
Beberapa koper telah di siapkan, semua keperluan majikan di siapkan oleh pelayan.
Ezter memiliki 4 koper besar, berisi baju, celana, jubah dan lainnya. Dan tiga orang lainnya juga sama saja, tidak kurang dari 2 koper.
Saat mereka pergi, Empat orang itu berada di kereta ya sama, sementara pelayan berada di kereta yang berbeda.
Jalanan penuh dengan orang-orang yang berlalu-lalang dengan kesibukan mereka, melihat bahwa kereta kuda keluarga De Leon sedang bepergian banyak orang bertanya-tanya mengapa begitu banyak ksatria yang mengawal.
Rombongan tersebut menuju ke arah stasiun kereta yang sudah berdiri selama 5 tahun, menarik perhatian banyak orang.
Sama seperti di zaman modern, stasiun kereta api tak pernah sepi akan mengunjungi. Selalu ramai di manapun itu
"Lady, Tuan-tuan muda. Kita telah sampai." Setelah pemberitahuan, pintu terbuka
Ezter yang turun lebih dahulu, lalu di ikuti oleh tiga orang lainnya.
Rose mengikuti mereka ke stasiun kereta api, lalu mengantar ke gerbong kereta yang sudah di pesan.
Karena ini merupakan kepergian Ezter untuk pertama kali tanpa di dampingi oleh Grand Duke ataupun Damian (Ayahnya), remaja itu lebih memperhatikan tiga orang lainnya.
Ezter dan rombongannya berada di gerbong ke 2, karena mereka yang menyewa seluruh gerbong itu, tak ada yang berada di sana kecuali rombongan tersebut.
Rose telah mengatur kamar VVIP untuk keempatnya, sedangkan untuk para pelayan dan ksatria berada di kamar samping yang hampir sama dengan majikan.
"Semoga perjalanan Anda berempat menyenangkan, Lady, Tuan-tuan muda."
"Terima kasih, Rose. Tolong jaga nenek baik-baik. Kami akan segera kembali," balas Ezter.
Rose masih memastikan nona dan ketiga tuan mudanya, setelah mengumumkan keberangkatan barulah wanita itu meninggalkan gerbong. Melihat kereta api yang mulai melaju dengan membawa para penumpang.
Wanita itu juga meninggalkan stasiun kereta api, kembali ke Kastil dan melaporkan kepergian majikannya pada Grand Duke.
..._._._._._...
__ADS_1
Kereta yang melaju mulai meninggalkan perkotaan, memasuki area Padang rumput yang luas. Asap putih terus keluar dari cerobong asap, meninggalkan jejak di udara selama beberapa waktu sebelum menghilang
Dalam Gerbong kereta, dua anak kembar duduk di samping jendela dengan sangat gembira melihat pemandangan diluar sana, dengan Daniel yang menyebutkan nama-nama hewan yang terlihat di mata.
Sedangkan Ezter membaca majalah yang di berikan oleh Emillia, ia membalikkan tiap halaman dan membaca deretan kata di sana.
"Salju yang membekukan akses telah mencair di Utara, perdagangan jalur Utara kembali di buka pekan lalu."
Ezter sangat bersyukur bahwa ketika dia tiba di dunia ini, perkembangan teknologi telah di mulai. Bahkan beberapa tahun lalu rel kereta api telah di bangun, lalu stasiun juga mulai di bangun di mana-mana.
Meskipun kereta di zaman ini masihlah kereta uap zaman dulu, namun ini suatu kemajuan teknologi yang paling di banggakan oleh Kaisar yang sedang memimpin saat ini. Sangat memudahkan akses perjalanan, dan di sambut dengan sangat baik oleh semua masyarakat kekaisaran Zerubabel.
Proyeknya sudah berjalan selama 20 tahun, namun pembangunan dan perkembangan nya baru bisa di jalankan 8 tahun yang lalu di Ibukota kekaisaran, 5 tahun lalu di Grand Duchy Mordekhai.
Namun tidak dengan Refaim yang hanya kota dan wilayah kecil, jika ingin bepergian dengan kereta api mereka harus pergi ke wilayah tetangga barulah menemukan stasiun dan bisa bepergian. Kali ini, Ezter dan rombongannya juga akan berhenti di wilayah tetangga tersebut dan melanjutkan perjalanan ke Refaim.
Sebelum kereta aup muncul, perjalanan dengan kereta kuda menghabiskan waktu selama hampir sebulan untuk pergi ke Refaim. Namun, saat ini perjalanan hanya menghabiskan waktu selama satu hari, tidak begitu melelahkan lagi.
Para ksatria yang berjaga di luar juga tak mengendurkan pengawasan mereka, penyerang bisa terjadi kapan dan dimana saja. Bahkan saat akan makan siang, pelayan dari kereta diambil alih oleh ksatria dan pelayan keluarga De Leon. hal ini untuk menjamin keselamatan para majikan, tak ada yang bisa membantah.
Kereta berhenti selama beberapa kali karena harus menurunkan penumpang. Saat jam tiga siang, pengumuman terdengar dimana-mana. Kereta akan berhenti di stasiun Aroer, wilayah yang tak begitu jauh dari Refaim.
Ezter dan rombongannya juga bersiap untuk turun. Begitu kereta berhenti, rombongannya turun dari gerbong
Disana, Count Aron telah menunggu dengan cemas. Ia merupakan bangsawan yang bertugas di Aroer. Seorang pria yang memimpin wilayah nya sendiri.
Begitu mendengar kabar bahwa Ezter akan datang ke Refaim, pria itu juga bersiap menunjukkan wajahnya.
Ia bahkan mengenakan pakaian terbaiknya saat menyambut kedatangan Ezter dan rombongan.
Di samping terdapat Baroness Lucian dan kedua putra tertuanya, datang menjemput putra serta menantunya.
Baroness merasa gugup, ini pertama kalinya ia bertemu langsung dengan bangsawan kelas tinggi. Kedua anak nya juga sama, mereka dengan cemas berdiri disana dan melihat-lihat kedatangan adik dan aduk ipar.
__ADS_1
Rambut silver tak begitu banyak di kekaisaran, bisa di bilang cukup langka orang yang memiliki rambut dengan warna ini. Begitu melihat sosok remaja bertubuh gempal dengan rambut silver, mereka langsung bersemangat.
"Ibu, adik di sana! Daniel ada disana!"
Baroness mengangkat kepalanya dan melihat-lihat, dan ternyata memang benar.
Terlihat sosok Daniel yang sedang di kelilingi oleh ksatria dengan jubah biru, para ksatria itu mengenakan zirah dengan pedang yang menggantung di pinggang mereka.
Lalu, terdapat seorang gadis remaja berambut hitam dengan mata merah, tak terlihat jelas pakaian yang ia kenakan karena terhalangi oleh ksatria yang mengelilingi mereka.
Daniel melihat Ibu dan kedua kakaknya sedang berdiri di kejauhan, ia segera mengatakan pada Ezter. Lalu mereka berjalan mendekat, sedangkan para ksatria melindungi mereka dari banyaknya orang.
Kereta yang telah menurunkan dan menaikkan penumpang, kembali melaju pergi dari sana.
Baroness Lucian bergerak maju, begitu juga dengan kedua anaknya. Di belakang mereka terdapat Count Aron dengan putranya.
Setelah berjarak beberapa meter, ksatria yang berada di depan menyingkir ke samping.
"Salam, Lady, Tuan-tuan muda. Selamat datang.. Saya Baroness Lucian, dan ini kedua putri saya."
Wanita dengan usia 1/4 abad itu membungkukkan tubuhnya dan memberikan salam. "Salam, Lady, Tuan-tuan muda. Perkenalkan saya Athan, anak sulung dan kakak tertua dari Daniel." ucap Baroness Lucian
Dua anak yang mengikuti juga memberi salam
"Salam, Lady, Tuan-tuan muda. Saya Belle, anak kedua dan kakak dari Daniel."
Awalnya mereka tak melihat sang twins karena terhalang oleh para ksatria, namun begitu ksatria mundur ke samping barulah kedua nya terlihat.
Count Aron juga memberi salam dan memperkenalkan diri, begitu juga dengan putranya.
Ezter dan kedua adiknya juga memperkenalkan diri, sebelum akhirnya mereka pergi ke Refaim
Count Aron mengambil kesempatan untuk mengantarkan Ezter dan rombongannya menggunakan kereta kuda pribadinya, yang begitu mewah bahkan di lapisi emas di bagian dalam.
__ADS_1
Ezter hanya melirik dekorasi yang begitu mewah, namun tak mengatakan apapun. Ini karena kereta kuda miliknya bahkan jauh lebih mewah dari pada milik Count Aron yang sombong.