
4 bulan telah berlalu, hari-hari hany masih seperti biasa, merindukan sosok suaminya. ia masih menunggu. dengan uang di ATM yang dahulu di berikan suaminya,ia membiayai hidupnya yang sendirian.
sering bu Ningsih dan pak suroso datang berkunjung, terkadang mereka menginap dirumah itu karena merasa kasihan dengan keadaan anaknya. hany selalu membohongi mereka,hany berkata bahwa suaminya sibuk keluar kota. dan mertuanya selalu mengunjunginya. padahal hanyalah pak broto dan antoni yang mengunjunginya. rini,sahabat hany,terkadang juga sesekali menjenguk keadaannya. namun untuk seseorang yang selalu ia nantikan,tak pernah kunjung terlihat di depan matanya,pada hal ia sudah meninggalkan ponselnya di kamar itu agar dika melihatnya dan membawakannya ke rumah ini. namun hasilnya nihil,hany berfikir bahwa dika benar-benar telah melupakannya. padahal sebenarnya,ana lah yang membuat kerenggangan antara mereka.
perut hany yang telah besar, membuatnya semakin giat mengerjakan pekerjaan rumah, semata-mata hanya untuk menghilangkan kenangan bersama suaminya di dalam otaknya. kehamilannya memasuki bulan ke tujuh. terlihat ia menyapu halaman rumahnya. sesekali ia duduk dan berbicara dengan perutnya.
"haduh..bunda capek sayang..nanti,kalo kamu sudah besar, bantuin bunda ya..harus jd anak yang rajin juga dirumah" ucapnya sambil mengelus perutnya.
***
dika membuka laci lemarinya. ia mencari buku proyek miliknya. namun,ia melihat ada ponsel disana.
"ponsel milik siapa ini?" tanya dia
langsung ia membawanya dan mencarger ponsel tersebut. ia hidupkan dan ia buka. lalu ia ingat,bahwa kala itu ia mengalami sakit kepala saat berusaha mengingatnya. ia berniat akan mengantarkan ponsel itu pada hany,namun kenapa tiba-tiba ponsel itu ada di laci? dika mencoba mengingat-ingat kembali. kepalanya mulai merasakan nyeri kembali. sedikit demi sedikit bayangan-bayangan terlintas di benaknya. ia mengingat kejadian 5 tahun lalu..dimana ingatan itu adalah...
__ADS_1
"ia..aku emang sudah tidur dengannya. dan video itu adalah aku.. memang aku..aku bercinta dengannya.bahkan sudah lama,setahun yang lalu.."
"kenapa kamu menghianati aku? kurang apa aku?" tanya dika pada wanita itu
"kamu sok alim. aku gak suka. sedangkan jaman sekarang,udah lumrah berhubungan intim dengan pasangannya. kalau kamu mau sok alim, jangan pacaran dengan ku,pacaran aja sama santri"
dika langsung berlalu dari hadapannya. ia pergi ke rumah temannya roni. disana ia bercerita panjang lebar. roni senyum-senyum. ia memberikan dika segelas wine.
"minumlah,nanti kamu akan lupa dengan masalahmu." ucap roni.
__ADS_1
dika yang sedang patah hatinya,meminumnya tanpa sadar apa yang ia minum. ia terus meminumnya,hingga ia mabuk berat. ia berjalan ditengah jalan bersama roni, melampiaskan amarahnya di jalanan. ia memukul kendaraan-kendaraan yang melintas. dika kala itu juga tertekan dengan masalah keluarganya yang bangkrut karena wanita yang dicintai antoni. dika seperti kesetanan.antoni yang mendengar laporan tentang keadaan dika dari tetangganya, langsung tancap gas bersama mama papanya.
selama 1 minggu dika berubah total, ia bahkan berani memakai narkoba dan suka mabuk-mabukan. hingga akhirnya ia di bawa ke tempat rehabilitasi oleh keluarganya untuk menjalani pengobatan dan hidup normal.
setelah 1 tahun berlalu,dika mulai sukses dengan proyeknya. namun wanita itu kembali datang ke kehidupan dika,ia memohon-mohon agar ia memaafkannya.
"ngaca donk ana.. bukankah kamu membuat hidupku menjadi brutal kala itu?" ucap dika.
ternyata ingatan itu adalah ana.yang mau saja di genjot oleh lelaki manapun asal nafsunya terlampiaskan.
__ADS_1