Aku Merebut Pria Protagonis Wanita

Aku Merebut Pria Protagonis Wanita
Kabar Pernikahan Diana


__ADS_3

Hari ini, Ezter seperti biasanya sedang melakukan tugasnya. Karena ia memiliki kemampuan, Grand Duke memberikan lebih banyak tanggung jawab padanya sekarang.


Itulah mengapa Ezter tak memiliki banyak waktu untuk melirik keluarga bahagia milik Diana.


Bagaimanapun, gosip itu selalu ada. Para pelayan maupun ksatria selalu saja bergosip ketika mereka memiliki kesempatan. Karena memiliki telinga, sudah pasti Ezter juga mendengarkan hal gosip-gosip yang selalu saja bertebaran dimana-mana.


Ezter melihat pembukuan lama yang sangat tebal, menurutnya semua itu terlalu bertele-tele hanya untuk sesuatu yang sederhana. 'Mari rubah ini dulu'


Dengan teliti dan tidak melewatkan satupun, gadis itu mulai mengerjakan bagian administrasi Mansion. Semua pemasukan dan pengeluaran dalam rumah tidak ada yang terlewatkan.


'Jika saja ada laptop, semua ini akan lebih mudah. Aigooo...' Ezter menggunakan penggaris untuk membuat tabel-tabel, lalu dengan matematika dia mendapatkan nilai rata-rata dari setiap hal.


Awalnya dia curiga ada yang melakukan kecurangan, dan ternyata memang benar. Ada beberapa bangsawan yang bermain curang dengan menipulasi anggaran wilayah, ini memang harus dilaporkan pada Grand Duke nantinya. Sepertinya wanita tua itu tidak memperhatikan tiap hal


Ezter memijit pangkal hidung nya, 'semua ini benar-benar sangat berantakan. Sampai kapan aku bisa menyelesaikan pekerjaan ini? ' sepertinya dia akan stress


"Tak ada laptop, tak ada ponsel, tak ada internet, dan tak ada Microsoft office . Aku bisa gila jika seperti ini terus." gumam Ezter, setidaknya di Bumi zaman telah modern dan semua pekerjaan menjadi lebih muda, namun di dunia ini semua hal harus dikerjakan secara manual. Ini benar-benar mengesalkan bagi dia yang merupakan seorang gadis modern


Pintu kerjanya tiba-tiba diketuk, namun mengapa orang ini sangat tidak sabaran?


"Masuk!" ucapnya mengijinkan, ketika pintu di buka terlihat wajah panik milik Millane, pelayan yang melayaninya sejak beberapa waktu lalu.


"Ada apa?" tanya Ezter sambil memperhatikan Wanita muda di depan sana yang memiliki ekspresi panik tersebut.


"Lady, gawat. Nyonya Diana akan menikahi tuan David!" pekik Millane


"Apa?" tentu saja gadis itu terkejut. Bagaimana mana bisa?


'Tunggu, bukankah seharusnya masih ada 3 tahun lagi sebelum pernikahan Diana? Bagaimana bisa lebih cepat seperti ini? Apa yang terjadi?' batin Ezter. Seharusnya, Diana akan menikahi David setelah Neneknya meninggal dan itu masih 3 tahun lagi.


Padahal, dia belum menyentuh alur cerita Novel dan hanya tetap bertahan hidup hingga sekarang. Jika Diana menikah sekarang, apakah dia telah mendapatkan sertu dari Nenek?


"Dimana nenekku berada sekarang?" tanya Ezter, setelah dia mengetahui keberadaan Grand Duke Ezter langsung meninggalkan ruang kerjanya dan pergi menemui Grand Duke untuk memastikan langsung kabar ini.

__ADS_1


Rumah Kaca....


Grand Duke yang juga menerima kabar tentang pernikahan Diana sama terkejutnya dengan Ezter.


"Apa maksudnya ini?" tanya Duke pada Rose, karena wanita itu yang mengantarkan surat pemberitahuan pada Grand Duke.


"Utusan tadi mengatakan jika, Nyonya Diana telah mendaftarkan pernikahan beliau sejak Minggu lalu, dan dua Minggu lagi pernikahan akan diadakan. Sisanya telah tertulis di surat itu, Yang Mulia." Rose sendiri juga terkejut saat utusan gereja tadi mendatangi mansion dan mengantarkan surat tersebut.


Grand Duke segera naik pitam. "Anak itu benar-benar melakukan apa yang dia inginkan tanpa melihat resiko nya. Kali ini, dia benar-benar sudah keterlaluan! Cepat panggil Diana menghadap ki!" titahnya.


Segera, Rose meninggalkan Rumah kaca dan pergi ke paviliun belakang.


Tak berselang lama, Ezter tiba. "Katakan pada nenekku, aku ingin bertemu beliau." pelayan lain segera memberitahukan pada Grand Duke.


Setelah pelayan kembali dan mengatakan persetujuan dari Grand Duke, Ezter segera menghadap nya.


"Salam Yang Mulia. Maafkan saya karena telah mengganggu waktu Anda," ucap Ezter. Yah, dia menggunakan bahasa Formal pada Neneknya sendiri


"Tak apa, duduklah Ezter. Temani nenekmu ini minum teh" Grand Duke tersenyum sebagai tanggapan, dia langsung tahu tujuan kedatangan Ezter ke mari. Apa lagi selain kabar mengejutkan dari Diana?


"Cuaca diluar terlihat buruk." Ucapan Grand Duke membuat Ezter mengalihkan pandangannya keluar, ternyata itu hanya awan hitam yang tipis, tak ada tanda-tanda hujan akan turun sedikit pun. Matahari masih bersinar dengan terang di luar sana, namun Ezter tahu apa maksud dari ucapan Grand Duke barusan.


Ezter mengambil cangkir, ia meniup kepulauan uap tipis diatas permukaan teh lalu meneguk sedikit. "Rasanya cukup enak," puji Ezter


Grand Duke mengangguk. "Ini merupakan teh dari wilayah Marquez Frans. Teh nya memiliki kualitas yang cukup bagus untuk di nikmati," balas wanita tua itu.


"Aku akan langsung pada intinya. Apakah itu benar?" tanya Ezter, ia menatap langsung pada Grand Duke


Grand Duke balas melirik cucunya, "Kabar itu disampaikan langsung oleh Utusan Gereja, kita akan mengetahui nya setelah Ibu mu tiba di sini."


"Anda memanggilnya kemari? Itu bagus." ucap Ezter datar.


Keduanya diam, tak ada yang membuka mulut untuk berbicara lebih lanjut. Ezter sendiri sibuk dengan pikirannya

__ADS_1


"Lalu, kapan pernikahan nya akan di adakan?" Kini Ezter kembali bertanya setelah dia sedikit bergelut dengan pikiran nya.


"Dua Minggu lagi. Aku benar-benar tak menyangka jika Ibumu berani mengambil langkah tanpa persetujuan ku," Grand Duke dengan sengaja mengatakan hal itu karena tentu saja belum lama ini menantunya telah berpulang, namun anaknya malah menikah dalam waktu yang singkat ini. Masa berkabung baru saja lewat, dia takut pernikahan ini benar-benar menyakiti hati cucu-cucunya.


Wanita tua itu melirik dengan hati-hati untuk melihat ekspresi Ezter, 'Anak ini sangat sulit di tebak. Aku tidak tahu apa yang ada dalam pikirannya'


Ezter tak ingin melanjutkan perbincangan itu, dia segera beralih ke pekerjaan lalu melaporkan hal-hal yang dia temukan.


Keganjalan-keganjalan itu di terima dengan baik oleh Grand Duke, dan berjanji untuk lebih memperhatikan nya.


Wanita itu tersenyum tipis. 'Dia lebih teliti dan peka dibandingkan denganku, yang telah bekerja selama berpuluhan tahun. Keturunan De Leon tidak pernah mengecewakan.... kecuali anakku sendiri.'


Grand Duke sendiri tidak tahu Diana mengikuti karakter siapa, dia dan almarhum suaminya memiliki karakter yang sangat baik. Namun, mengingat kerabat lain... sepertinya Diana terpengaruh dengan kerabat-kerabat itu.


"Salam Yang Mulia, Lady. Maaf mengganggu waktu Anda berdua." Rose tiba setelah dia kembali dari paviliun belakang


"Dimana anak itu?" tanya Grand Duke.


"Yang Mulia, Nyonya Diana tak berada di tempat. Pelayan mengatakan jika.." Rose melirik ke arah Ezter, takut ucapannya menyinggung perasaan gadis itu. Namun, melihat Ezter yang terus menikmati teh dan kudapan dengan tenang, dia melanjutkan ucapannya.


"Nyonya Diana sedang keluar bersama keluarga nya, mereka sedang mempersiapkan pakaian pengantin yang akan di kenakan pada hari pernikahan."


'Diana mengambil langkah dengan sangat cepat, aku juga harus memiliki rencana ku sendiri.' batin Ezter.


"Yang Mulia, maaf mengganggu perbicaraan Anda berdua. Saya undur diri lebih dulu, masih ada pekerjaan yang harus saya selesaikan." Ezter bangun dari kursi, lalu membungkuk hormat pada Neneknya sebelum pergi dari sana.


Keduanya melihat kepergian Ezter. "Pernikahan ini, Ezter dan kedua adiknya lah yang akan terluka. Aku belum memberikan restu, namun Diana mengambil langkahnya sendiri.


Rose, persiapkan rapat ahli waris. Kali ini, aku telah menentukan ahli waris dan tak akan menutup mata lagi." ucap Grand Duke dengan tegas. Suasana di rumah kaca menjadi tegang untuk sesaat


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2