
"Lady Marilyn Manon, memasuki ruangan!"
Beberapa orang mengalihkan pandangan mereka kearah pintu yang terbuka, dengan seorang gadis yang berjalan masuk
Gadis dengan gaun berwarna pink berenda menuruni anak tangga, dia tersenyum manis pada orang-orang yang menatapnya.
"Apakah dia orangnya?"
"Benar, dia adalah anak haram Nyonya Diana."
"Hati-hati dengan mulutmu. Jangan sampai kau membuat kekacauan dengan ucapan mu itu."
"Yah, dia bukan lagi anak haram, Karena mulai hari ini dia akan menjadi anak sah. Ayahnya baru saja menikahi Nyonya Diana."
"Jadi, apakah dia juga akan turut andil dalam perebutan kekuasaan dimasa depan?"
"Siapa yang tahu? Namun, anak ke dua akan sulit, terlebih sepertinya Yang Mulia Grand Duke tidak menyetujui pernikahan ini."
"Kau benar."
"...."
"....."
Marilyn merasa kesal dengan ucapan para bangsawan, namun ia tetap memasang senyum diwajahnya.
Meskipun telah mengetahui beberapa hal, tetap saja Marilyn telah bergabung dengan keluarga De Leon, belum ada keputusan dari Grand Duke sendiri namun tetap saja Marilyn adalah anggota keluarga sekarang.
Beberapa tamu pergi dan memberikan salam padanya. "Selamat malam, Lady. Saya Baroness Ilina Frank, senang bertemu dengan Anda."
"Selamat malam, Nyonya Frank. Saya Marilyn Manon, senang berjumpa dengan Anda. Semoga Anda menikmati pestanya." Balas Marilyn memberi salam
"Ya, saya sangat senang bisa bergabung dengan pesta ini. Selamat atas pernikahan Tuan David dan Nyonya Diana, Anda pasti sangat gembira." ucap wanita setengah baya itu
"Ya, saya sangat gembira atas pernikahan kedua orang tua saya. Kalau begitu, saya undur diri. Saya sedikit haus." Marilyn meninggalkan Baroness Frank dan pergi mengambil jus yang berada di samping deretan gelas sampanye.
Saat tangannya terulur untuk mengambil gelas, ada tangan lain yang juga terulur. Keduanya langsung saling tatap, lalu tangan mereka juga sama-sama kembali di simpan di samping.
"Saya akan mengambil yang ini, Nona bisa mengambil gelas itu." ucap remaja yang berhasil membuat Marilyn terdiam sejenak.
"Anda.... Baiklah, terima kasih. Sepertinya jus anggur hanya tersisa satu disini, saya akan memanggil pelayan untuk menambahkan nya lagi." ucap Marilyn
__ADS_1
"Tak apa, Lady. Saya bisa mengambil jus jeruk ini." ucap remaja itu
"Baiklah. Tapi, Anda ini- apakah kita bisa saling berkenalan?"
Raut remaja itu sedikit terkejut, "Ah... Dimana sopan santun saya. Perkenalkan, nama saya Carl Fleur, Patra dari Keluarga Viscountess Fleur."
"Senang bertemu dengan Anda, Tuan muda Fleur. Saya Marilyn Manon, yang mulai bergabung dengan keluarga De Leon." Marilyn dengan tersenyum memperkenalkan diri
"Senang bertemu dengan Anda, Lady. Dan selamat bergabung dengan keluarga De Leon."
Carl tampaknya sedikit tidak nyaman dengan Marilyn yang menyapanya, terlebih orang tuanya telah mengatakan untuk berhati-hati dengan tindakan nya malam ini.
Carl segera pamit dengan alasan orang tuanya akan mencari dia, jadi Marilyn hanya bisa membiarkan remaja itu pergi.
"Lady Ezter De Leon. Memasuki ruang pesta!"
Mendengar suara yang keras menyebutkan Ezter, semua orang juga langsung mengalihkan pandangan mereka ke arah pintu yang terbuka.
Disana, Ezter melangkah turun dengan tenang, raut wajahnya datar, meskipun tak tersenyum namun berhasil menarik perhatian semua orang.
Gadis dengan pakaian berwarna seba putih dengan aksesoris emas yang di sulam menuruni anak tangga. Di kakinya terpasang sepatu but putih, jubah juga melekat di pundaknya, celananya juga putih, dengan sarung tangan berwarna putih, itu terlihat seperti seragam anak bangsawan yang dikenakan oleh anak laki-laki
(Anggap saja pedang nya tidak ada.)
"Oh Tuhan... Betapa kerennya Lady Ezter hari ini."
"Mata merahnya seperti menyihir ku!"
"Dia sangat keren, bisakah aku kembali ke masa muda dan bersamanya?"
"Lihatlah Bros yang di kenakan oleh Lady. Dari mana Beliau membelinya?"
"Aku iri, Lady Ezter sangat cantik, mempesona dan keren! Aku ingin seperti dia!"
"....."
"....."
Saat di anak tangga kedua, orang-orang yang hadir segera menundukkan kepala dan memberi salam. Ezter juga menyimpan tangannya diatas jantung, lalu kakinya di tekuk sebagai salam balasan untuk mereka.
Tak lama kemudian, pengumuman bahwa Diana dan David akan masuk membuat para tamu yang hadir juga kembali mengalihkan perhatian mereka saat pintu terbuka dan keduanya masuk kedalam ruang pesta.
__ADS_1
Diana masih tetap mengenakan gaun putih, namun malam ini ia tampak lebih santai. Di sisinya ada David yang mengenakan setelan jas hitam, dengan kemeja putih dengan renda di kerahnya.
Pesta akan segera di mulai, namun Grand Duke belum juga terlihat.
Mereka menanti, namun yang pergi ke depan malah seorang remaja dengan gelas jus anggur di tangannya.
"Saya ucapkan selamat datang bagi semua tamu yang hadir, maaf mengecewakan para tamu sekalian namun berhubung kondisi kesehatan Yang Mulia Grand Duke, beliau tidak dapat menghadirkan pesta pernikahan yang menggembirakan ini. Sebagai perwakilan Yang Mulia, saya menyambut semua orang. Selamat menikmati pestanya. Selamat atas pernikahan Nyonya Diana dan Tuan David!"
Ezter mengulurkan tangannya yang sedang memegang jelas wine berisi jus anggur tersebut, bersulang untuk pesta pernikahan ini.
"Selamat atas pernikahan nya, Nyinya-Tuan!" Semua orang juga mengangkat gelas mereka tinggi-tinggi, lalu meneguknya bersama.
Diana dan David juga mengangkat gelas sampanye mereka, merayakan pesta pernikahan yang meriah ini.
Diana menatap kearah Ezter, lalu melirik kearah pintu besar yang tidak terbuka sejak tadi. Dia tahu bahwa Ibunya tak merestui pernikahan ini, namun dengan tidak menunjukkan wajah dan malah di wakilkan oleh Ezter membuat Diana sangat marah.
Namun, ia harus menahan dirinya. Hari ini adalah hari yang membuatnya bahagia dan menjadi pusat perhatian. Diana menikmati pesta pernikahan keduanya dengan sangat gembira.
Musik dansa telah di mainkan, Diana dan David mulai berdansa diatas karpet. Diikuti oleh para bangsawan yang ada
Ezter tetap duduk dengan tenang di kursi penguasa, yang seharusnya di tempat oleh Grand Duke.
Karena sebagian perwakilan dari Grand Duke sendiri, dia tak bisa terus duduk disana sehingga dengan gelas Wine berisi jus, gadis itu mulai bersosialisasi dengan para bangsawan.
Kebanyakan dari mereka menanyakan kabar Grand Duke yang tidak turut hadir, meskipun telah mengetahui bahwa pernikahan ini tidak di setujui.
Beberapa bicara tentang bisnis mereka pada Ezter, dan gadis itu tetap melayani mereka dengan tenang. Ezter benar-benar di kerubungi oleh para bangsawan.
Gadis itu akan mengangkat gelas nya ketika ada bangsawan yang datang untuk bersulang, ataupun mengucapkan salam.
Mereka kagum dengan Ezter yang terlihat sangat dewasa dan natural saat berhadapan dengan para bangsawan yang umurnya jauh di atas gadis itu.
Setelah gerombolan bangsawan mendatanginya, Ezter akhirnya bisa bernafas lega. Dia sedikit lapar, sehingga pergi untuk mengambil makanan dan menikmatinya di meja. Beberapa maid datang dan membawakan makanan pencuci mulut, buah dan lainnya juga.
Melihat Ezter yang sedang makan, bangsawan yang ingin menyapa juga menahan diri. Setelah Ezter selesai, gadis itu melarikan diri ke balkon dan mencari udara segar. Ia tak ingin di datangi oleh para bangsawan lagi
Saat sedang sendirian, gadis itu mendengar suara yang sedikit familiar.
"Nona Marilyn? Apa yang sedang Anda lakukan disini?"
"Oh, tidak ada. Saya hanya mencari udara segar saja, apa Tuan muda Fleur juga mencari udara segar?"
Ezter yang berada di balkon lain tentu saja mendengar suara mereka, dia tak perlu menguping karena tempat mereka hanya berbeda beberapa meter.
__ADS_1
'Tuan muda Fleur? Itu terdengar familiar.'