
"halo, iya nak. cepet pulang ya,adekmu butuh nasehat darimu." pak Broto berbincang dengan seseorang di ponselnya.
"ah.. iya-iya antoni. " lanjutnya lagi.
"siapa pa?" tanya hany
"kakak dika. dia akan pulang dan membantu menasehati dika,kamu yang tenang ya nak" jelas pak broto
"ah..iya pa" jawab hany dengan lega.
"oya gimana kata dokter?" tanya kembali pak broto
"jadi hany.." belum sampai pada pembicaraannya,ponsel hany berdering.
hany melihat layar ponselnya. nomor tidak dikenal.siapa gerangan? hany pun mengangkatnya.
"halo assalamualaikum.." jawab hany
"waalaikumsalam..benar ini dengan nyonya hany?" tanya seorang lelaki di ponselnya
"iya benar,ini siapa yah?" tanya hany
"benar anda istri dari saudara dika?" tanya kembali pria itu.
"iya,kenapa ya?" tanya hany kembali.
"ini dari kepolisian mohon anda segera ke rumah sakit X karena suami anda mengalami kecelakaan tunggal di jalan anggrek kilo meter 321" jawab orang itu.
__ADS_1
seketika hany menjatuhkan ponselnya tanpa sadar,dan ia pun pingsan.pak broto langsung teriak meminta pertolongan. terdengar dari ponsel hany masih berbicara. akhirnya pak Broto menanyakan apa yang sedang dibicarakan. polisi itu kembali menjelaskan. akhirnya mreka menuju ke rumah sakit tersebut.
***
hany mulai siuman. ia melihat sekilingnya. disampingnya ada ibunya yang duduk sambil mengalirkan air mata.
"mak.." panggil hany
"ndok.. akhirnya kamu sadar juga nak.." ucap bu Ningsih
"hany dimana?" tanya hany.
"dirumah sakit nak.." jawab bu Ningsih.
saat hany mendengar kata rumah sakit,ia teringat dengan telefon dari kepolisian kala itu. seketika hany bergumam dan menutup telinganya.
"nggak...ini pasti mimpi.. pasti mimpi.." gumamnya.
"mak..hany mimpi abang kecelakaan mak.." ujar hany pada ibunya.
bu Ningsih hanya diam dan menangis.
"mak..hany mimpi kan ya mak.." tanya hany.
"nggak ndok..itu nyata..doakan saja semoga suamimu cepet pulih dari koma" jawab bu ningsih.
"nggak..emak jangan bohong sama hany..emak bohong kan,emak selalu bilang ke hany,emak selalu nasehatin hany,kita gak boleh bohong,kita harus jujur. emak jangan lupa sama nasehat emak sendiri" teriak hany sambil menangis.
__ADS_1
dokter dan perawat berdatangan mendengar kegaduhan di ruangan itu.perawat pun menyuntikkan obat penenang di infus hany. seketika itu juga hany mulai melemah.
"mak, hany pengen ketemu abang,hany pengen peluk Abang.." rintih hany dengan suara lemas
bu Ningsih tidak kuat melihat putrinya seperti itu.ia menangis sejadi jadinya
"iya ndok..kamu kalo sayang sama suamimu,jangan berontak ya,nanti emak antar ke kamarnya. harus anteng. biar kandunganmu gak lemah." ucap ibunya.
hany mengangguk dengan lemah.hingga akhirnya tertidur.
tidak berapa lama,pak suroso masuk.
"gimana pak" tanya bu Ningsih
"belum siuman bu" jawab pak suroso dengan wajah muram.
"yaallah... mudah-mudahan allah masih memberi umur panjang untuk menantu kita pak" jawab bu Ningsih sambil menangis
"iya buk.." ujar pak suroso.
"andaikan dia membicarakan kesalahfahaman itu,pasti gak bakalan seperti ini pak" lanjut bu Ningsih
"legowo bu..ini sudah rencananya allah" jawab pak suroso.
" besan kita masih uring-uringan ya pak?" tanya bu Ningsih
"yah.. namanya juga anak kena musibah bu..kalau pak broto ya dia sadar,bahwa ini adalah cobaan" jawab pak suroso
__ADS_1
"yah iya sih pak..tapi anak kita ini tidak salah pak" ujar bu Ningsih
"doakan saja yang terbaik untk mereka bu" ucap pak suroso kembali