Aku Merebut Pria Protagonis Wanita

Aku Merebut Pria Protagonis Wanita
Di usir


__ADS_3


"Hei, apa yang terjadi? Aku melihat para pelayan sibuk memindahkan beberapa barang ke paviliun belakang. Memangnya siapa yang akan menempati tempat itu?" tanya seorang pada yang lain.


"Aku juga tak tahu, mari tanya pada yang lain." mereka memanggil rekan lain dan bertanya, seperti pria itu mengetahui sesuatu


"Telah terjadi sesuatu, dan Nyonya Diana serta dua orang itu di pindahkan ke sana."


"Apa kau mengetahui keributan kemarin sore? Aku mendengar dari kekasihku yang bekerja sebagai pelayan jika Lady yang baru saja di bawa itu merupakan anak haram Nyonya Diana bersama selirnya itu. Sepertinya keributan kemarin membuat Duke sangat marah, kita semua mengetahui jika Duke sangat menolak anak yang berada di luar pernikahan." timpal ksatria lain


"Apa yang terjadi? Aku minum-minum bersama yang lain jadi tak tahu kabar terbaru, apakah terjadi sesuatu yang besar?" ksatria lain mendekat dan bertanya dengan penasaran


"Kau benar-benar harus merubah kebiasaan mu itu, kawan! Telah terjadi sesuatu yang sangat besar, kau benar-benar ketinggalan berita!" timpal yang lain


"Sepertinya aku mengetahui sesuatu, ini hanya tebakan ku saja tapi... dengarkan saja dulu. Kita semua tahu jika Tuan Damian baru saja meninggal hampir dua Minggu, bisa saja penyebab nya adalah syok dan tak bisa menerima jika Nyonya Diana memiliki pria dan anak lain di luar sana dan berakhir dengan meninggal.


Seperti yang diketahui oleh semua orang, Tuan Damian itu orang yang sangat baik dan ramah, di juga sangat cerdas dan tampan. Tuan Damian selalu saja membantu pekerjaan Duke dengan baik, lalu merawat dan mendidik Lady dan Tuan-tuan muda dengan sangat baik. Benar-benar suami idaman banyak wanita!"


"Kau benar! Tuan Damian adalah pribadi yang sangat mudah akrab dengan semua orang, dan aku sendiri juga ingin memiliki teman sepertinya." pihak lain merasa sangat setuju dengan ucapan rekannya.


"Dengan kepribadian Nyonya Diana yang buruk itu, tak ada yang tak mengetahui nya. Kemarin aku mendengar dari pelayan lain jika kepribadian Lady yang baru saja datang juga sama seperti kepribadian Nyonya Diana. Lady itu berani menghina Tuan-tuan muda kita yang tampan dan menggemaskan. Memisahkan mereka dengan tinggal di Paviliun lebih baik dari pada tinggal bersama di Mansion inti."


Semakin di dengarkan, ucapan para ksatria semakin memanas dan bertambah

__ADS_1


Ezter yang sejak tadi telah tiba namun bersembunyi dan menguping telah mengetahui garis besar masalahnya.


Karena keributan kemarin, Neneknya sangat marah pada Diana yang merupakan ibunya. Sepertinya wanita tua itu menahan diri sejak awal, Diana yang tiba-tiba saja kembali dengan mereka berdua saja telah membuat Duke sangat marah, ditambah kepergian Ayahnya yang tiba-tiba tentu saja mengejutkan Duke juga. Lalu, Marilyn yang sangat berani itu telah memicu Duke tak bisa menahan diri lagi dan mengusir mereka keluar dari rumah inti.


Namun, Duke masih memiliki hati dengan membiarkan mereka bertiga menempati paviliun di belakang sana, yang jaraknya 700 meter dari rumah inti. Bagaimanapun, Diana merupakan anak semata wayangnya. Hanya saja, Duke tak bisa menerima dua orang tambahan itu


'Setidaknya ini lebih baik, kami bertiga tak perlu terlalu berhati-hati di dalam rumah (Mansion) dengan racun atau apapun yang bisa saja dikonsumsi tanpa sengaja. Tapi, tetap saja aku harus tetap berhati-hati. Kewaspadaan tak boleh kendur.' batin Ezter


Ezter berjalan kembali ke Mansion, pelatihan pagi ini tak ia hadiri. Para ksatria dan guru pedangnya juga tak mencari, semua orang tahu keadaannya secara garis besar.


Sedangkan Ezter sendiri kembali ke ruangan dimana Ayahnya bekerja sebelum, disana masih tersimpan banyak dokumen yang biasanya dikerjakan oleh pria itu.


Bayangan ayah yang penuh cinta tiba-tiba terlihat di matanya, biasanya pria itu akan tersenyum saat Ezter masuk kedalam sana, Damian akan bertanya bagaimana pelajaran nya hari itu. Namun sekarang, keadaan telah berubah


Ruangan itu telah berdebu, jadi dengan perlahan namun cekatan Ezter membersihkan ruangan tersebut. Itu cukup menghabiskan banyak waktu


Saat baru saja selesai, Ezter duduk di kursi yang biasanya di duduki oleh Damian, mengambil dokumen dan mulai mengerjakan nya. Tiba-tiba saja pintu terbuka, dan membuat Ezter menoleh


Rose yang membuka pintu juga terkejut, ia segera menundukkan kepalanya dan memberikan salam.


"Apa yang terjadi?" bibirnya bicara namun matanya tetap fokus pada dokumen di depannya.


Rose mendekat, "Lady, Yang Mulia ingin saya mengambil semua dokumen yang ada di ruangan ini dan membawanya ke ruang kerja Yang Mulia." Jawab wanita itu

__ADS_1


Ezter membalikkan halaman dan tetap fokus membaca dengan teliti, "apakah Nenek yang akan menangani semua nya?" tanya gadis itu


"Ya..Tentu saja, Lady. Yang Mulia sendiri lah yang akan mengerjakan nya." balas Rose


"Nenekku telah memasuki usia untuk beristirahat, dan Beliau tak bisa menangani semua pekerjaan yang merepotkan ini. Katakan saja pada Nenek, aku akan mengerjakan pekerjaan yang sebelumnya dilakukan oleh Ayahku, Nenek bisa tenang dan bersantai." ucapan Ezter membuat Rose terkejut


Sebelumnya, pekerjaan Damian ini bisa dianggap cukup berat. Bukannya meremehkan Ezter, namun gadis itu sebelumnya hanya mengerjakan tugas yang ringan, Rose tentu saja merasa sedikit khawatir.


"Lady, Anda tak perlu khawatir. Selalu ada sekretaris Yang Mulia di sisi Beliau yang mengerjakan tugas-tugas ini." Rose coba menjelaskan


"Tak apa, katakan saja pada Nenek. Jangan khawatir, Ayah telah mengajarkan banyak hal padaku. Lagi pula, sekretaris itu pasti memiliki banyak pekerjaan, dengan aku yang membantu tentu saja meringankan pekerjaan Nenek juga Jangan lupa, aku ini sangat cerdas. Sekarang, kau bisa kembali." Ezter kembali membalikkan halaman dan tak mempedulikan Rose lagi


Wanita itu tak memiliki pilihan lain, jadi dia meninggalkan ruang kerja Damian yang akan mulai menjadi ruang kerja Ezter mulai sekarang.


Rose tiba di ruang kerja Duke tanpa membawa apapun, membuat wanita itu bertanya.


Wanita itu mengatakan semua yang ia lihat dan dengar pada Duke tanpa ada yang di sembunyikan satupun.


Setelah mendengarnya, Duke merasa senang namun juga sedih. Di usianya yang masih muda, dia ingin mengerjakan pekerjaan yang berat itu?


Ia menyuruh untuk memanggil Ezter ke ruangan nya, ketika melihat cucu perempuan yang dengan yakin menjawab jika dia ingin mengambil alih pekerjaan sang Ayah, Duke membiarkan nya


'Lagi pula, dia harus mulai mengambil langkah menuju kedewasaan. Huh .. dia lebih baik dari pada Diana saat masih muda. Anak itu sangat menjanjikan.' puji Duke dalam hatinya saat melihat punggung Ezter yang meninggalkan ruang kerjanya

__ADS_1



__ADS_2