Aku Merebut Pria Protagonis Wanita

Aku Merebut Pria Protagonis Wanita
Tidur bareng [ll]


__ADS_3

"Daniel, kau sudah tidur?"


Daniel yang sedang memunggungi Ezter tersentak kaget, ia mengira bahwa istrinya itu sudah tidur namun ternyata belum. "B-belum, mengapa kau belum tidur juga?" balas Daniel bertanya


"Entahlah, mungkin karena aku berada di tempat yang baru, jadi tak bisa tidur." balas Ezter.


Gadis itu menoleh dan melihat punggung Daniel, "apa kau membenciku?" tiba-tiba Ezter mengajukan pertanyaan yang membuat remaja itu langsung bangun dan melihat kearah Ezter yang juga sedang menatapnya.


"Tentu saja tidak! ..Aku tak membencimu, kau sangat baik lalu mengapa aku membencimu?!" balasnya dengan tegas, selama menjadi pasangan Ezter, meskipun mereka tak memiliki banyak waktu namun ia merasa nyaman.


"Entahlah, tiba-tiba saja hal itu terlintas di kepalaku." ucap Ezter santai.


Ezter tersenyum, ia juga bangun dan duduk menatap kearah Daniel. "Karena.. kita tak seperti pasangan lainnya. Aku tak memiliki banyak waktu untuk dihabiskan denganmu, jadi aku pikir kau-"


"Tidak! Aku sangat menyukai Ezter!" bantah Daniel dengan cepat, "Aku tak mempermasalahkan hal itu.. bagaimanapun, masih ada Edmund dan Edward yang bersamaku. Kita juga sering mengadakan pesta teh, itu sudah cukup."


"Aku merasa senang karena kau tak membenciku... Walau begitu, aku akan berusaha agar aku bisa memiliki waktu luang denganmu mulai sekarang."


"Aku senang mendengarnya, aku merasa sangat bersyukur Ezter menjadi istriku." balas Daniel


"Karena kita tak memiliki banyak waktu bersama, bagaimana jika kita tidur bersama untuk seterusnya?" usul Ezter dengan santai. Dia tak masalah dengan hal ini


"Ehh?!" Daniel langsung mundur dengan wajah yang merah, "m-maksudmu?"


"Kita akan tidur dalam kamar yang sama mulai sekarang, bahkan ketika kembali ke Kastil di Grand Duchy." balas Ezter menjelaskan


Wajah Daniel semakin memerah, beruntung cahaya dalam kamar ini sangat minim sehingga wajahnya yang memerah tidak terlihat begitu jelas di mata Ezter. "T-tapi.."


"Apa kau membencinya?" tanya Ezter dengan mendekatkan tubuhnya, ia heran mengapa remaja itu menghindarinya dan menjauh, apa ada yang salah?


'Mengapa reaksinya begini? Bukan berarti aku menyarankan sesuatu yang buruk, kan?' batin Ezter, ia bingung


"Daniel, jangan salah paham. Kita telah menikah jadi ini bukanlah sesuatu yang ilegal, kita juga tak memiliki banyak waktu bersama, jadi tak ada perubahan dalam hubungan ini. Kita harus sering melakukan kontak agar bisa lebih dekat lagi.


Namun, jika kau tak menyukainya, aku tak bisa memaksamu... Kita akan kembali seperti sebelumnya, kau bisa berada di kamarmu setelah tiba di kastil." jelas Ezter dengan cepat


"B-bukan begitu... Hanya saja, aku masih malu.." suara Daniel terdengar sangat kecil di akhir, remaja itu menyembunyikan wajahnya dibalik selimut dengan cepat.

__ADS_1


Meskipun Ezter tak melihat wajahnya, ia tahu bahwa suami kecilnya ini pasti merasa benar-benar malu. 'Dia imut dan menggemaskan, haruskah aku menggodanya lagi?' Ia tersenyum gemas pada tingkah Daniel ini.


"Daniel..? Hei.. mengapa kau bersembunyi di dalam selimut?" tanya Ezter, ia mencoba menarik selimut tersebut namun di tahan dengan kuat oleh Daniel.


"Hei.. mengapa kau bersembunyi seperti ini? Keluarlah.. kubilang keluar dari sana, kita masih bicara sekarang.. hei..." Ezter mencoba menarik selimut sekuat yang ia bisa, mereka berdua masing-masing menahan dan menarik.


'Mengapa Ezter seperti ini? Wajahku saat ini pasti terlihat sangat memalukan, aku tak ingin Ezter melihat aku yang buruk seperti ini.' ia tetap berusahalah menahan selimut, namun ternyata kekuatan yang Ezter gunakan lebih kuat lagi sehingga selimut itu langsung jatuh, memperlihatkan sosok Daniel yang memeluk lututnya.


"Kau mengatakan tak keberatan untuk tidur bersama, namun.. jika kau tak menyukainya, aku tak apa. Mengapa kau bersikap seperti ini?" awalnya ia merasa gemas, namun kemudian menjadi sedikit kesal.


Mendengar nada suara Ezter yang telah berubah, remaja itu langsung mengangkat kepalanya karena seperti tahu bahwa Ezter menjadi kesal.


"T-tidak! Ezter, apa kau marah?" apakah karena sikapnya Ezter jadi membencinya sekarang?


Ezter mendesah pelan, ia lebih mendekat dan memegang pipi tembem Daniel, "Aku tak marah. Hanya saja, jika kau benar-benar tak menyukai saranku, aku tak masalah. Aku tak membencimu juga.. sekarang, kau bisa tidur di sini, aku akan tidur di sofa." Gadis itu membalikkan tubuhnya dan turun dari tempat tidur


Daniel yang menyadari bahwa dia telah melakukan sesuatu yang salah segera menghentikan Ezter yang akan mengambil langkah, Daniel memeluk tubuh istrinya dari belakang. "Jangan pergi!"


"...apa?" tanya Ezter, ia langsung terduduk karena Daniel yang tiba-tiba memeluk nya, cukup terkejut.


Ezter mendengar suara remaja itu yang terdengar ketakutan, "Ba-baiklah.. aku tak pergi," balas Ezter.


Daniel mengendurkan pelukannya, berharap Ezter kembali keatas tempat tidur, namun melihat ancang-ancang Ezter yang malah berdiri dan mengambil langkah lagi ketakutan dalam hatinya tak bisa tenang dan kembali memeluk Ezter. "Kau bilang tak pergi, lalu mau kemana?" tanyanya dengan suara bergetar


Ezter sedikit bingung, ia mengangkat tangannya dan menunjuk selimut yang terjatuh karena ia menggunakan banyak kekuatan saat menarik nya dari Daniel tadi. "Selimutnya jatuh, aku hanya mengambilnya saja." balasnya dengan tenang.


".....!" wajah Daniel langsung memerah, ia kaget dan malu. Remaja itu menutupi wajahnya dengan kedua tangannya


"Hahahaa..." Ezter tertawa, benar-benar sangat gemas pada tingkah suaminya yang imut dan menggemaskan.


"...Mengapa kau tertawa?" tanya Daniel, dia benar-benar sangat malu.


Ezter memperbaiki selimutnya, lalu kembali naik keatas tempat tidur.


"Tak ada, hanya merasa bahwa Daniel sangat imut dan menggemaskan." balas Ezter


"Sungguh?" tanya Daniel mengangkat kepalanya

__ADS_1


"Ya, suamiku sangat menggemaskan." jawab Ezter meyakinkan.


Mata Daniel berkaca-kaca, "A-aku takut Ezter akan meninggalkan ku.. itulah kenapa aku sangat memalukan sekarang..." air matanya langsung jatuh karena melihat Ezter yang kembali ke tempat tidur.


Menyadari bahwa suaminya menangis, Ezter mengambil sapu tangan yang berada di meja samping tempat tidur, ia kemudian mendekati Daniel. "Aku tak akan pergi, aku juga tak membencimu kok.. Kau sangat imut dan menggemaskan, bagaimana aku bisa meninggalkan mu?"


Ezter menghapus air mata Daniel yang malah bertambah banyak, "suami saya benar-benar cengeng, yah?"


"Tidak! aku tidak cengeng." bantah Daniel, namun malah sebaliknya air matanya bertambah deras


"Ya, kau cengeng" sambung Ezter


"Aku tidak cengeng..." Malah sebaliknya, air matanya semakin deras saja, ketakutan dalam hatinya membuat remaja itu tak bisa menahan dirinya lagi dan benar-benar menangis.


Ezter menarik Daniel lalu memeluknya, ia mengusap punggung remaja itu agar berhenti menangis. Butuh waktu agar suami kecilnya bisa kembali tenang


Tentu saja ia selalu berkata 'Suami kecil' dalam hati, karena jiwanya bukan lagi seorang anak berusia 12 tahun, namun wanita dewasa yang memiliki pikiran yang matang, hanya saja tubuhnya... mengingat hal ini Ezter hanya bisa mendesah saja


Setelah Daniel tenang, ia menyadari bahwa baju di pundak kanan Ezter telah basah oleh air matanya, ia merasa malu namun Ezter tak mempermasalahkan hal tersebut.


"Karena kau sudah kembali tenang, minum air untuk menenangkan diri dan mari tidur." gadis itu menyodorkan segelas air, namun Daniel hanya meneguk setengahnya saja sebelum Ezter menyimpan gelas tersebut.


"Sekarang, mari tidur. Ayo berbaring di sisiku, lalu berikan tanganmu. Kita akan bergandengan tangan saat tidur, jadi kita tetap berdekatan." ucap Ezter, ia meminta tangan Daniel setelah remaja itu berbaring.


Daniel melihat tangannya yang digenggam oleh Ezter, jantungnya berpacu dengan cepat.


Ezter tersenyum pada Daniel, sebelum ia menutup matanya dan perlahan mulai tertidur tanpa dia sadari.


Daniel tak bisa langsung tertidur meskipun dia baru saja sehabis menangis, melihat bahwa Ezter mulai tertidur dengan nafasnya yang teratur, Daniel tersenyum cerah.


'Ezter benar-benar sangat cantik meski sedang tidur.' remaja itu terus mengagumi kecantikan istrinya, lalu melihat perbedaan tangan mereka berdua.


Tangan Ezter meskipun kecil dan lentik, namun disana juga terlihat bahwa gadis itu seorang pekerja keras.


Daniel terus memikirkan Ezter dalam benaknya, ia mengagumi Ezter dan tanpa ia sadari, dia juga menyusul Ezter ke alam bawah sadar.


Kedua remaja yang berbeda usia tersebut tertidur dengan sangat tenang malam itu. Hubungan mereka semakin erat dari sana

__ADS_1


__ADS_2