Aku Merebut Pria Protagonis Wanita

Aku Merebut Pria Protagonis Wanita
Ezter mau nikah?


__ADS_3

Waktu berlalu dengan begitu saja, ini sudah sebulan sejak pernikahan Diana.


Seperti yang dikatakan oleh Ezter, dia mengundang Carl Fleur, tunangannya untuk menghabiskan waktu bersama.


Karena Carl adalah tunangannya, Ezter meminta ijin pada Grand Duke agar mengijinkan Carl datang sesuka hatinya. Dan begitulah, Remaja dengan rambut pirang tersebut sering masuk keluar Mansion, meskipun pergerakan nya di batasi namun tentu saja membuat orang lain merasa iri.


Hanya di undang untuk minum teh di Kastil saja sudah sangat beruntung, namun Carl malah mendapatkan ijin untuk keluar masuk dengan bebas.


Keluarga Fleur berubah hanya dalam beberapa waktu, keluarga itu semakin berkembang karena banyak bangsawan yang berusaha untuk dekat dengan keluarga Fleur, bukankah mereka juga akan lebih baik lagi jika memiliki koneksi ke keluarga penguasa, De Leon?


Sama seperti itu, Ezter sesekali akan berkunjung ke kediaman keluarga Fleur, menemani keluarga itu makan malam atau minum teh sembari berbicara tentang bisnis.


Jika Ezter terlalu sibuk, dia akan meminta Carl untuk minum teh dengan kedua adik kembarnya.


Namun, suasana diantara ketiganya selalu saja canggung, sehingga kedua anak kembar itu akan beralasan agar menghindari Tea Time dengan Carl.


Tanpa Ezter ketahui, Marilyn sering muncul di sekitar Carl saat remaja itu sendirian. Carl juga mulai memberikan batas pada Ezter, dia akan beralasan bahwa tidak enak badan dalam malah melewati gerbang samping untuk tiba di paviliun belakang dan memilih untuk bersama Marilyn yang dia pikir lebih menyenangkan, dari pada Ezter yang membosankan.


Lalu, di sisi lain ada Diana yang mulai menerima tanggung jawab dari Grand Duke untuk mengurus beberapa bisnis


Sejak Diana mendengar bahwa Grand Duke mulai memutuskan siapa yang akan menjadi kepala keluarga berikutnya, dia mulai sedikit serius dalam bekerja.


Dan bisnis yang diserahkan pada Diana sama saja dengan ujian. Agar dapat mencapai tujuan nya, Dia mulai bekerja dan bersaing dengan putrinya sendiri, Ezter.


Keduanya mulai bersaing. Grand Duke memberi ujian, padahal ia sendiri telah menentukan posisi tersebut.


Di saat seperti inilah, Ezter mulai nekat mengambil keputusan.


..._._._._._...


Tapp...Tapp...Tapp...

__ADS_1


Langkah kaki bergema di seluruh koridor, berhasil membuat dua penjaga di depan pintu yang besar mengalihkan perhatian mereka.


"Salam Lady, ada yang bisa saya bantu?" salah satu penjaga yang sedang berjaga itu segera bertanya.


"Apa Nenek berada di dalam? Ada yang ingin kubiarkan." balas Ezter


"Akan saya sampaikan pada Yang Mulia."


Mendengarnya, Ezter hanya mengangguk. Setelah penjaga masuk dan menyampaikan pesan pada Grand Duke, pria itu kembali muncul di hadapan Ezter beberapa saat kemudian.


Penjaga. "Lady, Yang Mulia mengijinkan Anda untuk masuk."


Ezter. "Baik." Setelah pintu di buka, Ezter melangkah masuk.


Di depan sana, Sorang wanita sedang fokus pada dokumen yang berada di depannya, terdapat pena ditangan kanannya, tatapan nya tertuju pada dokumen yang sedang di periksa.


Wajah itu terangkat, menampilkan wajah yang mulai keriput dengan kacamata yang menghiasi wajah itu, meskipun kecantikannya telah di makan usia namun keanggunannya tetap awet.


"Kau mencariku? Apa ada masalah yang terjadi?"


Grand Duke terdiam sejenak, ia menurunkan kacamata yang bertengger di atas hidungnya. "Baiklah.... Rose, siapkan satu set teh dan kudapan."


"Baik, Yang Mulia." Rose menundukkan kepalanya sebentar sebelum pergi ke luar.


Kini, Ezter dan Grand Duke duduk saling berhadapan, hanya di pisahkan oleh meja.


Pemandangan di luar jendela menjadi background nya, itu tertuju ke pintu gerbang utama sehingga Ezter dapat melihat nya dari kejauhan.


Hanya ada basa-basi diantara mereka berdua, pintu kembali terbuka dengan Rose yang mendorong troli. Terdapat satu set teh dan kudapan lainnya diatas saja, itu biskuit yang terlihat menarik dan ada Pie juga.


Setelah Rose menuangkan teh pada cangkir, ia mundur dan meninggalkan ruang itu karena seperti akan ada pembicaraan pribadi.

__ADS_1


"Jadi, apa yang ingin kau bicarakan?"


"Aku akan langsung ke intinya saja. Ini menyangkut syarat yang ada dalam posisi yang dibicarakan oleh semua orang.


Saya memang belum memenuhi semua syarat itu, namun saya tidak bisa membiarkan keluarga ini hancur ditangan Ibu." ucap Ezter dengan serius


"Nenek, apakah pernikahan saya bisa di majukan?" tanya Ezter tanpa ada keraguan disana, ia sangat serius.


"Pernikahan mu?" Wanita eitu sudah memiliki pemikiran ini, "Tentu saja bisa di majukan. Kapan tepatnya kau ingin hal itu terjadi?"


"Dalam tahun ini."


"Tentu saja, namun... Bagaimana dengan putra Viscountess Fleur. Apakah anak itu setuju untuk menikah denganmu dalam tahun ini?"


"Saya pikir, kami sudah cukup dekat sehingga bisa bicara dengan santai. Pengenalan dan pendekatan lebih lanjut bisa terjadi setelah menikah, jadi saya juga akan membicarakan hal ini dengan orangnya langsung."


Grand Duke berfikir sejenak. "Kau lah yang akan menjalaninya untuk kedepannya, kau bisa mengambil keputusan mu sendiri." ucapnya, namun Grand Duke sendiri memiliki pemikiran yang lain.


"Saya akan menganggap bahwa nenek setuju dengan permintaan ini. Saya juga berfikir bahwa akan lebih baik bagi saya untuk mendapatkan akta pernikahan, jadi saya undur diri." setelah berpamitan Ezter meninggalkan ruang kerja Grand Duke.


Hari masih sore, sehingga dia menunggu Carl tiba untuk membicarakan tentang pemikirannya tersebut. Namun, sampai malam datang, remaja itu tidak kunjung tiba.


Di tempat yang lain, dalam ruangan yang sedikit luas terdapat seorang remaja dan anak perempuan yang sedang makan malam bersama.


Tempat itu mewah, hanya mereka berdua yang berada dalam ruangan karena anak perempuan itu memesan kamar pribadi.


Ini sudah kesekian kalinya mereka makan bersama, hanya berdua saja. Waktu makan lebih terasa menyenangkan, dan mereka merasa sangat dekat


"Carl, sepertinya aku mencintaimu."


Ucapan itu berhasil membuat remaja yang sedang makan tersedak, ia dengan cepat minum jus nya.

__ADS_1


"Marilyn, kau sedang bercanda kan?"


"Tidak! Aku serius, aku mulai menyukaimu dan sepertinya aku mencintaimu."


__ADS_2