Aku Merebut Pria Protagonis Wanita

Aku Merebut Pria Protagonis Wanita
Ayo Menikah..!


__ADS_3

"Ehh.. ke-kenapa?" Daniel bingung sekaligus terkejut dengan pernyataan gadis di depannya.


"Namamu Daniel Lucian, kan..?"


"B-benar."


"Kau berasal dari keluarga bangsawan, kan..?"


"Ya..?"


"Kalau begitu, ayo menikah..!"


"Kenapa kau mengajakku untuk menikah?.. Apa- kau selalu akan mengajak seseorang untuk menikah di kali pertama bertemu?" Daniel merasa aneh terhadap gadis di depannya.


"Bukankah kau datang untuk melakukan pernikahan? Kita sama-sama di tinggalkan, kau pria dan aku wanita. Tak ada yang salah, lebih penting lagi aku memerlukan seorang suami sekarang. Kau kondidat paling cocok!" ucapnya


'Lebih penting lagi, kau tak perlu di culik dan di perbudak selama tiga tahun!' sambungnya dalam hati.


"Apa kau akan menikah jika pasangan mu berasal dari golongan bangsawan?"


"Eh.. em-Aku.." dia tak bisa mengatakan apapun karena masih sedikit terkejut pada lamaran yang tiba-tiba ini.


"Kau ingin menikah, aku juga ingin menikah..! Mengapa kita tidak menikah saja..? Dan yang terpenting, kita sama-sama baru putus dari mantan!" Ezter mencoba untuk meyakinkan Daniel yang masih kebingungan.


Sungguh, dia terlihat seperti seorang orang gila sekarang karena, bisa-bisa dia akan di anggap sebagai gadis m3sum oleh remaja di depannya. Namun mau bagaimana lagi, untuk menghindari tragedi yang akan terjadi, dia harus melakukan hal ini.


"Jangan khawatir, aku juga berasal dari golongan bangsawan. Aku akan memperlakukan mu dengan baik, dan lagi kaulah yang menjadi suami resmiku!" Ezter memperhatikan bahwa remaja di depannya masih mempertimbangkan.


"Ba-baiklah. Aku setuju untuk menikah denganmu." remaja itu melirik kearah gadis di depannya, ternyata sedang tersenyum puas. 'Tunggu, apa aku mengambil langkah yang tepat?'

__ADS_1


Ezter kemudian membawa Daniel kembali ke ruangan, Rose masih di sana dengan perasaan khawatir karena Ezter yang tiba-tiba pergi. Mau menyusul tapi dia pasti akan di usir


Melihat bahwa Nona mudanya telah kembali, Rose merasa lega. Namun.. Kenapa Nona mudanya membawa seorang remaja laki-laki? Siapa dia, mengapa terlihat sangat asing?


Ezter tiba di depan Rose, tangannya masih bergandengan dengan Daniel dan itu membuat tanda tanya bagi wanita paruh baya tersebut. "Lady, apa yang-"


Ucapan Rose terputus karena Ezter terlihat sedikit puas dan tak merasa sedih, "Rose, pernikahan akan di lanjutkan!"


"Ehh..? La-lady, Tuan muda Fleur tidak datang, bagaimana bisa di lanjutkan?" ia terlihat sangat terkejut dan bingung.


"Tak apa, aku menemukan suami di sini. Perkenalkan, dia calon suamiku." Ezter menoleh pada Daniel, memberikan isyarat agar dia memperkenalkan diri.


"Sa-salalam, Nyonya. Nama saya Daniel Lucian, putra dari Baroness Lucian." Remaja itu menjadikan gugup ketika di tatap langsung oleh Rose


"Baroness Lucian? Itu... penguasa Refaim, bukan?" ucap Rose


"Benar. Daniel adalah putranya, jadi jangan khawatir karena dia juga bangsawan. Tolong persiapkan yah," pinta Ezter.


Daniel merasa cemas, apakah keputusannya ini salah atau tidak. Namun entah mengapa, melihat Ezter yang sangat yakin padanya membuat dia menjadi lebih senang.


Terlebih, ini karena banyak orang yang tak mau berhubungan dengannya, orang-orang merasa jijik dan menghindarinya. Alasannya, tentu saja hanya karena dia memiliki tubuh yang berbeda dengan semua saudaranya, hanya dia saja yang gemuk dan semua orang memiliki tubuh yang bagus.


Dia juga merasa aneh pada Ezter, mengapa dia tak merasa jijik ataupun geli dan menghindar..? Malah mengajak nya untuk menikah?


Daniel terus merenung hingga ada tepukan di pundaknya. "Tanda tangan," Ezter mengingatkan


Remaja itu terkejut, ia kemudian mengambil pena lalu mencelupkan nya kedalam botol tinta sebelum menandatangani surat pernikahan di depan.


Setelah menulis nama dan menggores tanda tangannya, remaja itu melihat nama pasangannya diatas kertas. "Ezter De Leon."

__ADS_1


'De Leon? Bukankah itu-' ia melirik Ezter yang terlihat sangat tenang.


"Apa terjadi sesuatu..? Kau baik-baik saja?" tanya Ezter dengan sedikit cemas, namun Daniel hanya menggelengkan kepalanya.


'Mungkin karena aku terus menangis, sehingga aku juga salah baca. Bagaimana bisa dia berasal dari keluarga penguasa wilayah Selatan?' Remaja itu menepis pikirannya, dia yakin bahwa gadis yang menikahinya ini merupakan bangsawan biasa.


Mereka kemudian di tuntun untuk kembali, karena pendaftaran Pernikahan telah selesai. Mereka telah menjadi pasangan suami-istri secara hukum.


Saat akan memasuki kereta, Daniel kembali melihat lambang Singa dengan tiga bintang diatasnya, yang merupakan lambang keluarga Grand Duke of Leon. "Aku pikir, kita salah kereta. Di mana kereta milikmu?" tanya Daniel, dia merasa cemas


"Kita tidak salah, ini kereta ku. Kereta pribadiku..! Ayo masuk.." ajak Ezter, dia telah masuk lebih dahulu, sedangkan Daniel masih berdiri.


Dan ternyata, apa yang di cemaskan oleh Daniel sekarang adalah- "Siapa namamu-Eh tidak! Kau ini siapa?"


Ezter melihat remaja yang tidak masuk dan malah berdiri di luar dengan wajah cemas itu. "Aku..? "


"Tuan muda, jangan khawatir. Seperti anda sangat terkejut, namun inilah Lady kami. Ezter De Leon, cucu sulung dari Grand Duke of De Leon. Dan sekarang, anda telah menjadi anggota keluarga secara resmi. Kalau begitu, mari masuk, biar saya bantu anda." Setelah menjatuhkan bom pada Daniel, Rose memegang tangan remaja itu dan mendorongnya untuk masuk. Barulah Rose masuk dan duduk di samping Daniel.


Selama perjalanan kembali ke kastil, Daniel terus terdiam. Remaja itu seperti patung, tak ada suara apapun yang terdengar. Bahkan ketika melewati gerbang yang megah tersebut, dan ketika kereta berhenti lalu Rose dan Ezter turun, ia masih terdiam.


"Daniel, apa yang kau lakukan disana. Ayo turun.."


Suara Ezter membuat nya kembali tersadar, begitu ia menginjakkan kakinya ditanah, semua yang berbaris didepan merupakan pelayan.


"Selamat datang, Tuan muda..!" Daniel di sambut oleh barisan Maid dan Butler yang mengenakan pakaian hitam putih, semua orang menundukkan kepalanya kearah dia.


"Ehh..?!" ia sangat terkejut


Di depan sana, terdapat Grand Duke sendiri, bersama dua anak kembar yang memiliki wajah identik sedang menunggu mereka di depan pintu utama, dan entah sejak kapan Rose tiba di belakang Grand Duke Daniel sangat terkejut.

__ADS_1


Wajah asing yang berada di samping cucunya membuat Grand Duke sendiri mengerutkan keningnya.


Kedua anak kembar juga saling tatap, 'Bukankah wajahnya berbeda? Dia siapa..?'


__ADS_2