
Karena dia ingin menjalankan rencananya, Ezter berencana untuk membicarakan hal itu dengan Carl terlebih dahulu lalu melamarnya dan meminta persetujuan dari pasangan Fleur, namun entah mengapa dua hari ini Carl tidak muncul di Mansion.
Ezter mengambil langkah lebih dulu, ia pergi ke kediaman Viscountess Fleur.
..._._._._._...
Langkah kaki yang begitu cepat mengarah pada pintu yang sedang tertutup, didalamnya terdapat sepasang suami istri yang sedang mengerjakan urusan mereka masing-masing.
"Nyonya - Tuan. Gawat! Lady Ezter berada di gerbang dan sedang menuju ke sini!" suara pelayan yang kencang membuat kedua orang itu terkejut bukan main, mereka langsung berdiri dari duduknya dan meninggalkan ruang tersebut.
"Bagaimana dia bisa datang tanpa pemberitahuan terlebih dahulu? ...Aku benar-benar sangat berantakan sekarang."
Pasangan itu dengan cepat bersiap, sementara pelayan membawa Ezter ke ruang tamu dan menyajikan teh.
Beberapa saat kemudian, Viscountess Fleur turun bersama suaminya. Ezter berdiri dan memberikan salam, setelah mereka saling memberi salam Ezter kembali duduk.
"Maafkan saya yang datang tanpa pemberitahuan, Viscountess, Viscount." ucap Ezter dengan menyesal.
"Hohoho... Ini bukan apa-apa, Lady. Kami selalu menyambut kedatangan Anda," balas Viscountess Fleur
"Saya kemari karena sedikit khawatir, apakah tunangan saya sedang tidak enak badan atau sakit? Carl tidak muncul selama dua hari, jadi maafkan kelancangan saya."
"Tidak, Carl baik-baik saja. Saya akan panggilkan Carl kemari," Viscount segera pergi dan memanggil Carl di kamarnya.
Ezter menunggu selama beberapa saat, sebelum Carl muncul di ruang tamu. Remaja itu segera memberikan salam
Viscount menatap putranya itu, Carl mengerti dan duduk tak jauh dari Ezter. "Anda tiba-tiba muncul di rumah saya, apa semuanya baik-baik saja?"
"Saya hanya sedikit khawatir, kau tak terlihat selama dua hari terakhir, tak ada kabar juga. Jadi saya datang" balas Ezter dengan tenang
"Anda khawatir?" Carl mengalihkan pandangan kearah lain, dia tak percaya dengan ucapan Ezter.
Pasangan Fleur merasa perlu meninggalkan mereka berdua, namun Ezter menahan mereka.
"Sebenarnya, saya juga memiliki maksud lain dengan datang ke mari. Jadi, saya harap Viscount dan Viscount juga mendengarnya."
Pasangan itu saling tatap, mereka kembali menyimpan bokong diatas sofa dan memasang telinga dengan baik untuk mendengar maksud Ezter.
__ADS_1
"Mungkin Anda berdua sudah mendengarnya, saya merupakan kondidat calon Duke di masa depan. Dan saat ini, Ibu saya juga merupakan kondidat, kami berdua sedang bersaing. Salah satu syarat adalah kondidat harus menikah, jadi saya datang untuk mendengarkan persetujuan dari pasangan saya." Ezter menatap Carl Fleur dengan serius
"Carl e, maukah kau menikah denganku?"
Jdarr!
Bagai di sambar petir, mata Carl Fleur terbelalak kaget, Viscountess dan pasangannya juga terkejut mendengar ucapan Ezter barusan
"A-anda sedang bercanda, kan?" Carl tiba-tiba menjadi gagap karena terkejut.
"Tidak, saya sangat serius dengan ucapan saya barusan. Saya menantikan jawaban mu, saya harap kau memberikan kabar baik. Ah.. jangan khawatir, Nenek setuju dengan keputusan yang saya ambil sekarang." ucap Ezter dengan serius
Ia kemudian melihat kearah Pasangan Fleur yang masih mematung di seberang sana. "Jika setuju, pernikahan akan di adakan Minggu depan, saya akan menunggu di depan pencatatan sipil. Jika Carl menginginkan pernikahan yang meriah, itu bisa terjadi bulan depan. Yang terpenting, Carl akan menjadi suami saya lebih cepat." Ezter terdiam untuk mendapatkan jawaban dari Orang tua dan anak, namun hanya ada kesunyian
Jika dia terus berada di sana, hanya akan ada suasana canggung. Jadi, Ezter memutuskan untuk meninggalkan kediaman keluarga Fleur.
"Saya menunggu jawaban mu, Carl. Kalau begitu, saya kembali dulu. Silahkan di putuskan- saya permisi." Ezter menundukkan kepalanya sebelum pergi dari kediaman keluarga Fleur.
Suasana pecah tepat ketika Ezter keluar, mereka tak lagi menyembunyikan keterkejutan mereka.
Malam itu, seluruh keluarga Fleur berkumpul. Viscountess Fleur memiliki 3 orang pendamping, satu suami Sah dan dua selir di kediaman itu.
Sebagai anak dari suami Sah, Carl lah yang menjadi calon menantu keluarga De Leon, dan itu merupakan sesuatu yang sangat membanggakan. Sedangkan saudaranya yang lain, mereka merasa iri
Carl Fleur akan menjadi Carl De Leon, mereka pikir itu akan terjadi beberapa tahun mendatang, namun hari ini- Carl menerima lamaran dari Lady De Leon? Sesuatu yang membanggakan.
Pada makan malam itu, Viscountess memanggilnya dan mengatakan banyak hal. Yang pada intinya, menyuruh Carl untuk menerima lamaran Ezter
Remaja itu kembali ke kamarnya dengan beban pikiran, dia talah menjadi tunangan Ezter. Namun, di satu sisi dia merasa sangat dekat dan nyaman dengan Marilyn.
Setiap hal yang ia lewati dengan Marilyn terasa sangat menyenangkan, sedangkan waktu yang ia habiskan dengan Ezter sangat canggung dan membosankan.
Beberapa hari terlewati, Carl mengurung diri ataupun menghindari keluarga nya dan pergi diam-diam, bertemu dengan Marilyn di tempat rahasia mereka.
Sore itu, saat ia kembali Viscountess menunggunya di ruang kerja.
"Ibu, kau memanggilku?"
__ADS_1
"Carl, duduklah." ucap Viscountess Fleur
Ibu dan anak duduk berhadapan, "Tadi ada telegram dari Lady Ezter, ia mengatakan bahwa menunggumu besok pada pukul sepuluh di depan biro pencatatan sipil, dia ingin mendaftarkan pernikahan kalian disana. Lalu, sama seperti ucapannya, pesta pernikahan mu akan di gelar bulan depan dengan sangat meriah."
"Tapi Bu, aku belum menyetujui lamarannya! Mengapa ini terasa dia memaksaku?!"
"Ibu telah menyetujui pernikahan kalian, itulah mengapa dia mengatakan akan menunggumu besok. Jadi, kembali dan istirahat lah. Besok pagi kau harus bersiap untuk pernikahan mu. Kembalilah.."
Carl keluar dari ruang kerja ibunya dengan frustasi, setelah kembali ke kamar remaja itu menulis surat dan membiarkan burung merpati mengantarkan suratnya pada Marilyn.
..._._._._._...
Keesokan harinya....
Ezter bangun seperti biasanya, karena hari ini merupakan hari pernikahan nya maka gadis itu juga segera bersiap.
pada hampir jam sembilan Ezter dan kepala pelayan, Rose meninggalkan Mansion ke biro pencatatan sipil.
Sementara para pelayan di mansion sedang mempersiapkan penyambutan kedatangan Carl, yang akan menjadi bagian dari anggota keluarga De Leon.
Ketika Ezter turun dari kereta, ia disambut dengan keramaian di tempat itu.
Ezter dan Rose masuk kedalam sana, namun tidak langsung pergi mendaftarkan pernikahan melainkan menunggu mempelai laki-laki.
Sudah beberapa menit berlalu, namun tanda-tanda kedatangan Carl belum juga terlihat.
"Sudah 10 menit berlalu, apa yang terjadi? Mengapa mempelai pria nya belum datang juga?" gumam Rose, dia datang sebagai orang yang akan mengurus semua nya dan menjadi saksi pernikahan ini.
"Tunggu saja lagi, sepertinya terjadi sesuatu di jalan." balas Ezter menenangkan wanita yang usianya hampir sama dengan neneknya tersebut.
Ezter masih sabar, namun bukan lagi sepuluh menit melainkan satu jam telah terlewati, gadis yang telah menginjak usia remaja itu mulai kesal.
Lalu di luar sana, ada suara yang meminta untuk bertemu dengan Ezter. Ternyata seorang pria berusia 20-an yang mengantarkan telegram (surat)
Ezter menerimanya, lalu melepas segel itu dan membaca surat didalamnya.
Beberapa detik kemudian, gadis itu melemparkan surat dengan kesal. "B*jingan!"
__ADS_1