak hany melihat kamar mandi dan musholla di dalam rumah.
"ini kamar mandi jika ada tamu dek" ucap dika.
"ma-maksud bapak,buat tamu gimana? berarti saya gak boleh mamdi disini ya?" tanya hany polos
"bukan,kamu tetep boleh mandi kok,cuma,bukan mandi disini,kamu mandinya di kamar kita" jelas dika.
"masak iya hany harus mandi di kamar,se malu-malunya hany,hany gak mau mandi di dalam kamar,nanti airnya mau di pel kemana" tanya hany masih dengan kepolosannya.
dika tertawa. ia mengajak hany ke kamar agar ia tahu apa yang ia maksud. sesampainya di kamar,dika menyuruh hany membereskan barang-barangnya agar di tata di lemari baju.
"gak perlu mandi di atas kasur mau pun di lantai,ini kamar mandimu disini" jelas dika sambil tertawa.
"o-oh ternyata kamar mandinya disini? besar banget ya.."kata hany sambil masuk ke dalam.
"wah,ada bak kayak di TV-TV,bisa berendam ini" teriak hany.
__ADS_1
"wah ada showernya juga" teriaknya kembali.
dika tersenyum. hany keluar kembali.ia melihat kamar itu dengan seksama.
"ini..terlalu lebar kamarnya" ucap hany.
"kenapa, kamu gak suka?" tanya dika khawatir.
"suka kok.tapi ini beneran bapak yang beli?" tanya hany
"iya.. sertifikat ini sudah aku atas namakan kamu,jadi rumah ini milik kamu" ujar dika.
hany kaget.
"kenapa bapak atas namakan saya? bapak baru mengenal saya.bahkan bapak belum tahu sifat asli saya,apakah bapak akan bertahan dengan saya?" tanya hany
"hany, pernikahan itu bukan sebuah permainan,tapi adalah janji sakral yang kita buat di hadapan allah. apa pun yang terjadi,kita tetap akan hidup bersama.kita harus benar-benar menjaga pernikahan kita,aku melengkapi kekuranganmu,dan begitu pun sebaliknya" jelas dika.
__ADS_1
hany mengangguk,ia berperang dengan gilirannya sendiri.akankah ia bisa menerima guru killer itu.