
"Ya, karena di dalam sangat ramai, saya mencari udara segar di luar. Nona sendiri, mengapa tidak bergabung di dalam?" Remaja itu melirik Marilyn sebentar saja.
"Tidak ada, hanya saja saya terlalu kecil untuk bergabung dengan orang dewasa didalam." Marilyn tertawa pelan di akhir ucapannya
"Lalu, mengapa Anda tidak bergabung dengan anak-anak lainnya? Bukankah ada ruangan dimana anak-anak berkumpul? Anda bisa bergabung disana lalu bermain bersama mereka." Carl Fleur memberi saran
"Oh, mereka terlalu kekanak-kanakan. Berlarian membuat saya akan berkeringat, itu sedikit mengganggu saya." balas Marilyn dengan terang-terangan menatap wajah Carl.
Remaja itu terdiam, namun merasakan tatapan dari Marilyn membuat Carl Fleur merasa sedikit gugup. Ia menyeka wajahnya dengan sapu tangan, namun ketika melihat bahwa Marilyn terus menatapnya remaja itu segera bertanya dengan tak nyaman.
"Apakah ada sesuatu di wajah saya? Mengapa Nona terus menatap saya?"
"Tidak ada, hanya saja Tuan muda Fleur sangat tampan." ucap Marilyn dengan santai, mendengar pujian Marilyn Carl Fleur segera mengalihkan wajahnya karena dia merasa malu, wajahnya terasa panas.
"Terima kasih."
"Untuk apa? Aku hanya membicarakan fakta. Lalu, bisakah kita lebih akrab? Bicara dengan bahasa formal membuatku merasa tak nyaman." pinta Marilyn
Carl langsung menatap gadis itu, "Hah? saya pikir kita tak sedekat itu-"
"Tak apa, bukankah kau akan menjadi suami kakakku? Maksudku, aku mendengar jika Tuan muda Fleur bertunangan dengan saudara ku. Jadi aku pikir, kita akan menjadi keluarga di masa depan. Jadi, ayo menjadi akrab," Marilyn bicara dengan terang-terangan dan santai, namun ia terus mengamati raut wajah Carl Fleur
"Memang benar, saya telah bertunangan dengan saudara Anda, Lady Ezter." ucap Carl
Marilyn menatap keatas langit, "Ya, aku mendengarnya dari orang-orang di dalam.... Aku benar-benar iri, kakakku telah memiliki tunangan yang tampan, apa aku juga akan memiliki tunangan yang tampan seperti mu, Tuan muda Fleur?" ia menoleh pada Carl dan bertanya, terdengar sangat serius.
"Eh? aku pikir, kau juga akan memilikinya." remaja itu sedikit linglung dengan pertanyaan yang di lontarkan oleh Marilyn, itu terdengar seperti dia berharap bahwa Carl yang akan menjadi tunangannya.
Setelah memikirkannya, wajah Carl Fleur kembali memerah.
Keduanya mengobrol dengan santai, tidak mempedulikan bahwa beberapa saat yang lalu, mereka baru saja berkenalan bahkan menggunakan bahasa yang sangat santai.
__ADS_1
Carl Fleur merasa seperti memikirkan hal yang sama dengan Marilyn, itu karena kesukaan mereka sama. Bahkan, mereka terdengar sangat akrab hanya dalam hitungan menit.
Ezter di samping hanya menggelengkan kepalanya saja, 'Gadis kecil itu benar-benar tidak tahu malu dia terdengar sangat licik. Lalu anak itu juga, ternyata dia adalah tunangan ku? ...Aku melupakan nya, itu wajar karena kami hanya bertemu selama dua kali, saat bertunangan dan pemakaman ayah.' Ezter menghabiskan jus nya, lalu pergi dari balkon dan kembali bergabung dengan keramaian.
Gadis itu melihat Viscountess Fleur dan pasangannya, ia memanggil pelayan untuk membawakan nya jus lagi lalu segera menghampiri mereka.
"Selamat malam, Viscountess-Viscount." gadis itu menyimpan tangannya diatas jantung dan memberikan salam.
"Selamat malam, Lady. Bagaimana kabar Anda?" Viscountess Fleur langsung tersenyum ceria pada calon menantunya itu.
"Kabar saya baik-baik, hanya sedikit sibuk akhir-akhir ini. Bagaimana dengan Anda berdua?" Ezter kembali bertanya dengan sopan.
"Kami juga baik-baik saja, pekerjaan memang sulit namun jangan memaksakan diri, jaga kesehatan mu juga, Lady." ucap Viscount memberi nasehat
"Terima kasih, Viscount. Saya akan mengingatnya. Lalu, bagaimana dengan pekerjaan kalian, saya berharap anda juga menjaga kesehatan." balas Ezter
"Ya, kami orang dewasa baik-baik saja. Memang sulit, namun semua baik-baik saja berkat perhatian dari Yang Mulia Grand Duke, pekerjaan kami sangat lancar." ucap Viscountess dengan menjilat
"Oh, maka saya akan mengatakan nya pada Nenek." Ezter sengaja melirik kanan dan kiri, terlihat seperti mencari seseorang
"Oh, tidak. Saya hanya ingin tahu, apakah Tuan muda Fleur juga datang atau tidak, saya ingin mengajaknya berdansa, namun sepertinya saya tidak melihatnya. Apakah dia-"
"Tidak, Carl kami tentu saja datang. Namun, seperti anak itu sedang mencari udara segar, saya akan memanggilnya kemari. Hehehe...." Viscount segera pergi mencari putranya tersebut, meninggalkan Istrinya dan Ezter yang mengobrol
Ezter menunggu sebentar, namun mereka belum datang juga. Jadi, gadis itu pamit sebentar dengan alasan sedikit lelah. Viscountess juga membiarkannya pergi, sangat di sayangkan bahwa dia belum melihat anak dan calon menantunya berdansa.
Viscountess ingin agar semua orang melihat, bahwa putranya di jaga dengan baik oleh Ezter. Ini akan meningkatkan citra nya di pergaulan kelas atas. Namun dia menelan kekecewaan tersebut
Tak beberapa lama, Carl kembali dengan ayahnya, ia melihat bahwa Ezter tak lagi disana. Sebelumnya dia mengobrol dengan santai dan gembira dengan Marilyn karena mereka berdua memiliki pemikiran yang sama, namun dia harus di tarik pergi oleh ayahnya padahal baru menemukan teman baru yang cocok. Dia merasa sedikit kesal, jika dia kembali ke tempat tadi, sama saja dengan tak menghargai orang tuanya.
Ezter belum pergi, dan masih berada di aula pesta. Dia menyuruh pelayan agar membawa kedua adiknya yang sedang bermain dengan anak-anak lain kembali ke kamar dan beristirahat, hari sudah mulai larut dan anak-anak harusnya mulai tidur sekarang.
Setelah pelayan pergi, Viscountess Fleur datang dengan putranya, Carl Fleur.
__ADS_1
"Lady Ezter, saya mendengar bahwa anda mencari saya." ucap Carl
"Ya, benar. Apakah kau sedang sibuk?" tanya Ezter
"Tidak." balas Carl
"Maukah kau berdansa denganku sekali? Maafkan aku karena di lagu pertama tadi aku sedikit sibuk dan tak mengajakmu berdansa."
"Baiklah, aku mau." balas Carl
Tepat ketika itu, lagi telah berganti. Ezter menyodorkan tangannya lalu di sambut oleh Carl, mereka berjalan kearah lantai dansa dan mulai berdansa.
Semua orang tentu saja mengalihkan pandangan pada pasangan muda tersebut, mereka berdua menari mengikuti lagu dan membuat yang lain juga ikut berdansa.
Gosip mulai berterbangan, dan itu membuat Viscountess Fleur merasa senang saat mendengar orang-orang yang iri pada keluarganya, mereka akan berbesan dengan keluarga De Leon yang terhormat.
"Maafkan saya Lady, tapi sejak tadi saya mendengar anda bicara santai pada saya, apakah ada sesuatu?" tanya Carl
"Tidak ada, hanya saja kau adalah tunanganku, bukankah kita seharusnya dekat dan saking mengenal?" balas Ezter, gadis itu langsung menatap kearah mata Carl, membuat remaja itu segera mengalihkan pandangannya
"Itu- kau benar."
"Kalau begitu, maukah kita bertemu? Setiap sore, aku selalu memiliki tea time, mau kah kau bergabung?" ajak Ezter, ini demi masa depannya, dia harus dekat dengan calon suami ini.
"Baiklah, saya akan datang jika anda yang memintanya." balas Carl
Lagu segera berakhir, dan Ezter juga mengembalikan remaja itu pada orang tuanya, memberikan salam dan mencium punggung tangan Carl sebelum berpisah dengan remaja itu.
Viscountess merasa sangat gembira sepanjang malam. Akhirnya, putra mulai dekat dengan calon menantu idamannya.
Ketika ia mendapat bahwa Ezter mengajak Carl tea time berdua, dia yang paling merasa bahagia.
Di sisi lain, Marilyn juga melihat keduanya berdansa. Gadis itu mulai bertekad merebut Carl menjadi miliknya, gadis itu mulai menyusun rencana nya sendiri.
__ADS_1