
" apa yang kau lakukan di kamar ku " ucap Desta dingin " aku kan sudah bilang ini semua salah si bencong " ucap Alia menunjuk Aslan
" aaaa bencong aku aku bencong , Al matamu rabun ya " ucap Aslan tidak terima " enak aja pikiran mu yang stres " balas Alia melihat mereka beradu mulut Desta pun kesal " diam " bentak Desta kesal mereka pun diam
" kenapa kau membawa gadis ini ke sini " ucap Desta menatap Aslan " aku hanya berusaha menolong nya _" ucap Aslan ingin menjelaskan tapi di potong Alia " nolong pantat mu " kesal Alia , Desta pun langsung menatap Alia dengan tajam " apa liat liat mata mu mau keluar " ucap Alia tidak takut
tiba-tiba suara seseorang membuyarkan mereka " I'm come back " ucap kakek Aslan senang berdiri di ambang pintu yang membuat Alia langsung berdiri " loh loh loh itu kan kakek peot itu kenapa dia di sini " gumam Alia , kakek Aslan pun yang masih mengingat Alia pun melihat Alia " woo gadis bola " ucap kakek Aslan berjalan mendekat dengan senang
" ha kakek tua " gumam Alia 😒
". kakek kenapa kau sudah pulang " ucap Desta
" kenapa! , ini kan rumah ku " jawab kakeknya
" astaga aku lupa, aku ada urusan " ucap Alia melihat kesempatan pergi
saat hendak pergi kakek Aslan membuat Alia berhenti
" oh iya kakek sudah membicarakan perjodohan dengan keluarga Elioma " ucap kakek Desta
" siapa " ucap Alia memastikan
" ada apa , apa kau mengenal keluarga itu " ucap kakek Aslan memancing
__ADS_1
Alia hanya diam
" tuan Alydran telah menyetujui ini dia bersedia memberikan putrinya yang bernama Alia Shine Elioma untuk keluarga kita " ucap kakek
* apa aku * ucap batin Alia
" Al bukankah itu kau " ucap Aslan
" apa maksudmu " ucap kakek pura pura
" Alia ini dari keluarga Elioma , Alia Shine Elioma " beritahu Aslan
" wah baguslah jadi, kita bisa saling mengenal" ucap kakek senang
" tentu saja kakak tertua mu " ucap kakek
" apa " kaget Aslan
" kakek tahu usia mereka cukup berbeda tapi, di dalam hubungan usia itu bukan segalanya kan" ucap kakeknya seraya duduk di sofa
" kakek itu tidak mungkin , kakek kan tahu aku sedang menunggunya " ucap Desta menolak
" sampai kapan, sampai mati " ucap kakeknya
__ADS_1
" aku pergi dulu, As aku pinjam mobil mu " ucap Alia seraya berpikir
" kakek apa ini kalau mau jodohin kenapa nggak sama aku aja " ucap Aslan
" ada apa kau mau juga kakek bisa atur , dia juga punya adik yang tidak kalah cantik " ucap kakek tidak peka
" aku tidak peduli dengan yang lain tapi, masalah ini aku tidak bisa diam " ucap Desta menahan amarahnya lalu berjalan pergi
" As kau tidak pergi " ucap kakeknya
" kakek apa kau tidak bisa mengubah atau membatalkannya " pinta Aslan sedih
" tidak , apa kau mau melihat kakek mati duluan dan terus menghawatirkan kakak mu itu " ucap kakeknya yang membuat Aslan terdiam
" kakek lelah , kakek akan istirahat sebentar jangan ganggu kakek " ucap kakeknya berjalan meninggalkan Aslan yang terdiam
" tapi, aku menyukainya " gumam Aslan mengepalkan tangannya
Aslan berjalan pergi
" kak , aku minta tolong " ucap Aslan , Desta menoleh
" aku tidak memaksa tapi, bisakah aku minta tolong jangan setujui ini " ucap Aslan , Desta hanya diam seraya bersandar di tiang
__ADS_1