Aku Merebut Pria Protagonis Wanita

Aku Merebut Pria Protagonis Wanita
Pernikahan Diana


__ADS_3

Hari pernikahan kedua Diana telah tiba, sejak pagi semua orang di Mansion telah sibuk, meskipun tak mendapatkan restu dari Grand Duke namun wanita tua itu masih mengijinkan menggunakan aula dan para pelayan.


Pernikahan di adakan pada pukul 10, sehingga sejak pagi Emillia dan dua maid lainnya telah berada di kamar Ezter, mendandani remaja itu dengan cantik.


Gaun berwarna biru muda telah melekat di tubuhnya, kalung batu permata merah telah di gantung dileher cantik itu, ditambah rambut yang di tata juga ditambahkan hiasan rambut yang terbuat dari batu permata.


"Nona benar-benar sangat cantik."


"Tak ada yang bisa mengalahkan kecantikan Lady, kami."


"Tentu saja, lady adalah yang terbaik di dunia!"


"....."


"....."


Emillia dan dua maid itu terus mengungkapkan kecantikan yang di miliki Ezter.


"Lady, mari berangkat. Keretanya telah siap." Rose masuk dan mengingatkan mereka semua.


"Baik, Rose." balas Ezter, gadis itu beranjak dari kamarnya dengan langkah yang tenang.


'Menggunakan gaun berat ini sangat merepotkan. Namun, aku harus menahannya untuk beberapa saat saja.' Ezter memang telah terbiasa dengan pakaian di era ini. Namun, tetap saja dia merasa kesal karena jika menggunakan gaun maka dirinya harus menggunakan korset juga. Itu menyesakkan dan menyebalkan!


Jika dia bertindak dengan menggunakan celana dan jubah seperti biasanya, itu tidak sopan dalam proses sakral di gereja. Terlebih, yang akan menikah adalah Ibunya sendiri


Kedua anak kembar itu telah menunggu Ezter, ketiga gadis remaja itu keluar dari kamarnya, Edmund dan Edward langsung menyambutnya.


Edward. "Kakak! kau sangat cantik!"


Edmund."Itu cocok denganmu, Kak."


Ezter tersenyum, "Kalian juga sangat cocok dengan pakaian kalian. Itu tampan dan menggemaskan."


"Lady," panggil Rose mengingatkan ketiganya. Dengan kedua adiknya yang berada di samping kiri maupun kanan, mereka keluar dari Mansion.


Kereta kuda yang mewah telah menanti, Karena menggunakan gaun yang merepotkan maka Ezter di bantu oleh seorang ksatria yang memegang tangannya.


Ezter tak lupa menganggukkan kepalanya sebagai ucapan terima kasih, kedua adiknya dan Emillia masuk kedalam kereta kuda tersebut.

__ADS_1


"Hati-hati dalam perjalanan Anda, Lady dan kedua Tuan muda." ucap Rose


"Terima kasih, Rose." balas Ezter


Perlahan, kereta kuda dengan lambang keluarga Grand Duke of Leon mulai melaju lalu melewati gerbang utama Mansion menuju ke Gereja.


Tak beberapa lama setelah sepasang kakak beradik itu meninggalkan Mansion, kereta kuda yang lebih sederhana juga meninggalkan paviliun belakang, seorang gadis berusia 10 tahun lah yang berada didalamnya didampingi seorang wanita muda.


Saat melewati Mansion utama, gadis itu melihat para pelayan yang sedang berlalu-lalang dengan dingin.


"Nona ku, jangan khawatir. Sebentar lagi Anda juga akan tinggal di sana." wanita muda didalam kereta menenangkan gadis kecil itu


"Tentu saja, aku tidak akan menjadi anak haram lagi. Wanita j*Lang itu juga tak akan memandang rendahku lagi. Lihat saja apa yang akan aku lakukan padanya!" wajah cantik dan imut miliknya terlihat sangat berlawanan dengan kepribadian yang tak seindah wajah itu, dia membuat wanita muda yang mendampinginya merasa merinding.


'Gadis gila ini, dia benar-benar seorang monster!... Aku sangat menyayangkan darah biru yang mulia mengalir dalam tubuh anak ini.' Itulah yang dipikirkan oleh wanita muda yang menjadi pelayan Marilyn.


Jika membandingkan Ezter dan Marilyn, mereka berdua terlihat sangat berbeda meskipun terlahir dari Ibu yang sama.


Ezter memiliki wajah cantik bagaikan lukisan yang sempurna, yang di lukis oleh seorang pelukis profesional, tak ada cacat apapun disana. 100% keindahan karena mewarisi gen Damian yang juga berwajah rupawan, hanya saja mata Ezter berwarna merah seperti Diana, Ibunya. Selain itu, Ezter memiliki rambut hitam berkilau yang sangat sehat, sama seperti Damian


Di sisi lain, Marilyn memang memiliki mata merah seperti Diana, namun rambutnya ikal dan berwarna kuning keemasan, sama seperti kebanyakan orang. Wajahnya juga tak begitu cantik, karena David memang memiliki wajah yang rata-rata dimiliki oleh pria kekaisaran, tak ada yang spesial disana. Hanya saja, itu sedikit lebih tampan dari kebanyakan pria.


Ezter menatap kedua adiknya yang duduk tenang di dalam kereta, mereka hanya memakan biskuit yang di buat oleh koki dan ada Milk Shake yang menemani biskuit yang masuk kedalam tubuh anak-anak tersebut.


Tak beberapa lama, kereta yang melaju kencang mulai mengurangi kecepatan nya. Ada suara yang datang dari luar, "Lady, Tuan-tuan muda. Kita akan segera tiba di Gereja, sebentar lagi pintunya akan di buka." ucap sang kusir


"Baik, kami mengerti." jawab Emillia.


Kereta benar-benar berhenti tak beberapa lama kemudian. Pintu kereta dibuka dari luar, dan ada tangan yang menyambut disana.


Ezter menjulurkan tangannya dan menyambut tangan kesatria diluar, sebelum akhirnya kaki gadis menginjak tangga kereta. Ezter hanya beranjak dua meter dan menunggu kedua adiknya serta pelayanan pribadinya keluar dari kereta.


Dimulai sejak kereta tiba di Gereja, banyak kereta bangsawan juga telah tiba namun mereka berhenti dan membiarkan Kereta kuda dengan lambang keluarga Grand Duke of Leon masuk terlebih dahulu. Bisa dibilang, mereka mengantri


Itu memang bukan kereta kuda kepala keluarga De Leon, namun pasti pewaris keluarga De Leon lah yang berada didalam sana.


Melihat bahwa yang turun adalah Ezter, semua orang yang telah hadir dan menunggu giliran masuk juga terhenti untuk melihat wajah rupawan dari keluarga De Leon tersebut.


Bangsawan yang melihat Ezter segera membungkukkan tubuh mereka sebagai salam, begitu pula dengan Ezter yang mengangkat sudut gaunnya sebagai balasan.

__ADS_1


"Dia benar-benar sangat cantik."


"Lady De Leon sangat anggun."


"Gaun Lady sangat cocok dengan dirinya, warna biru sangat pas dengan kulitnya."


"Kedua Tuan muda juga sangat tampan. Ini pertama kalinya aku melihat mereka di publik."


"Garis keturunan De Leon memang tak pernah mengecewakan."


"...."


"...."


Banyak sekali bangsawan yang mengagumi mereka, tak sedikit yang kagum namun ada juga yang tak menyukai mereka bertiga.


Setelah di umumkan kedatangan mereka, ketiganya memasuki gereja lebih dulu dari pada bangsawan yang menunggu sebentar di luar ruang perjamuan.


Tak beberapa lama kemudian, Kereta kuda yang dinaiki oleh Marilyn juga tiba.


Ada lambang keluarga Grand Duke disana, namun keretanya lebih sederhana dari yang dimiliki oleh Ezter.


Rumor tentu saja telah menyebar, sehingga ketika melihat gadis berambut ikal itu, semua orang langsung mengetahuinya.


"Dia anak haram Nyonya Diana, bukan?"


"Jaga mulutmu. Mulai hari ini, dia akan naik status dari anak dulu nikah menjadi anak sah."


"Mungkinkah, dia juga akan bersaing dengan Lady Ezter memperebutkan posisi?"


"Entahlah. Kita lihat saja apa yang akan terjadi kedepannya."


"....."


"....."


Tidak sama seperti Ezter dan kedua saudaranya, Marilyn di perlakukan sedikit lebih dingin.


Ini memicu emosinya dan membuatnya menjadi dendam pada Ezter.

__ADS_1


'Dasar bangsawan rendahan! Lihat saja apa yang akan kulakukan pada kalian nanti!' batin Marilyn


__ADS_2