AKU MASIH MENJAGA CINTAMU SAMPAI DI BAWAH BATU NISAN

AKU MASIH MENJAGA CINTAMU SAMPAI DI BAWAH BATU NISAN
katakan bahwa ini hanya sandiwara


__ADS_3

" ya pulang ke rumah lah pa, ngapain ke rumah dia,aku gak kenal dia" ucap dika.


"ah begini saja,pak Suroso, sebaiknya hany ikut ke rumah kami, biarkan dia tinggal di rumah kami. karena bagaimanapun juga,hany adalah istri sah dari dika. kita akan berusaha memulihkan ingatan dika bersama hany. kasian jika dia pulang tanpa dika,pasti dia sangat khawatir." pinta pak Broto.


"kalo saya, tergantung hany pak,toh dia yang punya keputusan,kami hanya berusaha mendukungnya" jawab babe hany dengan lembut.


"piye ndok" tanya Bu Ningsih


"pa,inget yah, kejadian yang dulu jangan sampai terulang lagi,bisa bangkrut kita" celetuk mama dika.


"ma,diam" bentak pak Broto


"hany..." sebuah kata keluar dari mulut hany.ia berhenti dan mulai berfikir, apakah ia sanggup ikut ke rumah mertuanya sedangkan suaminya tidak mengingat apa pun.


"bagaimana han?" tanya antoni


"ya sudah hany ikut" jawab hany.


hany mencium tangan ke dua orangtuanya.ia pamit serta meminta doa. isak tangis terdengar.


"hati-hati ya ndok,jaga diri baik-baik" ujar bu Ningsih

__ADS_1


"iya mak..hany pamit, assalamualaikum" kata hany.


"waalaikumsalam"


akhirnya mereka berpisah di tempat parkir itu. hany duduk di dekat mama mertuanya.terlihat nyonya mina begitu jijik duduk berdekatan dengan hany.namun hany membuang kecurigaannya terhadap mama mertuanya.ia masih menganggap mama mertuanya kesal padanya karena insiden kecelakaan dika.


***


"jaga dika baik-baik,papa kerja dulu ya" ujar pak broto pada hany.


"iya pa..papa hati-hati di jalan"


1 hari 1 malam telah berlalu di rumah mertuanya. hany masuk kembali ke kamarnya. disana dika masih menganggap istrinya adalah orang asing.


"udah jangan ikutin aku.." jawab dika.


dika berdiri di depan pintu kamarnya dan memanggil-manggil mamanya.


"ma,mama.." panggilnya


"ya dika ada apa?" terlihat nyonya mina berlari kecil dari kejauhan.

__ADS_1


"ma,kenapa nomer ana tidak ada di handphone aku ma? mama yang hapus?" tanya dika


terlihat nyonya mina tertegun mendengar pertanyaan itu.hany hanya diam dan bertanya-tanya dalam benaknya,siapa gerangan yang dika tanyakan.


"bukan mama,kamu yang menghapusnya sendiri" jawab mamanya


"mama tau sendiri perasaan aku sama ana kayak gimana,masak iya aku yang hapus" ucap dika.


hany terdiam.perasaan? perasaan apa gerangan yang dika maksud?


nyonya mina melihat ke arah hany, seakan-akan tahu apa yang hany fikirkan. lalu, mertuanya itu bicara dengan nada yang nyaring seolah-olah agar hany mendengarnya.


"sayang..kamu sendiri yang putusin ana,malah mama yang disalahkan" jawab nyonya mina sambil melihat ke arah hany.


terasa disambar petir telinga hany. saat mendengar pembicaraan suaminya dengan mertuanya. ia menghampiri mereka dan menarik lengan dika.


"bang.. kenapa kamu mencari orang lain, sedangkan adek berusaha mengembalikan ingatanmu bahwa adek ini istri abang?" ucap hany sambil memegang lengan dika.


"tolong lepaskan. aku gak ngerasa pernah nikah. dan aku sama sekali gak kenal sama kamu" ucap dika.


"bang..tolong jangan balas adek seperti ini bang,semua yang abang lihat kala itu hanya kesalah fahaman belaka. katakan semuanya bahwa ini hanya sandiwara bahwa abang marah sama adek..ya kan bang..jawab bang" isak tangis hany mulai terdengar. ia sambil menarik-narik lengan dika dan bicara dengan air mata yang mengalir.

__ADS_1


"heh..buka matamu. anakku saja tidak mengingatmu. jadi kamu harus tau batasan lah. anak kampung,ya tetep anak kampung yang gak tau malu dengan penampilan dan keadaan. udah cukup,jangan memaksanya untuk mengingatmu,kalo kamu gak mau liat dia kesakitan lagi karena berusaha mengingat tentang kamu" nyonya mina mengeluarkan sifat aslinya yang begitu membenci menantunya.


__ADS_2