Aku Merebut Pria Protagonis Wanita

Aku Merebut Pria Protagonis Wanita
Milk shake


__ADS_3

"Kau, apakah buah-buahan ini masih segar?" tanya Ezter pada salah satu pelayan yang bekerja di dapur.


"Tentu saja, Lady. Semua buah dan sayuran baru datang di pagi hari, jadi saya pikir semuanya masih segar." jawab pelayan itu dengan cepat


"Baiklah, itu bagus." ucap Ezter


Dalam keranjang buah, gadis itu mengambil pisang, anggur, dan stroberi.


Ezter. "Bisa bawa semuanya ke taman belakang? Kami akan bermain disana."


Pelayan. "Baik, Lady. Akan saya bawakan untuk Anda."


Ezter. "Jangan lupa susu dan Es nya juga. Kami akan tunggu disana."


Pelayan. "Baik, Lady."


Setelah pelayan mencucinya dan membawa kan semua itu, pisang dan stroberi di hancurkan menggunakan garpu, itu sampai halus.


Ezter mengambil kesempatan ini untuk bersenang-senang dengan kedua adiknya.

__ADS_1


Keduanya tampak sangat lucu saat berkonsentrasi untuk menghancurkan pisang dan stroberi tersebut.


Pisang telah dipotong-potong sehingga mempermudah saat di haluskan, namun kekuatan anak yang akan menginjak 6 tahun itu tidaklah besar, mangkuk yang digunakan untuk menghaluskan pisang dan stroberi terus bergeser.


Edward yang paling berantakan, karena memaksakan diri wajahnya sampai merah saat menghaluskan pisang.


Di sisi Edmund sendiri, anak itu sedikit lebih baik dari pada Edward. Namun tetap saja, karena dia sangat berusaha keras, wajahnya juga ikut memerah saat menghaluskan stroberi.


Ezter sendiri lebih baik. Karena tenaga nya lebih besar, pisang ataupun stroberi telah halus dalam sekejap.


Susu ditambahkan kedalam buah yang telah halus, lalu di campur hingga merata. Tak lupa, dia juga meminta dibawakan madu agar lebih manis lagi, karena stroberi tidak begitu manis dibandingkan dengan pisang.


Terakhir, masukkan kedalam gelas dan tambahkan es. Minuman dingin dan segar telah jadi.


"Wah... susu nya jadi sangat enak. Aku menyukainya. Terima kasih, Kak Ete." Edward tersenyum cerah pada Ezter


"Susu dengan rasa stroberi jauh lebih enak. Lain kali, aku akan terus minum yang seperti ini saja." ucap Edmund


"Benar. Minum susu jadi lebih menyenangkan," timpal Edward. Anak itu menghabiskan susu nya dalam waktu lebih cepat dari pada biasanya.

__ADS_1


Jika hari-hari sebelumnya, minum susu menjadi siksaan bagi mereka berdua. Namun sekarang, ini akan di rekomendasikan pada pelayan pribadi masing-masing sehingga ketika tiba waktunya untuk minum susu, mereka lebih menyukainya dan selalu menantikan waktu minum susu.


Edward penasaran dengan rasa susu stroberi, sedangkan Edmund penasaran dengan rasa susu pisang. Keduanya bertukar, dan menemukan jika lebih menyukai rasa yang dibuat oleh mereka sehingga selalu bertukar.


Ezter sendiri, lebih menyukai susu pisang. Lagi pula, membuatnya lebih muda.


'Andai saja, di sini kami memiliki blender. itu lebih baik saat membuat Milk Shake. Buah lebih halus dan menyatu dengan susu, namun sekarang aku tidak memiliki pilihan lain. Susu original sedikit membosankan.'


Selama di dunia modern, Dia tak pernah bersyukur dengan hadirnya benda-benda seperti blender, kompor, kulkas dan lainnya atau apapun itu yang berada dalam dapur. Namun sekarang, dia merindukan semua hal yang mempermudah kehidupan manusia itu.


"Oh, dari mana koki bisa mendapatkan es. Apa kau tahu, Emillia?" tanya Ezter pada pelayan pribadinya yang terus berdiam diri di belakang


Wanita muda itu sedang memegang gelas yang berisi susu stroberi, setelah meneguk susu yang dingin dan enak itu, dia dengan cepat menjawab. "Dari loteng, Lady. Suhu di malam hari itu sangat dingin, dan diatas loteng adalah tempat paling dingin yang pernah ada. Air akan dimasukkan kedalam wadah, lalu di tutu dengan penutup kayu sebelum di simpan diatas loteng. Dalam dua hari saja, air akan membeku dan es akan tersedia." jelas Emillia, wanita muda itu mengetahui banyak hal rupanya.


Ini karena Es digunakan untuk mengawetkan daging dan juga ikan di dalam ruang penyimpanan.


Kulkas mungkin belum di temukan. Namun, orang-orang selalu menggali lubang bawah tanah untuk menyimpan bahan-bahan makanan agar tetap awet, dan Es selalu di butuhkan sehingga pada musim salju tiba, Es selalu di kumpulkan di dalam ruang bawa tanah untuk mengawetkan bahan makanan. Ini diketahui oleh Ezter di kemudian hari.


Tiba-tiba, Ezter memikirkan Yoghurt di dunia modern. Susu yang telah di fermentasi tersebut memiliki gizi yang sangat baik untuk tubuh, cara membuatnya juga tidak sulit hanya saja bakteri baik itu, dia tak tahu bagaimana cara membuatnya.

__ADS_1


Ezter hanya tahu bahwa yoghurt telah di temukan dan di konsumsi sejak zaman dulu, namun bagaimana cara mendapatkan bakteri baik atau bibit yoghurt, dia tak tahu. Sepertinya membuat yoghurt harus di tunda sampai dia menemukan cara membuat bibit (plain) yoghurt.


__ADS_2