Aku Terlalu Lelah Berusaha

Aku Terlalu Lelah Berusaha
17. saling menyalahkan


__ADS_3

" Alina " ucap Alex masuk ke ruangan Alia


" kak " ucap Alina menoleh " bagaimana keadaannya " ucap Alex " kakak sudah di tangani kata dokter sebentar lagi kakak pasti bangun " ucap Alina senang tidak lama ayahnya pun datang " papa " ucap Alina tidak percaya , yang membuat Alex juga melihat ke arah ayahnya " tumben bukannya biasanya om Geri ya " ucap Alex datar " memang kenapa " ucap Alydran datar mendekat " aneh aja biasanya bisnis kan lebih penting " ucap Alex menyindir dengan datar " biasanya putraku ini juga bukannya begitu " ucap Alydran menyindir dengan datar yang membuat Alex kesal


" Alina , bagaimana keadaan Alia " ucap Alydran


" dia baik , dia sudah di tangani , kata dokter sebentar lagi dia akan sadar " ucap Alex nyerocos dengan datar " Alina sebenarnya apa yang terjadi " ucap Alydran datar , saat Alina akan menjawab Alex duluan menjawab


" dia bertengkar dengan teman Alina karena ingin melindungi Alina tapi teman Alina tidak terima perlakuan Alia padahal Alia hanya menyuruh minta maaf dan memberikan nya efek jera tapi teman Alia malah melempar pisau ke arah Alia yang menyebabkan dahinya terluka karena kesal Alia mengambil pisau itu karena mengira Alia akan melukai temanya dengan pisau itu Alina pun menghalangi Alia tapi ternyata Alia tidak berniat melukai temanya dan malah menusuk dirinya " ucap Alex menjelaskan datar sedangkan Alydran kesal dengan Alex karena dari tadi dia terus bicara padahal tidak ada yang bertanya dengan nya tapi Alydran berusaha tenang " siapa nama temanmu itu " ucap Alydran datar tetap menghadap Alina saat akan menjawab Alex kembali menyahut yang membuat Alydran sangat kesal " kalau ini sep_" ucap Alex datar terpotong " diam aku tidak bertanya kepada mu , apa kau Alina apa kau perempuan tidak kan jadi diam saja , kau terus menjawab apa kali ini kau juga akan menjawab " ucap Alydran kesal seketika berbalik melihat Alex

__ADS_1


" tidak aku tidak akan menjawab karena aku tidak tahu tadinya, aku hanya akan bilang, kalau ini sepertinya aku tidak tahu juga , begitu " ucap Alex datar " bagus karena aku tidak bertanya kepada mu " ucap Alydran kesal lalu kembali melihat Alina " namanya Lisa tapi sepertinya kita tidak bisa menganggapnya salah atau benar karena Lisa terlebih dulu membuli ku lalu kakak menyuruh nya menjilat sepatunya sebagai permintaan maaf tapi tiba-tiba kakak bilang dia harus menjilat sepatu ku karena dia bersalah padaku bukan ke kakak lalu karena itu Lisa melukai kakak dengan pisau , jika aku bilang Lisa salah itu benar karena dia duluan dan jika ku bilang kakak benar itu memang karena dia berusaha melindungi ku tapi caranya yang salah jadi aku tidak tahu harus bagaimana " ucap Alina menjelaskan


" kalau begitu seharusnya kau biarkan saja Alia menyakiti temanmu itu , teman mu itu kan hanya mendapatkan malu sedangkan Alia bisa saja kehilangan nyawanya " ucap Alex geram


" maafkan aku , aku hanya berpikir aku harus menghentikan kakak menyakiti Lisa karena itu bisa membuat kakak terlibat dalam masalah dan itu sampai melibatkan hukum , itu tidak boleh terjadi kakak tidak pantas untuk menjadi orang yang dianggap kriminal oleh masyarakat aku tidak mau itu terjadi " ucap Alina menjelaskan " aku tidak tahu pemikiran itu benar atau tidak tapi seharusnya teman mu itu harus mendapatkan hukuman dia bahkan tidak minta maaf bahkan tidak merasa bersalah telah melukai orang lain, bukan orang lain dia berani menyakiti kakak kelasnya dan keluarga Elioma "


ucap Alex kesal mendengar ucapan Alina


" apa kakak baik baik saja " ucap Alina khawatir

__ADS_1


" iya tadinya tapi kalian malah ribut yang membuat telinga ku tidak baik-baik saja kalian pikir di sini tempat karaokean " kesal Alia


" ini ni gara gara , pak tua ini dia terus mencari masalah dengan ku " ucap Alex membela diri


yang membuat Alydran menatapnya dengan tajam " kau tidak perlu menjelaskan, tapi aku heran apa kalian memiliki bisnis di RS BB ini , tumben tumbenan kalian barengan, apa kalian berinvestasi di sini " ucap Alia terlihat tidak suka " kakak jangan begitu, mereka datang untuk menjenguk kakak mereka sangat mengkhawatirkan mu " ucap Alina lembut yang membuat Alia menatap mereka sejenak


" mm hahaha maaf aku tidak bermaksud tapi, kalian kalian mengkhawatirkan ku tapi, aku merasa tidak begitu , kalau itu Alina itu biasa tapi kalian hahaha kalian membuat ku geli kalian para pebisnis gila menjengukku bahkan mengkhawatirkan ku " ucap Alia tertawa yang membuat mereka yang melihat nya merasa aneh " apa ada yang aneh, bukannya kakak senang kalau mereka menjenguk kakak " ucap Alina ragu " senang untuk apa , aku kan sudah bilang aku tidak memerlukan kalian lagi dan tidak menginginkan kalian lagi termasuk kau , aku sudah bilang aku bisa sendiri aku sudah terbiasa dengan itu " ucap Alia judes melihat mereka bertiga " apa kakak tidak bisa memaafkan kami " ucap Alina merasa bersalah sekaligus sedih " untuk apa aku memaafkan kalian bukannya kalian merasa tidak pernah berbuat salah padaku kan, jadi aku harus memaafkan untuk kesalahan kalian yang mana kalau begini aku jadi bingung jadi lebih baik sekarang kalian pergi dan bersikap saja seperti biasa jangan lupa pindahkan aku ke ruang VIP agar aku tidak merepotkan kalian mengerti sekarang pergi aku ingin istirahat agar cepat sembuh karena aku harus sembuh untuk menjalani hidup ku kan " ucap Alia tersenyum lalu memalingkan pandangannya sambil menutup matanya berpura pura tidur , melihat itu mereka bertiga pun pergi


" ini semua karena mu, seharusnya dulu kau mendengarkan permintaan ku untuk menjenguk nya walaupun hanya sekali dengan begitu ini tidak akan terjadi " ucap Alex di luar ruangan Alia menyalahkan Alydran " kakak " ucap Alina menghentikan Alex , Alex pun pergi meninggalkan mereka berdua dengan kesal

__ADS_1


" aku tahu papa juga tidak bermaksud begitu, papa tahu kak Alex tidak begitu tahu cara mengungkapkan perasaan nya dan mengendalikan emosi nya tapi walaupun begitu, aku juga tidak bisa bilang kalau ucapan kakak salah , karena kakak selalu bekerja keras merawat kami berdua di saat papa masih terpuruk dalam kesedihan papa , aku tidak bermaksud membela kakak tapi aku hanya ingin papa mengerti apa yang ingin ku sampaikan " ucap Alina lembut , lalu pergi meninggalkan ayahnya


" ini memang salah ku , seharusnya aku tidak membiarkan anak anakku menjalani hidup nya seperti anak yang tidak memiliki orang tua dan terus bergantung pada diri mereka sendiri " ucap Alydran merasa bersalah lalu melihat Alia dari pintu " maafkan aku , karena bukannya menjadi pendukung ayah kalian ini malah menjadi pecundang tapi, aku janji sebagai seorang ayah aku akan mengembalikan semuanya aku tahu ini terlambat tapi ini lebih baik daripada tidak sama sekali " ucap Alydran , lalu pergi


__ADS_2