
"...?" Ezter melihat ketiganya yang juga sedang menatapnya dengan tatapan bertanya.
"Kenapa kalian menatap ku seperti itu?"
"Kak, Kak Daniel bilang mereka belum mengetahui apa nama buah produk ini. Itulah mengapa kita bertanya padamu karena kau mengetahui nya." Begitu Edmund membuka mulut, ia menjelaskan dengan rinci.
"Nama tanaman nya adalah pohon Cacao, yang di ambil dari Theobroma Cacao yang berarti makanan untuk Tuhan. Buahnya bernama Cacao, yang di olah menjadi cokelat dan memiliki banyak manfaat. Jadi, minuman ini adalah Cokelat hangat karena menggunakan air hangat, jika ditambahkan Es maka namanya Es cokelat." Ezter kembali meneguk minumannya dengan santai sambil menjelaskan.
"Bisa di tambahkan es juga?" tanya Daniel dengan heran, selama ini mereka hanya minum air panas saja
"Tentu, cokelat juga bisa di gunakan sebagai produk utama pembuatan cake, biskuit, dan berbagai macam makanan ringan lainnya, bukan hanya minuman hangat ini saja." Ezter bertanya-tanya dalam hatinya
'Apakah orang-orang memang belum mengenal cokelat..? Pantas saja, selama ini aku tak pernah makan cake dengan rasa cokelat ataupun menemukan toko yang menjual cokelat.'
Sedangkan di sisi Daniel, dia merasa heran terhadap Ezter yang benar-benar mengenal olahan produk dari tempatnya. Terlebih menjadi produk utama untuk membuat cake dan lainnya. Ini.... Remaja itu melihat Ezter dengan penuh kekaguman.
Di sisi lain, Ezter tiba-tiba mendapat ide. Bukankah ini menjadi kesempatan untuk berbisnis? Gadis itu menoleh kearah Daniel sambil tersenyum.
"Setelah makan malam, datang ke kamarku. Ada yang ingin ku bicarakan, oke?"
"Baik!"
..._._._._...
Sama seperti ucapannya, setelah makan malam Daniel datang ke kamar Ezter, ia berdiri di depan kamar dengan ragu.
Jantungnya berdetak dengan begitu kencang, rasa gugup mendatanginya. Mengingat dia telah berstatus suami, ada beberapa pikiran nakal yang mendatangi nya.
Jika dia tak masuk takutnya Ezter akan marah, namun jika melawan takutnya malah menyinggung istrinya.
__ADS_1
Tiba-tiba saja pintu terbuka, Daniel sedang berbalik sehingga hanya punggungnya yang terlihat. Remaja itu terkejut bukan main, bukankah dia belum mengetuk pintu? Lalu mengapa terbuka, apakah Ezter telah menunggunya?
"Tuan muda, apa yang Anda lakukan disana? Lady telah menunggu Anda, silahkan masuk."
Begitu berbalik, Daniel malah melihat Emillia dan bukan Ezter, pelayan pribadi istrinya.
"Ehh..? Ba-baiklah." Daniel masuk ke kamar Ezter dengan gugup, jantungnya berdetak dengan sangat kencang
"Kau sudah datang..? Mengapa tak mengetuk pintu malah berdiri seperti orang bodoh di luar sana?" gadis itu berjalan keluar dari kamar dengan mengenakan piyama tidur, duduk di sofa singel dengan santai sambil menatap Daniel yang sedang berdiri
'Apakah dia gugup?' terlintas kata-kata tersebut dalam benaknya. Barulah ia ingat jika Daniel telah menjadi suaminya, bisa saja remaja itu gugup karena berfikir dia memanggil untuk menjalankan kewajiban sebagai suami.
"Tenang dan duduklah. Aku tak akan melakukan apapun padamu, usiaku juga masih sangat kecil. Jika kita melakukannya maka akan sangat beresiko bagi tubuh ku. Kau juga belum tentu menerimanya bukan?" remaja yang sedang dalam masa pubertas sangat rentan pada hal-hal seperti s3x$, hormon mereka sedang berkembang. Itulah yang ada dalam pikirannya saat ini.
"Ehh..? Ba-baiklah." Daniel duduk dan menundukkan kepalanya, meski demikian jantungnya masih berdetak dengan cepat. Dia sangat malu, bagaimana bisa dia berfikir ke arah 'sana'. Padahal, mana mungkin Ezter akan menyukainya yang bertubuh gemuk ini?
"Tak apa jika kau berfikir ke arah sana, itu bukanlah salahmu. Aku yang salah karena tak menjelaskan nya dengan baik. Maafkan aku," tentu saja karena dia memanggil tanpa menjelaskan.
Daniel terkejut, ia mengangkat kepalanya melambaikan tangannya. "Ehh.. Itu bukan salah Anda, sayalah yang salah karena berfikir macam-macam."
"Baiklah..."
Emillia datang dan menyajikan teh yang baik untuk pencernaan seperti biasanya, karena inilah kebiasaan Ezter. Tak lupa untuk Daniel juga
"Sebelumnya, kau pasti terkejut dengan apa yang terjadi hari ini. Kau batal nikah dengan kekasihmu dan malah menikahi orang asing, lalu menjadi seorang suami. Aku minta maaf atas lamaran dan pernikahan yang mendadak ini." Ezter mengungkapkan pikirannya dengan serius
"Tidak, ini bukan salahmu. Aku tak apa," sejujurnya dia juga terkejut, namun sebelum datang ke Grand Duchy Mordekhai, dia sudah mempersiapkan diri dan bersiap menanggung resiko menjadi seorang suami. Hanya saja, kekecewaan itu tak bisa di lupakan begitu saja
"Namun, jika kau berfikir bahwa aku tak serius dalam pernikahan ini, kau salah. Metodeku memang salah, seharusnya kita saling mengenal lebih dulu, lalu bertunangan dan kemudian menikah. Pernikahan mendadak ini, aku berharap kau menerima nya."
"Aku juga akan memperlakukan mu dengan sangat baik, jika kau memerlukan sesuatu.. katakan saja, aku akan memenuhi semuanya... Aku harap, kita bisa dekat dan menjadi pasangan yang sebenarnya."
__ADS_1
Daniel mendengarkan dengan baik lalu mengangguk paham.
"Jika suatu hari kau tak merasa cocok juga, dan ingin bercerai.. aku akan menyetujui nya, asalkan kau menemukan orang yang tepat, aku tak masalah. "
"Ehh..? Bagaimana bisa? Aku tak akan berfikir seperti itu!" Daniel membantah dengan cepat. Bagaimana bisa dia minta berpisah, meskipun baru mengenal selama hari ini, dia merasa bahwa Istrinya orang baik dan hangat.
"Hahaha... Bukankah aku bilang, jika kau bertemu orang yang tepat? Mengapa kah begitu terkejut? Jangan khawatir, aku tak akan menceraikan mu begitu saja." ucap Ezter lalu tersenyum, namun wajahnya tiba-tiba serius. "Tapi, aku harap kau bertemu dengan orang yang hanya memiliki satu suami, bukan memiliki banyak pria di sampingnya."
Ezter terus memperhatikan raut wajah Daniel yang berupa, lebih baik alihkan topik saja.
"Ah.. ngomong-ngomong, cokelat di tempatmu.. bagaimana prosesnya?" Karena tadi cokelat hangat yang ia minum memiliki sedikit lebih pahit dari cokelat yang biasanya ia makan, ayo bicara tentang hal ini saja.
Begitu mendengar tentang produk favorit nya, Dani langsung bersemangat. "Setelah kami mengambil buah yang matang, kami menjemurnya lalu di proses, apa ada sesuatu yang salah?" tanya Daniel
"Langsung di jemur tanpa fermentasi?"
"Ya, benar."
Ezter mengangguk paham, "Fermentasi sangat di perlukan. Proses bertujuan untuk membebaskan biji kakao dari daging buah dan juga tujuan dari proses fermentasi ini salah satunya untuk memperbaiki dan membentuk cita rasa cokelat yang khas serta mengurangi rasa sepat dan pahit.
Saat minum cokelat hangat tadi, rasa sepat dan pahit sedikit mendominasi."
Daniel benar-benar kagum, istrinya merupakan orang yang benar-benar mengenali produk mereka. "Selama ini, saya sudah terbiasa meminumnya, jadi saya tak merasakan hal itu. Ternyata mengganggu yah, hehehee"
"Kau sangat menyukai cokelat yah rupanya..?"
"Tentu saja, rasanya sangat enak." Daniel sangat bersemangat sehingga ia mengekspresikan diri nya, namun begitu menyadari bahwa Ezter sedang menatapnya, ia menundukkan kepalanya dengan malu. "Maafkan saya, saya terlalu bersemangat."
"Tak apa, aku suka orang yang jujur." ia tersenyum maklum pada Daniel. 'Anak ini sangat menyukainya, lantas saja tubuhnya juga subur'
"Menyukai cokelat merupakan hal yang bagus, namun jangan mengonsumsinya secara berlebihan juga. Salah satu akibatnya adalah obesitas atau kegemukan, kurangi saja konsumsi cokelat nya. Oke?"
__ADS_1
"Ehh, jadi... ternyata begitu." Apakah tidak tubuhnya yang berbeda dari saudara-saudara karena dia lebih banyak makan cokelat?